Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 79


__ADS_3

"Kalau gitu, Bibik panggil mas Rendy ya. Aku ngantuk mau tidur," ucap Liana lalu segera masuk kedalam kamarnya.


Setelah Liana memasuki kamarnya Bik Ida langsung mengetuk pintu kamar Rendy!


Tak lama Rendy membuka pintu kamarnya! "Ada apa Bik?" tanya Rendy.


"Ada tamu," ucap Bik Ida.


"Oh tamunya udah sampai. Suruh dia menunggu sebentar ya, Bik," ucap Rendy.


"Baik, Tuan," ucapan Bik Ida lalu bergegas pergi.


Setelah lima menit Rendy baru turun dari kamarnya.


"Pak, maaf terpaksa saya harus mengganggu anda malam-malam begini," ucapan Shila dengan tidak enak hati.


"Tidak apa-apa. Kita berangkat sekarang," ucap Rendy penuh semangat.


"Istri anda sudah tahu?" ucap Shila yang tak ingin menimbulkan kesalahpahaman.


"Belum. Dia sudah tidur," ucap Rendy.


"Ada baiknya istri anda tahu tentang ini. Saya tidak ingin istri anda berpikir yang tidak-tidak tentang anda dan saya," ucap Shila.


Rendy terdiam sejenak, memang benar apa yang dikatakan Shila. Ia sudah menodai kepercayaan Liana dan mungkin ia akan lebih sulit untuk mendapatkannya kembali dengan tak memberi tahu Liana tentang hal ini.


"Baik, kamu tunggu sebentar ya," ucap Rendy sembari beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar Liana.


Tok! tok! tok! Rendy mengetuk pintu kamar Liana.


Liana yang sedang menangis langsung menyapu air matanya dengan kedua tangannya.


Setelah memastikan air matanya sudah kering Liana baru membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, mas?" ucap Liana datar.


Rendy menatap wajah sang istri terlihat mata sang istri sembab karena terlalu lama menangis.


Rendy menangkup wajah Liana dengan kedua tangannya!


"Kamu kenapa menangis?" ucap Rendy.


Liana melepaskan tangan Rendy yang memegangi kedua belah pipinya!


"Aku baik-baik saja," ucapan Liana.


"Ikut denganku sebentar," pinta Rendy.


"Mau apa?" Liana malah bertanya balik kepada suaminya.


"Sebentar saja, dibawah ada tamu," ucap Rendy lagi.


"Aku lelah, mas," ucap Liana.


Rendy menarik tangan Liana membawanya ke ruangan tamu dengan sedikit memaksa.

__ADS_1


"Ini perintah bukan permintaan ku tidak ingin ada penolakan," ucap Rendy sembari terus berjalan dengan tangan masih memegang tangan sang istri.


"Mau ngapain sih, mas?" ucap Liana sembari berjalan dibelakang Rendy dengan terpaksa.


"Kamu akan tahu nanti," ucap Rendy.


Setelah tiba di ruang tamu Liana mendapati seorang wanita sedang duduk membelakangi mereka. Liana berpikir itu adalah Jenny, hati Liana mulai perih dan dadanya juga terasa sesak.


Liana berdiri mematung tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Ayo duduk!" ucapan Rendy sembari menarik tangan Liana lagi.


Shila menolih ke belakang karena mendengar suara Rendy!


"Nona Liana, maaf saya datang diwaktu yang kurang tepat," ucap Shila.


"Shila, ngapain kamu kesini malam-malam? ada apa, mama kenapa?" tanya Liana yang langsung mengkhawatirkan ibu mertuanya.


"Ibu baik-baik saja. Saya kesini ingin minta tolong sama Pak Rendy," ucap Shila.


"Minta tolong apa sehingga kamu kesini malam seperti ini," ucap Liana.


"Saya ingin diantar ke tempat menghilangnya Ken," jelas Shila.


"Apa! Ken menghilang?" ucap Liana.


Liana yang belum tahu tentang hal ini merasa terkejut saat mendengar berita bahwa sahabatnya itu hilang.


"Iya, Ken hilang tadi aku sempat mencarinya tapi tak membuahkan hasil dan akhirnya aku minta tolong sama Shila untuk membantuku mencari Ken," jelas Rendy.


Liana terdiam merasa bersalah pada suaminya, ia sudah berpikiran buruk terhadap suaminya dan ternyata suaminya itu sibuk mencari adiknya yang hilang.


"Baiklah," sahut Rendy.


"Sayang, aku pergi dulu ya," ucap Rendy kepada Liana.


"Aku ikut," ucap Liana.


"Yaudah, kita cari Ken bareng-bareng ya," ucap Rendy sembari mengelus punggung tangan Liana.


Shila, Rendy dan Liana pun segera bergegas pergi menuju tempat menghilangnya Ken!


Dua puluh menit berkendara akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Rendy menghentikan laju kendaraannya lalu segera turun dari mobilnya!


"Disini tempat mobilnya Ken terparkir," ucap Rendy setelah ketiganya turun dari mobil.


Shila berjalan memeriksa tempat sekitar!


"Darah?" ucap Shila saat melihat ada genangan darah yang sudah mengering.


"Saya curiga itu darah Ken," ucap Rendy.


"Kenapa darahnya sebanyak ini? disini juga ada bekas genangan darah," ucap Liana.


Shila menyentuh darah yang masih agak basah lalu mencium bau darah itu!

__ADS_1


"Sepertinya ini bukan darah manusia," ucap Shila.


"Kalau bukan darah manusia lalu ini darah apa dan kenapa Ken menghilang?" ucap Rendy penasaran.


Shila beranjak lalu berjalan kembali menuju bekas genangan darah yang lain tanpa menjawab pertanyaan Rendy!


Shila kembali mencium bau darah dari genangan yang berbeda.


"Yang ini sepertinya darah manusia," ucap Shila.


"Pak Ken dalam bahaya. Secepatnya kita harus menemukan dia," ucap Shila lagi.


"Polisi sedang melakukan pencarian dan semua orang-orang terbaik yang saya punya sudah saya kerahkan untuk mencari Ken," jelas Rendy.


Shila mengangguk paham.


Ditempat lain.


Disebuah Club malam Jenny dan Bram sedang merayakan keberhasilannya dalam menyingkirkan Ken.


"Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi kamu untuk keluar masuk kantor Rendy," ucap Bram kepada Jenny.


"Iya sayang, kamu memang selalu bisa diandalkan," sahut Jenny.


Bram dan Jenny tertawa bahagia di tempat itu tanpa mereka sadari mereka sudah bermain-main dengan bahaya.


"Rendy sudah bisa dihubungi belum?" tanya Bram.


"Saat ini belum. Kamu tenang saja sayang, aku pasti bisa mengelabui si Rendy itu dengan cinta palsuku," ucap Jenny penuh percaya diri.


"Sekarang giliran kamu yang beraksi, selama tidak ada Ken kamu cari surat-surat penting perusahaan Rendy lalu kita jual," ucap Bram.


"Itu tidak semudah yang kamu bicarakan. Aku sudah mencarinya tapi tidak ada paling kita cuma bisa mengambil uang yang Rendy simpan di brankas yang ada di ruang pribadinya," ucap Jenny.


"Usaha juga belum, kamu coba cari lagi dong," ucap Bram.


"Iya nanti pasti aku cari lagi," ucap Jenny.


"Gitu dong sayang," ucap Bram sembari mengelus pipi sang kekasih.


"Kalau kamu gak nemuin apa yang kamu cari uang juga boleh kamu ambil. Keruk aja semua uang yang kamu temukan, tapi ingat jangan sampai ketahuan biar kita gak usah kabur lagi seperti yang sudah terjadi," ucap Bram.


"Iya sayang, kali ini aku akan lebih berhati-hati lagi," sahut Jenny.


Di tempat menghilangnya Ken.


"Pak, saya akan cari tahu siapa orang dibalik semua ini nanti saja sekarang kita fokus cari pak Ken terlebih dahulu," ucap Shila.


"Saya setuju. Biar bagaimana pun keselamatan Ken harus diutamakan," ucap Rendy.


"Aku akan ikut berperan dalam mencari Ken," ucap Liana.


"Anda yakin? ini pekerjaan berat," ucap Shila yang tak tahu kemampuan Liana.


"Saya yakin. Ken sahabat sekaligus adik ipar saya yang saya milik jadi seberat apapun pekerjaan itu akan saya lakukan," jelas Liana.

__ADS_1


"Kamu boleh ikut mencari Ken, tapi ingat kamu harus berhati-hati karena aku tidak ingin kamu kenapa-napa," ucap Rendy.


Bersambung


__ADS_2