Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 97


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu sejak kepulangan Ken dari rumah sakit. Kini Ken mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa Sedangkan Shila, ia mulai mengintai orang yang identitasnya sudah ia cekal.


Di kantor.


Semua karyawan bersyukur karena Ken sudah kembali ke kantor lagi.


"Pagi, Pak Ken," ucap salah satu karyawan dengan ramah.


Ken menebarkan senyum terbaiknya, "pagi juga," sahutnya sambil terus berjalan menuju ruangannya.


"Calon imam gue udah masuk kantor lagi," ucapan salah satu karyawan perempuan kepada Diana.


"Jangan ngimpi lo," ketus Diana yang tahu kalau bosnya itu menyukai bodyguardnya Elma.


Setelah tiba di ruangannya Ken duduk di kursi kerjanya! ia sangat merindukan ruangan itu beserta semua isinya.


"Hai teman-teman apa kabar?" sapa Ken kepada semua barang yang ada di ruangannya.


Ken tersenyum bahagia karena sudah bisa kembali bekerja seperti semula.


Di tempat lain.


Shila sedang mengintai orang yang sudah mencelakai Ken, ia terus memperhatikan gerak-gerik orang orang itu tanpa satupun yang terlewatkan.


"Disini rupanya tempat tinggal orang itu," gumam Shila.


Shila yang berada tak jauh dari tempat orang itu berada masih bisa mendengar suara orang itu yang tengah berbicara kepada seorang wanita didepannya namun sejauh ini ia belum menemukan pembicaraan yang membawanya menuju petunjuk selanjutnya.


Mulai saat ini sampai Shila mengetahui semuanya, ia akan terus mengikuti kemanapun orang itu pergi.


Di kafe yang jaraknya jauh dari kantor.


Rendy sedang bersama Jenny keduanya tengah bercanda gurau setelah beberapa hari belakangan mereka tidak bisa ketemuan.


"Sayang, makasih ya karena kamu sudah menyempurnakan waktu untuk menemui aku," ucap Jenny lalu menyeruput minumannya.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bilang terimakasih karena kamu mau menungguku sampai selama ini," ucap Rendy.


"Maaf ya kemarin-kemarin aku sering membentak kamu. Waktu itu aku lagi stres mikirin Ken yang gak kunjung sembuh karena kalau gak ada dia kita jadi gak bisa bertemu setiap hari," ucap Rendy dengan raut wajah penuh sesal.


"Gak apa-apa, sayang. Sekarang Ken udah sembuh?" ucap Jenny.


"Udah. Sekarang dia udah masuk kantor lagi makannya aku bisa menemuimu di jam kantor seperti ini," jelas Rendy.


Di tempat lain.


Liana sedang dalam perjalanan menuju tempat perbelanjaan dengan ditemani oleh Sam.


Setelah hampir tiga minggu ia bolak-balik ke rumah sakit untuk menemani Ken kini ia ingin merefresh otak dengan pergi berbelanja atau hanya jalan-jalan saja untuk menghilangkan rasa bosannya.


"Kita mau kemana?" tanya Sam.


"Kemana ya?" Liana kebingungan, sebenarnya ia belum tahu akan pergi kemana.


Sam terus mengemudi sambil menunggu jawaban dari Liana akan pergi kemana.


"Berarti sekarang kita ke mall. Mall mana?" tanya Sam.


"Mall terdekat dari sini aja," ucap Liana.


Sam mengangguk paham lalu kembali fokus ke jalanan yang tengah ia lalui.


Disepanjang jalan Liana terus memperhatikan sekitar dan tanpa sengaja tatapan tajamnya menangkap sang suami tengah duduk berdua dengan seorang wanita di salah satu kafe yang ia lewati.


"Sam berhenti!" ucap Liana.


Dengan sigap Sam segera menginjak rem mobilnya!


Ciiit! suara mobil yang mengerem mendadak.


"Ada apa?" tanya Sam setelah mobilnya berhenti.

__ADS_1


"Putar baik, kita ke kafe yang barusan kita lewati," perintah Liana, "jangan lama Sam," sambung Liana lagi.


"Baik," sahut Sam lalu segera melajukan kendaraannya.


Hanya beberapa menit saja mobil yang dikendarai oleh Sam sudah tiba di tempat yang Liana tunjukkan dan Sam pun segera memarkirkan mobilnya.


Liana turun dari mobilnya dengan perasaan yang mulai curiga terhadap suaminya. Ia berjalan sembari memastikan apakah tadi ia tidak salah lihat.


Liana terus memperhatikan suaminya yang memang benar sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita sambil terus berjalan menghampiri mereka.


Pandangan Liana tak terlepas dari suami dan perempuan itu, ia ingin tahu siapa wanita yang sedang duduk dengan posisi membelakanginya itu.


Liana tak ingin salah sangka bisa saja wanita itu adalah klien suaminya.


Sampai Liana tiba didekat mereka.


Deg! bagi disambar petir disiang bolong jantung Liana terasa terlepas dari tempatnya air matanya mulai mengalir saat tahu wanita itu adalah Jenny, selingkuhan suaminya.


"Mas Rendy," ucap Liana dengan berurai air mata.


Rendy dan Jenny menoleh kearah suara.


"Liana," ucap Rendy terkejut karena dipergoki oleh istrinya.


"Aku gak nyangka kamu melakukan ini untuk yang kedua kalinya," ucap Liana.


Liana berjalan cepat meninggalkan Rendy ditempat itu.


"Liana tunggu!" ucap Rendy.


Liana terus berjalan bahkan kini ia berlari!


"Liana tunggu sebentar!" ucap Rendy sembari terus berlari mengejar istrinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2