Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 5


__ADS_3

Di salah satu restoran ternama di kota tersebut, Rendy sedang mengadakan pertemuan dengan keluarga partner bisnisnya.


"Selamat siang, Pak Rendy. Maaf harus menunggu lama," ucap Satya.


"Tidak, Pak Satya. Saya juga baru tiba," sahut Rendy.


Liana dan Alisa berpelukan! "Makin cantik saja," ucap Alisa.


"Kamu bisa saja. Jangan memuji saya terlalu berlebihan, nanti saya bisa terbang," ucap Liana.


Kedua wanita patuh baya itu tertawa renyah.


Mereka semua duduk dalam meja yang sama!


"Pak Satya, tenang perjodohan yang Anda tawarkan untuk putra dan putri kita ... ." Rendy menggantung ucapannya.


"Anda setuju?" ucap Satya sambil menatap Rendy.


Rendy menghela nafasnya, sebenarnya ia tidak ingin menjodohkan Leon namun demi menjauhkan Leon dari Biani, ia harus melakukannya.


"Saya setuju. Setelah saya pikirkan dengan bersatunya anak-anak kita tidak akan ada kata putus dalam hubungan kita," ucap Rendy.


"Syukurlah. Kebetulan putri kami sedang dalam perjalanan menuju kesini," ucap Satya.


"Kebetulan sekali, kita bisa berkenalan dengannya," ucap Liana dengan senyuman manisnya.


"Bagaimana dengan Leon? Apa dia juga bisa kesini untuk berkenalan dengan putri saya?" ucap Satya.


"Leon sedang ada keperluan penting, mungkin lain kali kita susun rencana lagi untuk mereka saling berkenalan," ucap Rendy.


Rendy membicarakan tentang perjodohan ini tanpa sepengetahuan Leon, itu sebabnya ia tidak bisa meminta Leon untuk datang ke tempat itu ia tidak ingin Leon membuat masalah didepan keluarga Satya.


"Oh, sayang sekali ya," ucap Alisa.


"Maaf ya," ucap Liana.


"Tidak perlu minta maaf, Jeng."


Tak lama seorang gadis berlari dan langsung berhamburan memeluk Alisa dari belakang!

__ADS_1


"Mama! Aku kangen," ucap Shania.


"Kamu udah sampai?" ucap Alisa.


Alisa berdiri lalu memeluk putrinya dengan sangat erat!


"Begitulah, mereka kalau bertemu, Papanya sampai dilupakan," ucap Satya kepada Rendy dan Liana.


Rendy tersenyum. "Wanita memang sering melupakan laki-laki kalau mereka sedang bahagia," ucap Rendy.


"Papa, apa sih." Liana merasa tersinggung.


"Papa!" Shania memeluk papanya.


"Aku juga kangen sama Papa," ucap Shania dengan gaya manjanya.


"Dia baru datang dari London dan langsung kesini," jelas Alisa kepada Liana.


"Oh, pantas sepertinya kangen banget," ucap Liana.


Satya melerai pelukan putrinya! "Sayang, kenalin ini Om Rendy dan Tante Liana," ucap Satya.


"Om, Tante. Aku Shania," ucap Shania.


Shania duduk di samping Alisa setelah bersalaman dengan Rendy dan Liana.


"Mereka orang tuanya Leon," ucap Alisa.


Shania tersentak saat mendengar ucapan mamanya.


"Rupanya mereka calon ayah dan ibu mertuaku," ucap Shania didalam hatinya.


Satya dan Alisa memang sudah memberitahu tentang perjodohan ini kepada Shania lewat telepon. Karena hal itulah yang membuat Shania harus pulang ke tanah air dan meninggalkan negara tempat ia menimba ilmu.


"Sayang," ucap Alisa karena Shania terlihat bengong.


"I_iya, Ma."


"Kok bengong? Mikirin apa?" tanya Alisa.

__ADS_1


"Nggak, Ma. Aku ... aku hanya lelah," ucap Shania.


Sebenarnya Shania tidak ingin menerima perjodohan itu namun karena ia tidak bisa melawan Papanya dan tidak ingin membuat kedua orang tuanya kecewa akhirnya ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu.


...****************...


Leon sedang berada di kantor, namun ia tidak bisa konsentrasi karena masalah yang sedang melanda hidupnya.


Leon duduk di kursi kebesarannya dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang ia duduki.


Leon menatap foto Biani sambil terus mengusap foto yang ia pegang itu.


"Bi, maafkan aku karena belum bisa membuatmu diterima lagi di keluargaku," gumam Leon.


Elvan yang sedari tadi memperhatikan Leon merasa iba kepada Kakak sekaligus bosnya itu.


Elvan berjalan menghampiri Leon!


"Jangan melamun. Pergi dan temui Biani, yakinkan dia kalau kamu akan berjuang untuk cinta kalian," ucap Elvan.


Leon tak menanggapi ucapan Elvan, ia masih terdiam mematung diposisi semula.


"Jangan pikiran masalah kerjaan. Urusan kantor, biar aku yang tangani," ucap Elvan lagi.


"Percuma, Van. Papa gak mungkin ngizinin aku untuk melanjutkan hubungan aku dengan Biani," sahut Leon dengan nada yang hampir tidak terdengar.


Setiap hari Leon dan Papanya berdebat karena mempermasalahkan hubungan Leon dengan Biani, hingga Leon merasa putus asa untuk meraih kepercayaan papanya lagi untuk dapat menerima Biani kembali.


"Jangan menyerah sebelum berusaha, aku yakin Papa masih sayang sama Biani," ucap Elvan.


"Van mungkin gak sih, kalau mamanya Biani itu punya masa lalu dengan Papa?" ucap Leon.


"Maksud Kakak?" ucap Elvan yang tidak mengerti dengan perkataan Leon.


"Dulu sebelum, Papa ketemu sama tante Jenny, Papa sangat menyayangi Biani tapi setelah Papa ketemu sama tante Jenny, Papa berubah menjadi sangat membenci keluarganya Biani," jelas Leon.


"Jadi, kemungkinan Mamanya Biani pernah memiliki hubungan dengan Papa Rendy, gitu?" ucap Elvan dengan antusias


"Bisa jadi. Kita harus cari tahu tentang mereka dengan begitu kita akan tahu kenapa Papa tiba-tiba berubah jadi tidak merestui hubungan aku sama Biani," jelas Leon.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2