
Liana dan Rendy duduk bersebelahan di bibir ranjang!
"Kamu gak serius kan, jatuh cinta sama Satya?"
Rendy menatap wajah sang istri dengan tatapan penuh permohonan.
"Hampir saja. Kenapa kamu melakukan ini? aku sudah berpikir buruk tentang dirimu dan aku sudah terlanjur berbuat kasar padamu," ucap Liana.
"Waktu itu, saat Ken memberikan bukti tentang kejahatan Jenny, aku tidak langsung percaya karena memang waktu itu aku masih mencintai wanita itu. Kamu jangan cemburu atau marah ya," ucap Rendy sebelum menceritakan awal sandiwaranya.
Liana hanya menanggapi ucapan Rendy dengan senyuman.
"Aku pernah berpikir untuk memiliki dua cinta dalam satu hati. Aku mencintai dia dan dirimu, namun seiring berjalannya waktu aku mulai jemu dengan sikap Jenny yang datang hanya untuk meminta uang dan pergi setelah mendapatkan apa yang dia inginkan ... ."
"Lalu?" Liana yang duduk di samping Rendy mulai penasaran dengan cerita yang belum dilanjutkan oleh sang suami.
"Kamu jangan marah ya." Rendy kembali mengingatkan istrinya.
"Jenny pernah menawarkan nikmatnya surga dunia. Waktu itu aku dan dia pergi ke hotel dan hanya memesan satu kamar saja ... ."
Liana memukul lengan Rendy dengan bantal!
"Jadi kamu sudah melakukan hal itu? terus bayi yang dikandung wanita itu beneran bayi kamu?"
__ADS_1
"Aku sudah bilang, kamu jangan marah. Aku tidak melakukan apa-apa padanya." Rendy menangkis tangan Liana yang berusaha memukulnya.
"Lalu apa maksud wanita itu kalau dia sedang hamil?" ucap Liana yang mulai meneteskan air matanya.
"Aku tidak melakukan hal itu terkecuali sama kamu." (Rendy)
"Bohong." Liana membelakangi suaminya!
Rendy memeluk Liana dari belakang!
"Gak ada wanita yang pernah aku sentuh selain dirimu. Kamu satu-satunya wanita yang akan menjadi ratu dalam kerajaan cintaku." (Rendy)
*** *** ***
"Iya," sahut Shila singkat.
"Kenapa harus merahasiakan hal ini dari Liana? Dia sangat tersakiti," ucap Ken penuh tanya.
"Aku tahu, tapi sekarang sudah berakhir Liana pasti bahagia. Kenapa kamu bisa se_perduli itu terhadap Liana?" Shila bertanya balik.
"Jujur, dulu aku pernah suka sama dia. Dia baik, dia sabar, dia pengertian, dia memiliki kriteria yang aku inginkan dan yang paling aku suka dari dirinya adalah, dia bisa melakukan segalanya tapi tidak pernah mengumbar kemampuannya," jelas Ken.
Shila tersenyum, ada rasa cemburu dalam hatinya, namun ia tak berhak untuk cemburu kepada seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
"Apa sekarang masih ada rasa yang tersisa?"
"Rasa itu sudah aku kubur dalam-dalam sejak dulu," ucap Ken.
Ken memang pernah menyukai Liana, namun rasa itu ia buang jauh-jauh karena Liana sudah sah menjadi istri dari kakaknya.
"Jadi menikah denganku?" tanya Shila.
"Tentu saja. Besok aku akan memberitahu Mama tentang berita baik ini," ucap Ken.
"Serius ingin menikah dengan aku? aku tidak akan memberi ampun pada laki-laki yang menyelingkuhi istrinya," ucap Shila.
"Sudah malam, ayo kita pulang," ucap Ken kepada Shila.
Shila menatap sekeliling, tak disadari ternyata mereka masih berada di kantor lalu ia menatap jam ditangannya.
"Bukan malam lagi, sekarang sudah mau pagi."
Shila dan Ken saling pandang lalu tertawa bersama. Karena asyik bercerita mereka tak sadar kalau sudah menghabiskan waktu bersama hampir semalaman.
"Kita akan menikah dalam waktu dekat. Bersiaplah," ucap Ken lalu mencium tangan Shila.
Bersambung
__ADS_1