Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 133


__ADS_3

Liana dan Ken terus menatap layar laptop itu keduanya nampak serius menontonnya.


"Hei, Ken. Sepertinya dia pencuri," ucap Liana dengan tatapan yang tak beralih dari layar laptop itu.


"Jangan-jangan ... Li, aku harus mencegah orang itu." Ken bangkit dari duduknya!


"Tidak, Ken. Kita akan pergi sama-sama," ucap Liana sembari mencekal pergelangan tangan Ken.


*** *** ***


Jenny memasukkan semua isi brankas itu kedalam tas besar yang sudah ia siapkan sebelumnya!


Setelah brankas itu kosong, Jenny segera pergi meninggalkan ruang pribadinya Rendy!


Saat akan keluar dari ruang kerja Rendy seseorang menodongkan senjata api tepat di bagian kepala Jenny!


"Jangan bergerak."


Jenny tersentak, tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa kaku. Ia merasa sangat sulit bergerak.


Orang itu membuka penutup wajah yang dikenakan oleh Jenny.


"Letakkan tas itu di lantai." Orang yang menodongkan senjata api itu kembali berucap.


Jenny menuruti perkataan orang misterius itu.


Beberapa menit kemudian, Rendy keluar dari tempat persembunyiannya lalu menyalakan lampu utama.


*** *** ***

__ADS_1


Liana dan Ken menatap layar laptop itu dengan tatapan tidak percaya.


"Rendy!" ucap Ken dan Liana secara berbarengan.


Liana berdiri dan lebih mendekat lagi ke laptop itu!


"Shila? jadi ini misi rahasia yang sedang kamu kerjakan?" ucap Ken didalam hatinya.


*** *** ***


Rendy bertepuk tangan sambil berjalan memutari Jenny yang tengah berdiri mematung!


"R_Rendy, tolong suruh orang ini menyingkirkan pistolnya. Aku takut," ucap Jenny.


Rendy tertawa kecil.


"Jenny, Jenny, Jenny. Apa yang kamu lakukan? kamu ingin melakukan hal ini dua kali?" ucap Rendy tanpa menghiraukan perkataan Jenny yang memintanya untuk menyuruh Shila menyingkirkan senjata apinya.


"Sssst!" Rendy menempelkan jari telunjuknya di bibir Jenny.


"Sayang, aku tidak menerima kebohongan lagi." Rendy berjalan sedikit menjauh dari Jenny.


"Rendy, aku tidak mungkin berbohong padamu. Aku sangat mencintaimu."


Saat nyawanya sedang berada di ujung tanduk pun Jenny masih bisa berkata bohong. Sandiwara yang wanita itu mainkan memang sangat sempurna hingga hampir saja Rendy mengalami kejadian yang sama lagi.


"Maaf ya, Jenny. Sengaja aku menjebakmu karena aku ingin tahu siapa sebenarnya dirimu," ucap Rendy dengan senyum penuh kemenangan.


Jenny mengepalkan tangannya rahangnya pun mengerat penuh kemarahan.

__ADS_1


"Sial. Aku tertipu. Dimana Bram, kenapa dia gak datang menyelamatkan gue?" ucap Jenny didalam hatinya.


"Tempat ini sudah dikepung. Jangan coba berpikir untuk lari dari sini," ucap Shila.


Jenny semakin merasa kaku bahkan lidahnya juga terasa kelu hingga ia kesulitan berucap.


"Sekali kamu lari. Pistol ini akan meletus mengarah pada kakimu," ucap Shila lagi.


Di ruangan Lain.


Arkhana sedang mengikat tangan dan kakinya Bram!


"Hei cantik. Lepaskan aku, nanti kita nikmati uang milik Rendy bersama-sama," ucap Bram mencoba merayu Arkhana.


"Sorry, aku bukan perampok recehan. Aku ingin menguasai semuanya sendiri," sahut Arkhana.


Arkhana memang mengaku sebagai perampok pada Bram karena ia tidak ingin ada orang yang tahu kalau dirinya bekerja untuk Rendy.


"Lalu kamu mau apakan aku? kenapa wanita secantik kamu bisa seganas ini?" ucap Bram yang sudah tak bisa berkutik lagi karena tangan dan kakinya terikat oleh tali.


Arkhana membungkukkan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Bram!


"Aku mau menjadikanmu sebagai tersangka utama dari perampokan ini."


*** *** ***


"Ken, jadi selama ini aku sudah berburuk sangka kepada suamiku sendiri?" Liana terus menatap layar laptop itu.


"Aku tidak tahu, aku juga tidak mengerti dengan ini semua," sahut Kendra.

__ADS_1


Liana dan Ken keluar dari ruangan itu lalu berjalan menuju ruangan Rendy!


Bersambung


__ADS_2