
Setelah Shania tertidur, Leon keluar dari kamarnya meninggalkan Shania yang sudah terlelap!
Leon berjalan tanpa arah, pikirannya melayang entah kemana. Hingga setelah hampir sepuluh menit berjalan, Leon baru tersadar dari lamunannya.
Leon menatap sekeliling, terlihat tempat itu gelap dan sepi.
"Astaga, dimana aku?" gumam Leon.
Leon melanjutkan langkahnya menuju sebuah taman yang terdapat tidak jauh dari tempat ia berada!
Leon duduk di atas batu besar sembari memandangi rembulan di atas langit.
"Malam ini cerah, langit terlihat indah dengan adanya bulan dan bintang-bintang yang menghiasi," ucap Leon sembari terus menatap langit.
Leon melihat bayangan Biani yang tertawa bahagia namun sedetik kemudian berubah menjadi menangis.
"Biani," lirih Leon.
"Malam ini begitu cerah, berbeda dengan hatimu yang mendukung. Kalau memang kamu menginginkannya, kenapa tidak mengejarnya?" ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Leon menatap gadis itu.
"Siapa kamu?" tanya Leon.
Gadis itu tersenyum kearahnya.
"Aku, Kayla." Kayla berjalan lebih mendekat lagi kepada Leon.
"Jangan ikut campur urusan aku."
"Siapa yang ikut campur? Aku hanya menyarankan Tuan Leon," ucap Kayla.
Leon menatap gadis yang berada tak jauh darinya, dalam hatinya ia bertanya dari mana gadis itu tahu namanya.
"Sekarang sudah malam, silahkan Anda kembali ke hotel tempat Anda menginap," ucap Kayla.
"Jangan mengatur hidup saya."
"Saya tidak mengatur hidup Anda, saya hanya tidak ingin Anda mengganggu aktivitas saya," ucap Kayla.
__ADS_1
"Oh, jadi kamu perampok? Yang biasa beraksi di malam hari," ucap Leon.
"Bukan hanya perampok yang bekerja di malam hari. Saya minta, pergi dari sini," ucap Kayla.
Gadis misterius itu meminta agar Leon pergi dari tempat itu, entah apa yang akan dilakukan oleh seorang gadis di malam hari dan di tempat yang minim penerangan dan sepi.
Tanpa penolakan Leon pergi meninggalkan tempat itu!
Kayla menatap kepergian Leon dengan senyum misterius di bibirnya.
...****************...
Shania berdecak kesal karena Leon meninggalkan dirinya sendirian.
"Dasar kulkas, awas aja, aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku memohon cinta dariku," gumam Shania.
Shania meraih ponselnya untuk melihat pesan yang masuk sejak sore hari!
Setelah membaca pesan yang menurutnya tidak penting itu, Shania meletakkan kembali ponselnya.
Dilihatnya waktu menunjukkan pukul 02:30 dinihari, Leon belum juga kembali ke kamarnya.
"Kemana laki-laki kulkas itu? Apa dia menemui kekasihnya?" Shania bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Tak lama Leon datang. Leon berdiri sembari memandangi Shania yang sedang menutup matanya.
"Dadar gadis aneh. Katanya menikah karena terpaksa, tapi tidur sampai nyenyak seperti itu," gumam Leon.
Shania yang belum sepenuhnya tidur masih bisa mendengar perkataan Leon.
Shania bergerak memiringkan tubuhnya agar Leon tidak menyadari kalau sebenarnya ia tidak tidur!
Leon berjalan menuju sofa lalu membaringkan tubuhnya di sofa itu! Ia mencoba memejamkan matanya berharap bisa tertidur.
Setelah beberapa menit Leon tidak bisa tertidur juga akhirnya Leon berpindah tempat ke tempat tidur yang sedang ditiduri oleh Shania!
Leon berbaring di samping Shania dan mulai menutup matanya.
Shania yang tahu Leon berbaris di dekatnya, mengubah posisinya menjadi membelakangi Leon!
__ADS_1
"Dasar Kulkas, sok jual mahal pada akhirnya kamu gak bisa juga kan tidur di sofa?" ucap Shania didalam hatinya.
...****************...
Biani mengurung dirinya didalam kamarnya. Sejak kemarin ia tidak ingin menemui orang lain atau pun ditemui oleh orang lain.
Biani menangis sambil meremas foto Leon!
"Leon, aku begitu mencintaimu tapi inikah balasan yang harus aku terima?" gumam Biani.
Biani menatap foto Leon yang sudah terlihat lecek karena diremas olehnya.
"Tidak, Leon. Tidak ada yang boleh memiliki kamu selain aku. Jika aku tidak bisa memilikimu orang lain juga tidak boleh memilikimu," ucap Biani.
Biani mengusap air matanya dengan kedua telapak tangannya!
"Lihat saja, aku akan menyingkirkan wanita yang sudah merebut, Leon dariku."
Didalam kamar Jacky.
Jacky mulai menyusun rencana untuk membuat keluarga Leon menderita, saat ini bukan uang yang Jacky inginkan namun penderitaan keluarga Leon yang ingin Jacky saksikan.
"Lihat saja, aku pastikan kalian merasakan apa yang adikku dan keluargaku rasakan. Tidak ada yang boleh menghina Mamaku," ucap Jacky didalam hatinya.
Hari sudah mulai pagi tapi Jacky sama sekali belum memejamkan matanya. Amarah yang membara dan rasa ingin balas dendam kepada keluarga Leon membuat Jacky tidak bisa tidur dengan tenang.
...****************...
Di sebuah Restoran keluarga Leon dan Shania sedang berkumpul untuk sarapan bersama. Sebelum pulang ke rumah masing-masing mereka menyempurnakan untuk sarapan bersama terlebih dahulu.
"Leon, kamu terlihat lemes banget, Nak," ucap Liana.
Leon tak menjawab, dia terus mengunyah makanannya.
"Semalam, dia gak bisa tidur," ucap Shania.
Leon menatap Shania tajam.
Alisa tersenyum.
__ADS_1
"Jeng Liana kayak gak pernah jadi pengantin saja," ucap Alisa.
Bersambung