Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
kegundahan


__ADS_3

Tak lama setelah mereka berhenti tertawa dan bergurau datang lah Meli ibu Mita dengan tukang urut yang akan mengurut kaki Mita.


"Silakan mbak duduk dulu di sini, saya ambil minyak urut dulu" Ucap Meli. Selang beberapa menit Meli pun datang membawa minyak yang mbak Yuyun butuhkan untuk proses mengurut. Mbak Yuyun adalah seorang tukang urut yang sangat profesional di desanya PADIAN, tukang urut lah pekerjaannya sehari-hari.


"Mbak pelan-pelan ya, sakit ni loh" ucap Mita memberitahu.


"Iya. Nanti juga hilang sakitnya kalau sudah di urut" ujar Mbak Yuyun.


Kini Mita tengah baring di kamarnya, sejak kejadian tadi siang ia merasa lelah padahal jam menunjukan pukul 9 malam namun Mita tak kunjung untuk tidur, matanya sama sekali tak merasa mengantuk. Mita melihat ke bawah kasur melihat suaminya yang tengah tidur di bawah yang hanya beralaskan tikar tipis, Mita bosan bahkan sangat bosan dalam keheningan malam yang panjang ini hanya ia sendiri yang terbangun dan tetap terjaga.


"Kak..kak...kak" panggil Mita kepada Yudi dengan cara menggoyangkan tubuhnya.


"Hmm" jawab Yudi yang masih setengah sadar.


"Bangun dulu kak"  sahut Mita yang terus mengganggu Yudi yang tengah tidur, Yudi tak bisa tertidur kalau ada yang mengganggunya dan ia pun mau tak mau bangun dengan terpaksa.


"Apa sih Cil" timpal Yudi kesal.


"Mita gak bisa tidur kak" ujar Mita.

__ADS_1


"Terus kenapa kalau kamu gak bisa tidur harus bangunin aku" ucap Yudi.


"Mita bosan kalau bangun hanya sendiri, jadi kakak temenin Mita atau cerita apa aja yang penting kakak gak tidur" jelas Mita menatap wajah Yudi yang berada di lantai. Yudi pun bangun dan segera duduk di samping Mita.


"Aku ini ngantuk Cil" ucap Yudi.


"Kan bisa tidur lagi setelah Mita tidur kak" jawab Mita.


"Terus aku harus ngapain biar kamu tidur" tanya Yudi yang masih mengantuk.


"Kakak ceritain masa kecil kakak aja, siapa tahu nanti Mita bisa tidur" jawab Mita.


Yudi pun duduk di samping Mita yang sedang berbaring itu, ia menceritakan masa kecilnya dengan panjang lebar. Saat Yudi melihat Mita sudah terlelap Yudi pun segera ikut tidur, namun Yudi tidur tidak di lantai namun kini malah di kasur yang sama dengan Mita. Karena Yudi sudah sangat mengantuk ia pun tak sanggup untuk pindah tempat tidur dan mereka tidur dalam satu kasur bersama.


Mita yang sudah sepenuhnya sadar langsung ingin melepaskan tangan Yudi dari pinggangnya namun tangan Yudi sangat kuat hingga tak bisa Mita lepaskan sehingga Mita teriak membangunkan Yudi seketika.


"Ngapain kakak di kasur Mita" teriak Mita di hadapan Yudi yang masih ikutan baring karena tak bisa melepaskan tangan Yudi. Yudi pun bangun yang mendengar suara Mita sangat berisik.


"Ada apa sih Cil pagi-pagi sudah teriak-teriak gak jelas" tanya Yudi tanpa bersalah.

__ADS_1


"Kakak ngapain di atas kasur Mita dan tangan kakak megang-megang Mita" protes Mita pada Yudi, dan segera menjauh dari Yudi.


"Apa kita tidur sekasur? Kamu pasti mindahin aku ke kasur ya" teriak Yudi syok saat mendengar bahwa ia tidur bersama Mita.


"Enak aja, mana mungkin Mita kuat. Kakak pasti sengaja kan tidur sama Mita" ujar Mita. Yudi pun mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam, dan benar saja bahwa ia ketiduran di kasur bersama Mita


"Aku ingat semalamkan kamu bangunin aku terus aku cerita dan aku juga ketiduran di kasur sama kamu Cil, jadi ini juga salah kamu coba aja gak bangunin aku pasti aku gak ketiduran sama kamu" timpal Yudi mengelak.


"Jadi ini salah Mita ya yang bangunin kakak semalam" ucap Mita polosnya.


"Iya lah siapa lagi coba kalau gak kamu" sahut Yudi.


"Ya udah deh maaf ya kak karna udah marah-marah" ucap Mita meminta maaf.


"Gampangnya dikerjain nih Kecil" ucap Yudi dalam hatinya.


Nanti sore adalah hari dimana Mita akan pergi meninggalkan keluarganya dan Mita akan pindah ke jakarta ikut dengan suami dan ayah mertuanya. Hari ini adalah Hari terakhir bagi Mita, Mita sedang duduk termenung di kursi meja belajarnya, daripada meratapi takdir yang telah ia ikhlaskan lebih baik ia menulis sebuah Novel yang akan menghilangkan keluh kesah di dalam dadanya, menulis tentang sebuah karangan dapat membuat rasa sedih yang ia rasakan hilang, bahkan ia tak merasakan bahwa ia sedang sedih. Dengan cara ini lah Mita dapat menyemangati hatinya yang sedang galau karena akan berpisah dengan ibu bapaknya. Karena Mita suka dengan menulis dan sudah dengan lihainya merangkai kata menjadi sebuah cerita dan puisi maka setiap apa yang ingin ia curahkan pasti ia curahkan lewat cerita atau puisi yang ia buat sendiri. 


Mita memiliki wajah yang cantik dan manis memiliki warna kulit yang putih bersih dan mata yang indah. Dirinya tidak suka dengan make up, wajahnya begitu natural dan Apa lagi gadis ini memiliki sifat lugu dan polos, membuat nya semakin menggemaskan. 

__ADS_1


Adakalanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan tapi dari situ kita belajar untuk ikhlas dan sabar. Sebelum lahir kita sudah mengenal sabar dan ikhlas, ketika ibu melewati masa mengandung dan melahirkan, saat ayah berjuang penuhi kebutuhan. Menjadi sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian. Tuhan bantu aku untuk selalu bersyukur atas semua keadaan, sabar menjalani masalah dan ikhlas akan semua takdirmu. Sabar dan ikhlas adalah kunci sukses menjalani segala cobaan yang tuhan beri, agar hati dan keyakinan kita tetap kuat bertahan.


Mita menulis kalimat-kalimat yang indah itu pada Buku-buku yang selalu digunakan dalam setiap hal. Mita baru saja selesai menulis dan segera !menutup bukunya, ia mendengar nada dering yang berbunyi dua kali, Mita pun berbalik badan dan melihat bahwa hp Yudi berbunyi terus pertanda bahwa ada yang menelpon, segera Mita ambil hp milik suaminya untuk memberitahukan padanya. Dengan berjalan tertatih-tatih karena belum sembuh sepenuhnya ia pun segera keluar kamar untuk memberitahukan kepada.


__ADS_2