Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 94


__ADS_3

Hari ini Ken sudah selesai menjalani masa pemulihan, Ken sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


Karena Rendy harus Ke kantor, Ken dijemput oleh Elma dan Liana saja dengan ditemani oleh beberapa bodyguard yang mengkawal mereka.


Saat ini Liana dan Elma sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit!


Di rumah sakit, Shila dan Ken sudah menunggu kedatangan mereka.


"Akhirnya anda bisa pulang juga," ucap Shila.


"Iya, saya beruntung masih diberikan kesehatan untuk hidup," sahut Ken.


Shila tak berucap lagi, ia terus fokus pada ponselnya.


"Ternyata kamu bisa nangis juga ya?" ucap Ken karena Shila terus memainkan ponselnya.


Shila beralih menatap Ken! "maksudnya?" tanya Shila.


"Waktu aku sedang koma aku bermimpi ada yang menangis karena aku tidak kunjung terbangun dan dalam mimpi itu kamu duduk di sampingku sambil mengungkapkan kekesalanmu dengan belaian tangan yang lembut dipipiku," ucap Ken sembari tersenyum.


"Itu hanya mimpi, Pak," ucap Shila.


"Aku juga berpikir seperti itu tapi kata dokter semua yang aku dengar waktu aku koma adalah benar adanya," ucap Ken lagi.


"Tapi saya tidak melakukan itu," sangkal Shila tanpa menatap wajah Ken.

__ADS_1


"Lalu saat pertama kali kamu menemukan aku, aku dengar ada yang berucap 'jika kita berjodoh kamu akan selamat' waktu itu aku masih memiliki kesadaran meski hanya sedikit," ucap Ken.


Shila tak menjawab ucapan Ken, memang ia mengatakan perkataan itu.


"Kenapa diam? atau kamu sudah lupa dengan ucapanmu sendiri?" tanya Ken terus menggoda Shila yang sudah tersipu malu.


"Bagaimana dengan perkataan yang terakhir kamu ucapkan? 'saya gak rela kehilangan anda' apa itu cuma tipuan untuk saya?" Ken terus menghujani Shila dengan pertanyaan.


"Baru sembuh udah ngeselin aja nih orang," gerutu Shila didalam hatinya.


"Itu ... itu. Mungkin itu cuma khayalan anda saja karena sebelum anda koma anda selalu ingin bertemu dengan saya kan?" ucap Shila memutar balikkan fakta.


Ken terdiam jangan-jangan benar ucapan Shila karena memang ia memiliki sedikit rasa kepada Shila.


Entah itu rasa cinta atau hanya sayang sebagai sahabat saja.


Shila dan Ken menoleh ke arah suara!


"Mama? sejak kapan Mama disitu?" ucap Ken.


"Jangan sampai Mama dengan obrolan aku dengan Shila barusan. Bisa malu aku," ucap Ken dalam hatinya.


"Ada apa, sayang? kamu lagi membicarakan sesuatu yang sangat rahasia sama Shila?" tanya Elma karena melihat Ken dan Shila begitu terkejut saat tahu ia berada di tempat itu.


"Ng_nggak kok. Cuma tanya aja," ucap Ken.

__ADS_1


"Bisa malu aku kalau Ibu dengar semua pembicaraan aku sama pak Ken. Semua ini gara-gara orang nyebelin itu," ucap Shila didalam hatinya sembari menatap Ken tajam.


"Mama baru aja tiba kalau kalian udah siap pulang, kita langsung pulang aja," ucap Elma.


Mereka pun berjalan keluar dari ruangan itu lalu mulai meninggalkan area rumah sakit.


Saat ini jam menunjukkan pukul 10:23 wib.


Rendy baru saja selesai menemui klien disalah satu kafe yang jaraknya lumayan jauh dari kantornya. Jika biasanya ini adalah pekerjaan Ken namun sekarang ia yang melakukan pekerjaan itu karena Ken belum bisa kembali Ke kantor.


Saat Rendy sedang berjalan menuju mobilnya Jenny datang menghampirinya.


"Sayang gimana kabar Ken?" ucap Jenny.


"Jenny! kamu ngapain ada disini?" ucap Rendy.


"Aku mau ketemu teman kebetulan sekali ya kita ketemu disini," ucap Jenny.


Jenny langsung memeluk dan mencium kekasihnya itu!


"Aku sangat merindukan kebersamaan kita," ucap Jenny.


"Aku juga. Sabar ya setelah Ken sembuh aku pasti menemui dirimu," ucap Rendy sembari membelai rambut Jenny.


Jenny tersenyum bahagia, "janji ya," ucapnya manja.

__ADS_1


"Ya, aku janji," sahut Rendy.


Bersambung


__ADS_2