Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 25


__ADS_3

Kepala Shania membentur aspal dengan keras sesaat setelah mereka berhenti berguling.


Shania merasakan sakit yang sangat kuat di kepalanya.


"Ahh," lirih Shania, kesakitan.


Saat itu Shania masih bisa melihat wajah Leon lalu beberapa detik kemudian pandangannya menjadi buram lalu sedetik kemudian berubah menjadi gelap.


Leon terus memeluk Shania hingga setelah sakit yang dirasakannya sedikit berkurang, Leon melepaskan pelukannya lalu perlahan duduk di atas aspal itu.


"Awh." Leon memegangi pundaknya.


Leon menatap Shania yang masih tergeletak di aspal dengan mata yang tertutup dan tanpa pergerakan sedikitpun.


"Shania," ucap Leon.


Leon menggoyang-goyangkan pipi Shania!


"Shania! Shania bangun," ucap Leon.


Leon memeriksa denyut nadi Shania!


"Shania pingsan," gumam Leon.


Leon mencoba menggendong Shania namun karena dia juga terluka dia tidak kuat memangku tubuh Shania.


Seseorang berlari menghampiri Leon dan Shania!


"Kamu?" ucap Leon setelah melihat orang yang berlari menghampirinya.


"Bertanya nya nanti saja."


Kayla langsung melakukan pertolongan pertama pada Shania!


Ya, Kayla lah orang yang berlari menghampiri Leon dan Shania, gadis itu menang aktif dimalam hari karena pekerjaannya yang menuntutnya harus melakukannya tugasnya pada saat malam tiba.


Setelah Shania tersadar dari pingsannya, Kayla menelpon seseorang agar cepat datang ke tempat ia berada.

__ADS_1


"Pertolongan akan datang, tunggu sebentar ya," ucap Kayla.


"Ini bukan kebetulan. Setiap aku membutuhkan pertolongan selalu kamu yang menolongku," ucap Leon sembari menatap Kayla.


"Ini real hanya kebetulan saja, jangan berpikir yang tidak-tidak."


"Kayla, siapa dirimu yang sebenarnya?"


"Tidak ada waktu untuk bertanya-jawab, istrimu sedang membutuhkan pertolongan dokter."


Shania memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


"Aku tidak apa-apa," ucap Shania dengan nada lirih.


"Shania, kamu baik-baik saja? Maafkan aku," ucap Leon sembari menggenggam tangan Shania.


Tak lama rekan Kayla yang tadi ditelpon oleh Kayla datang dengan menggunakan mobil. Laki-laki itu turun dari mobilnya lalu membantu Leon dan Shania masuk ke mobilnya.


"Kita ke rumah sakit," ucap Kayla sembari masuk ke mobil tersebut.


Rekan Kayla langsung melajukan mobilnya tanpa menjawab perkataan Kayla.


"Aku yakin kamu tahu apa yang ada dalam pikiranku."


Kayla berucap dengan pandangan lurus ke depan.


Leon terus menatap Shania yang terlihat lemas.


"Dimana yang sakit?" tanya Leon.


Shania menegang kepala bagian belakangnya! "Disini," lirihnya.


Leon mengusap kepala Shania pelan dan ia sangat kaget karena ada darah yang keluar dari kepala Shania.


"Shania, kamu berdarah."


"Itu karena kepala istrimu terbentur dengan keras," ucap Kayla.

__ADS_1


"Tolong percepat laju mobilnya," ucap Leon kepala rekan Kayla yang sedang menyetir.


"Keamanan dalam berkendara adalah prioritas utama kami," sahut laki-laki itu singkat.


Laki-laki itu sedikit menaikan laju kendaraannya namun tidak sampai mencari batas kecepatan maksimal.


Tak lama mereka tiba di halaman rumah sakit terdekat.


Leon segera keluar dari mobil itu lalu memangku tubuh Shania tanpa menghiraukan dirinya yang juga terluka cukup parah.


Shania tak berucap apapun, karena merasa tak berdaya ia membiarkan Leon memangku tubuhnya.


Ini kali pertama Leon terlihat sangat mengkhawatirkan Shania setelah beberapa bulan menikah tidak pernah ada kata harmonis dalam rumah tangga mereka.


Kayla dan rekannya hanya berdiri didepan mobilnya. Mereka tak membantu Leon Karena mereka harus melanjutkan tugasnya.


Sebelum pergi meninggalkan rumah sakit itu, Kayla menelpon Elvan terlebih dahulu.


📞 "Leon dan istrinya mengalami kecelakaan. Sekarang mereka ada di rumah sakit xxx," ucap Kayla setelah Elvan menerima telepon darinya.


📞 "Apa?" ucap Elvan.


Elvan yang baru terbangun dari tidurnya karena mendengar ponselnya berbunyi, terdiam sejenak mencoba mencerna perkataan Kayla.


📞 "Aku yang mengantarkan mereka ke rumah sakit tapi aku tidak bisa menemani mereka karena aku ada urusan lain," jelas Kayla.


📞 "Oke, terimakasih, Kayla. Aku ke sana sekarang!"


📞 "Secepatnya ya."


Kayla menutup teleponnya karena merasa sudah selesai berbicara dengan Elvan.


"Kita pergi sekarang," ucap Kayla kepada rekannya.


"Mereka?"


"Keluarganya akan datang dalam waktu beberapa menit."

__ADS_1


Rekannya Kayla langsung menyalakan mesin mobilnya setelah mendengar perkataan Kayla. Orang-orang seperti mereka memang tidak banyak bicara namun banyak bekerja.


Bersambung


__ADS_2