
Ken mulai melajukan kendaraannya menuju kantor!
Setelah sepuluh menit lebih Ken berkendara tiba-tiba di jalanan yang terlihat sepi ada seseorang yang menghentikannya.
Orang itu melambai-lambaikan tangannya sembari berteriak meminta tolong! terlihat disampingnya ada seorang laki-laki yang tergeletak tak berdaya di aspal dengan darah yang berceceran disekitarnya.
"Tolong! tolong!" ucap laki-laki itu.
Tanpa rasa curiga Ken segera menghentikan laju kendaraannya.
"Ada apa, mas?" tanya Ken tanpa turun dari mobilnya.
"Mas, tolong teman saya baru aja mengalami tabrak lari," ucap laki-laki yang menghentikan Ken.
Ken melihat orang yang tergeletak di aspal dengan hanya mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
"Mas, tolong antarkan teman saya ke rumah sakit," ucap laki-laki itu memelas.
Merasa kasihan kepada orang yang tak ia kenal itu, Ken turun dari mobilnya untuk membantu orang yang katanya menjadi korban tabrak lari itu!
Ken berjalan menghampiri orang yang tergeletak itu tanpa rasa curiga!
Saat Ken membungkukkan badannya, hendak memeriksa keadaan orang itu tiba-tiba ada yang memukul punggung Ken dari belakang hingga membuat Ken jatuh tersungkur.
Ken berusaha bangun untuk melawan orang yang sudah menyerangnya tapi usahanya gagal karena orang yang tergeletak di aspal tadi lebih dulu menyerang lalu menusuk perut Ken dengan pisau yang memang sudah mereka siapkan.
"Ahh!" Ken memegang perutnya yang terasa sakit karena terkena tusukan benda tajam.
Darah mulai mengalir dari lukanya namun Ken terus mencoba membela dirinya dengan sekuat tenaga.
Sonny dan anak buahnya tak memberi ampun kepada Ken meski Ken sudah tak berdaya lagi hingga pada saat Ken tak bergerak lagi mereka baru berhenti memukuli Ken.
"Mam**s lo," ucap salah satu anak buahnya Sonny.
Sonny segera menelpon Bram untuk melaporkan bahwa tugasnya sudah selesai.
📞 "Halo!" suara Bram terdengar dari sebrang telepon.
📞 "Bos, tugas gue sudah selesai. Jangan lupa kirim sepuluh juta lagi ke rekening gue," ucap Sonny.
📞 "Kirimkan dulu buktinya," ucap Bram.
📞 "Oke, tunggu sebentar. Masih gak percaya aja sama kerjaan gue?" ucap Sonny.
__ADS_1
📞"Setelah lo kirim buktinya, gue langsung kirim sepuluh juta nya," ucapan Bram lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Sonny membuka kamera di ponselnya lalu mengambil gambar Ken yang sudah tak berdaya.
Setelah mendapatkan gambar yang menurutnya bagus, Sonny langsung mengirimkan gambar itu kepada Bram.
Sonny 📩 "Ini buktinya." >kirim.
Setelah Bram melihat pesan dari Sonny, ia langsung membalas pesan itu.
Bram 📩 "Bagus. Gue kirim uangnya sekarang lo tunggu aja sekitar lima menit."
Sonny tersenyum setelah membaca pesan dari Bram.
"Mau dibuang kemana ni orang?" ucap salah satu anak buahnya Sonny.
"Didepan ada jurang. Buang aja kesana," sahut Sonny.
"Mobilnya gimana?" ucap anak buahnya Sonny yang satu lagi.
"Tinggalin aja disini," ucap Sonny.
Kedua anak buah Sonny menyeret tubuh Ken yang sudah tak sadarkan diri lalu melemparnya ke jurang yang berada tidak jauh dari tempat mereka mencelakai Ken!
"Sayang," ucap Rendy kepada Liana saat setelah selesai sarapan.
"Jangan panggil aku dengan nama itu," ucap Liana datar.
"Liana maafkan aku atas semua kekhilafan ku," ucap Rendy dengan tatapan sendu.
"Aku tetap ingin berpisah darimu, mas," ucap Liana masih dengan wajah datarnya.
Liana memang berniat untuk memperjuangkan pernikahannya dengan Rendy tapi saat ini masih ada rasa ragu di hatinya.
"Aku tidak mau pisah. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu," ucap Rendy sembari menggenggam tangan Liana.
"Aku sudah pernah bilang, hubungan tanpa kepercayaan akan sulit dijalankan dan hal itu sedang terjadi kepadaku sekarang. Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayai kamu lagi atau tidak," ucap Liana.
"Liana, aku benar-benar menyesal atas kesalahan yang sudah aku perbuat. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi," ucap Rendy memohon.
"Sudah hampir jam sembilan, kamu sudah telat ke kantor hampir satu jam," ucap Liana mengalihkan pembicaraan.
Rendy melihat jam di tangannya!
__ADS_1
"Baiklah, aku ke kantor sekarang.Aku harap kamu dapat memaafkan aku," ucap Rendy lalu pergi meninggalkan Liana.
Rendy mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Jika biasanya ia diantar sang istri sampai mobilnya, namun kali ini tidak jangankan mendapat kecupan mesra dari sang istri, senyuman pun tak Liana suguhkan untuknya.
Rendy merasa ada yang kurang karena tak mendapatkan perlakuan mesra dari sang istri.
Rendy terus melajukan kendaraannya! setelah berkendara selama lima belas menit, Rendy menghentikan mobilnya secara tiba-tiba setelah ia melihat mobil Ken terparkir di tepi jalan!
Rendy segera turun dari mobilnya lalu berjalan menghampiri mobil Ken yang terparkir disembarang tempat.
"Ken!" ucap Rendy sembari mengetuk pintu mobil Ken.
Tak mendapat respon dari adiknya, Rendy mencoba membuka pintu mobil Ken!
"Tidak dikunci?" ucap Rendy setelah berhasil membuka pintu mobil Kendra.
Rendy memeriksa kedalam mobil itu, namun ia tak mendapati sosok Ken didalam mobilnya.
"Kemana tuh anak?" gumam Rendy.
Rendy melihat ke sekeliling, namun ia masih tak menemukan Ken hingga ia melihat darah berceceran di aspal tidak jauh dari tempat mobil Ken terparkir.
Rendy berjalan cepat menghampiri bercak darah itu!
"Darah ini masih baru," lirih Rendy.
Rendy mulai berpikiran yang tidak-tidak terhadap adiknya itu.
"Jangan-jangan Ken?" ucap Rendy sembari menatap tangannya yang baru menyentuh darah itu.
"Ken! Kendra! Ken lo dimana!" Rendy berteriak sekencang suara yang ia miliki, berharap Ken akan menjawabnya.
Setelah lima menit lebih Rendy mencari Ken ditempat itu, akhirnya ia menyerah karena ia tak kunjung menemukan adiknya itu.
Rendy segera masuk kedalam mobilnya lalu melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, ia harus melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Rendy melajukan kendaraannya dengan perasaan gelisah dan khawatir, ia takut terjadi apa-apa terhadap adiknya.
Diperjalanan Rendy menyempatkan untuk menelpon orang-orang terbaiknya, ia menyuruh mereka untuk membantunya mencari dimana keberadaan Kendra.
Sepuluh menit berlalu akhirnya Rendy tiba didepan kantor polisi yang ia tuju.
Rendy segera memarkirkan mobilnya lalu bergegas keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Bersambung.