
"Bodoh! bodoh! memberi pelajaran pada wanita tua saja kalian tidak bisa!" ucap Jenny kepada empat orang yang ia bayar untuk menyakiti Elma.
"Kamu tidak bilang kalau ada seorang bodyguard wanita yang menjaganya," ucap salah satu dari orang-orang itu.
"Bodyguard wanita?" ucap Jenny mengulang perkataan orang itu.
"Iya. Seorang gadis yang bersama wanita itu ternyata bukan wanita sembarangan," ucap laki-laki itu lagi.
"Ternyata tante Elma punya bodyguard wanita. Dari kapan kok aku gak tahu," ucap Jenny didalam hatinya.
"Kami tetap minta bayaran yang belum lunas," ucap salah satu dari orang-orang itu.
"Apa ... bayaran! kerja kalian gak berhasil tapi minta uang lagi? nggak. Aku gak mau bayar lagi," ucap Jenny dengan menaikan nada bicaranya.
"Kami sudah merahasiakan siapa yang menyuruh kami, kalau kamu gak mau bayar, kami akan mengatakan bahwa kamu yang menyuruh kami untuk melukai ibu itu," ucap laki-laki itu mengancam Jenny.
Jenny mendengus kesal! tujuannya tidak tercapai namun ia harus tetap membayar. Jenny mengeluarkan dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah dan memberikan uang itu kepada salah satu dari orang-orang yang telah ia suruh.
"Ambil nih!" ucapan Jenny sembari menyodorkan uang itu.
laki-laki itu segera menyambar uang ditangan Jenny! "gitu dong," ucapnya.
"Ingat, jangan sampai siapapun tahu tentang ini," ucap Jenny.
"Beres," sahut laki-laki itu.
Tanpa permisi Jenny meninggalkan empat orang itu ditempat yang jauh dari keramaian itu!
Di rumah Elma.
"Mama, aku mau ke rumah sakit ya," ucap Liana setelah sarapan bersama dengan ibu mertuanya.
"Mama ikut," ucap Elma.
__ADS_1
"Mama istirahat aja di rumah. Dokter bilang paling sebentar Mama harus istirahat satu minggu," ucap Liana mengingatkan ibu mertuanya.
"Dua hari. Mama rasa Mama sudah cukup beristirahat," sahut Elma.
"Dua hari belum cukup, Ma. Dokter bilang kan paling sebentar satu minggu," ucap Liana lagi.
Elma menghela nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.
"Mama ingin tahu keadaan Ken," ucap Elma lirih.
"Nanti aku kasih tahu setelah aku bertemu Ken kalau Mama penasaran nanti aku videocall Mama di ruangan Ken deh," ucap Liana dengan senyumnya.
"Yaudah deh, tapi kamu pergi diantar bodyguard ya," ucap Elma yang tak ingin kejadian tempo hari terulang lagi.
"Biar Mama gak khawatir, aku bersedia dikawal oleh bodyguard-bodyguardnya Mama," ucap Liana.
Elma tersenyum meski terpaksa. "Kamu memang wanita hebat yang bisa menjaga dirimu sendiri tapi Mama tak ingin luka ini berdarah lagi," ucap Elma sembari mengusap sudut bibi Liana hingga ke pipinya.
Liana meraih tangan sang mertua! "aku baik-baik saja kok, Ma," ucap Liana.
"Iya, hati-hati ya sayang," ucap Elma.
Liana tersenyum lalu meninggalkan Elma di ruang makan itu.
Di rumah sakit.
Sudah dua hari namun Ken masih belum melewati masa kritisnya bahkan Ken baru saja dinyatakan koma oleh dokter.
Rendy menggelengkan kepalanya, ia tak sanggup berkata apapun setelah mendengar kabar dari dokter.
Kini Rendy sedang duduk di samping Ken yang tengah terbaring tak sadarkan diri.
"Ken, kenapa jadi seperti ini? cepat bangun, aku tidak bisa memegang semua sendiri,"lirih Rendy.
__ADS_1
Shila dan Sam yang berdiri Di pintu sambil sesekali melihat Rendy dan Ken dari kaca yang terdapat pada pintu ruangan Ken dirawat.
"Pak Ken dinyatakan koma," ucap Shila dengan nada lirih.
"Orang sebaik Pak Ken seharusnya tidak mendapat cobaan seberat ini," ucap Sam tanpa menatap Shila.
Shila tersenyum getir. "Sebenarnya bukan pak Ken saja yang merasakan pedihnya cobaan ini tapi juga keluarga dan orang-orang terdekatnya juga ikut merasakan kepedihannya," ucap Shila.
Secara tidak langsung Shila mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini.
"Kita do'akan saja yang terbaik untuk pak Kendra," ucap Sam.
Shila menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan rekan kerjanya itu.
Setelah hampir satu jam Rendy duduk di samping Ken dengan tatapan yang tak lepas dari wajah sang adik, Rendy mulai merasa mengantuk karena sejak Ken menghilang hingga saat ini ia belum tidur.
Di lorong rumah sakit.
Liana sedang berjalan menuju ruangan Ken dirawat dengan tiga bodyguard yang membuntutinya dari belakang!
"Bu Liana, anda kenapa?" tanya Sam yang melihat bekas luka berdarah dan luka lebam di wajah Liana.
"Tidak apa-apa, hanya kecelakaan kecil saja," sahut Liana.
Shila menatap Liana lalu menatap tiga bodyguard yang berdiri dibelakang Liana.
"Aku lihat keadaan Ken dulu ya," ucap Liana.
Sam menyingkir dari depan pintu ruangan tempat Ken dirawat lalu membukakan pintu itu untuk majikannya!
Liana segera masuk ke ruangan itu!
"Mas," ucapnya saat melihat sang suami tertidur dalam posisi duduk dengan kepala di tempat tidur Ken.
__ADS_1
Rendy yang baru menutup matanya selama beberapa menit mendongakkan kepalanya menatap wajah sang istri dan alangkah terkejutnya ia saat melihat di wajah sang istri ada bekas luka.
Bersambung