Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 113


__ADS_3

Wildan tersenyum.


"Kamu memang beda dari yang lain. Baiklah Shila, kamu butuh berapa orang?" tanya Wildan.


"Hanya satu atau dua orang tapi harus terjamin kualitasnya," sahut Shila.


"Perempuan atau laki-laki?" tanya Wildan lagi.


"Terserah, asal dapat melakukan tugas dengan baik," ucap Shila.


"Oke." Wildan pergi dari ruangan itu untuk memanggil dua orang yang akan membantu Shila.


Di rumah Rendy.


Rendy membuka pintu kamar Liana lalu memasuki kamar itu!


Rendy menggelengkan kepalanya saat melihat sang istri sedang menangis. Rendy menghampiri istri lalu duduk di sampingnya!


"Jangan menangis, nanti bayi kita ikut sedih," ucap Rendy sembari menghapus air mata Liana dengan ibu jarinya.


Liana tak menghiraukan ucap Rendy malah ia membelakangi suaminya itu.


"Aku tahu kamu belum bisa memaafkan aku tapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk kamu dan Rendy junior," ucap Rendy sembari memeluk Liana dari belakang.


"Mas, bisakah untuk tidak menggangguku? aku ingin sendiri," ucap Liana sembari berusaha melepaskan tangan Rendy yang melingkar di perutnya.


"Aku bersamamu, bersama calon anak kita. Kalau aku pergi kamu pasti menangis lagi," ucap Rendy.


"Jangan perdulikan aku dan bayiku. Kamu urus saja selingkuhanmu itu bilang padanya jangan pernah ganggu aku atau aku akan membuatnya tidak bisa berbicara lagi seumur hidupnya," ucap Liana dengan nada datar.


"Liana, jangan sakit dia. Kalau kamu marah, marah saja padaku," ucap Rendy.


Hati Liana terasa sakit seperti ada yang menusuk saat mendengar suaminya membela wanita itu.

__ADS_1


"Maaf Liana, aku tidak bisa membiarkan kamu dalam masalah, Jenny akan menjadi urusanku," ucap Rendy dalam hatinya.


"Ueek! uek!" Tiba-tiba Liana merasa mual.


Liana segera berlari ke kamar mandi karena merasa ia akan memuntahkan isi perutnya!


Rendy segera berlari menghampiri Liana!


Rendy mengelus punggung Liana lalu membersihkan bibir Liana dari sisa makanan yang Liana muntahkan.


Liana merasa lemas hingga kakinya tak dapat menopang berat tubuhnya, wajahnya pun terlihat pucat.


Rendy segera memangku Liana lalu membawanya ke tempat tidur.


Rendy mengusap kening Liana lalu menyingkirkan anak rambut yang berantakan di wajah sang istri.


"Kamu tunggu disini, aku ambil air minum dulu," ucap Rendy dengan penuh kekhawatiran.


Setelah beberapa menit, Rendy kembali dengan air minum ditangannya!


"Masih mual?" tanya Rendy.


Liana menggelengkan kepalanya.


"Perutku sakit," ucap Liana.


Rendy semakin khawatir karena Liana semakin terlihat lemas dan pucat.


"Aku telpon dokter, ya," ucap Rendy sembari mengusap-usap perut sang istri.


"Jangan, aku istirahat saja," ucap Liana.


Rendy tak berucap lagi, dia berbaring disamping Liana sambil terus mengusap-usap perut Liana dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Dalam hati Liana ingin sekali menolak perhatian dari Rendy namun tubuhnya sangat menikmati perlakuan suaminya itu.


Liana mulai menutup matanya tanpa ia sadari ia memeluk tubuh sang suami.


Rendy membalas pelukan Liana.


"Sebentar lagi kamu pasti bahagia. Kita akan bahagia," ucap Rendy didalam hatinya lalu iapun ikut tertidur menyusul Liana ke alam mimpi.


Di kantor.


Ken sedang sibuk dengan segudang pekerjaannya.


Tiba-tiba seseorang datang tanpa mengetuk pintu.


"Pak Ken," ucap orang itu.


Ken menatap seseorang yang sedang berdiri didepan pintu.


"Shila? masih aja manggil pak," ucap Ken.


Shila tersenyum lalu berjalan menghampiri Ken yang tengah duduk di kursi kerjanya.


"Aku harus manggil apa? hubungan kita kan rahasia," ucap Shila.


"Terserah deh. Ada apa kamu kesini?" tanya Ken.


"Tadi aku mengikuti orang yang melukaimu sampai ketempat persembunyiannya, sayangnya aku ketahuan lalu aku dikepung sama mereka," ucap Shila.


Ken langsung merasa khawatir kepada kekasihnya itu. Ken meraih tangan Shila lalu memutar tubuhnya sembari meneliti tubuh Shila apakah ada yang terluka atau tidak!


"Kenapa sih?" ucap Shila.


"Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Ken.

__ADS_1


"Tidak," sahut Shila singkat.


Bersambung


__ADS_2