
"Lain kali kalau mau pergi ke kantor, kakak! Harus pakai baju yang menurut kamu bagus ya" ucap Yudi hati-hati takut menyinggung perasaan Mita.
“Kakak, malu ya kalau Mita datang ke sini. Apa karena penampilan Mita yang gak sejajar sama orang-orang disini. Padahal menurut, Mita, walau pakai baju murah begini malah enak dan nyaman daripada baju-baju yang lain." Ucap Mita menunduk karena ucapan Yudi tadi.
"Bukan gitu, Cil. Kamu jangan tersinggung dong, kakak cuman mau mereka percaya kalau kamu istri dari atasan mereka. Kalau kamu pakai baju yang bagus, kamu bisa sesuka hati pergi ke kantor tanpa ada yang menghalangi seperti tadi. Di kantor, orang-orang pakai setelan rapi, kakak cuma mau kamu berpenampilan rapi." Jelas Yudi menenangkan Mita.
"Kakak mandang fisik, Mita gak suka!” cetus Mita sambil memalingkan wajah enggan menatap Yudi.
“Bukan mandang fisik, Mita. Kakak cuma mau kamu tampil lebih cantik.” sahut Yudi lagi.
"Iya Mita tau selama ini memang gak secantik cewek disini kok, kak" cemberut Mita.
"Nih anak suka banget cemberut. Bikin gemes aja" ucap Yudi dalam hatinya.
"Kakak gak sayang sama Mita" ucap Mita polos. Kayak tau arti sayang aja.
"Bukan gitu. Yaudah gak usah dipikirkan ucapan kakak tadi. Kamu tungguin kakak ya disini, kakak mau nelpon pak Agus untuk pulang" ujar Yudi dan hanya dibalas anggukan oleh Mita.
Yudi jadi serba salah kalau ngomong sama Mita, udah kelewat polosnya, juga baperan, sedikit-sedikit ngambek mulu. Tapi dari semua cewek yang pernah Yudi kenal entah mengapa Mita serasa berbeda.
"Kak kita pulang jam berapa? Mita disuruh liatin kakak kerja terus, Mita bosan kak" tanya Mita namun tak dihiraukan Yudi.
Yudi sibuk mengotak-atik laptop di depannya. Fokus sekali sampai tak sedikit pun menolehkan untuk menatap Mita.
"Sesibuk itukah menjadi seorang Bos? Sampai Mita pun gak dipedulikan" ujar Mita dalam hati yang menatap Yudi serius.
"Kamu kalau liatin kakak terus, bisa suka loh" ucap Yudi menyadari bahwa Mita sedang menatapnya.
"Habisnya Mita bosan" balas Mita namun tak dihiraukan Yudi lagi, karena ia sangat serius kali ini.
"Kak, Mita bosan” rajuk Mita sambil menopang dagu dengan bibir mengerucut.
Dia hanya bergeming, sekali pun tak menolah Mita, seolah-olah suara Mita hanya angin lalu.
"Kak, Mita bosan!” teriak Mita kencang. Sudah berulang kali, Mita mengatakan itu namun masih saja Yudi cuek padanya.
__ADS_1
Sedangkan Yudi yang masih asik dengan dunia kerjanya hanya berdehem, lalu kembali berkutik dengan kesibukannya.
"Kakak nyebelin banget!” gerutu Mita namun masih terdengar oleh Yudi. Ia hanya tersenyum saat sekilas ia melihat wajah Mita yang kesal karenanya.
Mita dibuat kesal oleh Yudi. Untuk apa kalau gak boleh pulang malah disuruh nungguin di kantornya kalau hanya untuk menonton aktivitas kerjanya? Kesal! Mita tetap duduk di sofa yang ada dalam ruangan Yudi sambil menggigit pulpen. Tidak ada kerjaan sama sekali.
"Kak!” teriak Mita kesal.
Dia menoleh. “Kenapa, Cil?” tanyanya.
“Mita bosan. Kakak sibuk banget lagi, coba aja tadi kakak gak nyuruh pak Agus pulang, pasti Mita mau pulang bareng pak Agus" oceh Mita.
"Bentar lagi kita pulang, satu jam lagi yah" sahut Yudi.
Mita tak menjawab apapun yang dikatakan Yudi. Ia pun tak menolehnya. Itung-itung latihan ngambek kali yak. Mita membalikkan badan memunggunginya. Yah begitulah sikap Mita yang kekanak-kanakan.
Yudi bangkit dari kursinya dan menghampiri Mita. Yudi mencolek bahu Mita. Dengan logat seperti anak kecil, dia merayu.
“Uyuhhh, tayang, tayang, tayang, jangan ngambek, dong. Ya udah, kalau kamu bosan, kakak pinjamin hp buat kamu, terserah kamu mau apain tuh hp. Asal kamu temanin kakak di sini.” rayu Yudi memberikan hpnya kepada Mita.
"Foto kamu jelek, gak usah di lihatin terus" gumam Yudi terkekeh.
"Ih mata kakak rabun ya, Mita cantik gini dibilang jelek" dumel Mita.
Mita terus memandangi foto-foto yang ada pada hp Yudi hingga suara adzan Ashar terdengar olehnya.
"Kak udah dulu kerjanya, gak dengar suara adzan sudah berkumandang" celoteh Mita pada Yudi.
"Kita shalat di sini aja ya, Cil!? Diruangan kakak ada mushola khusus" ucap Yudi bangkit dari meja kerjanya dan segera mengambil wudhu. Begitupun Mita.
Yudi dan Mita shalat berjemaah, walau sesibuk apa Yudi dalam pekerjaannya, ia tak boleh lupa dengan kewajibannya sebagai seorang muslim. Yaitu melaksanakan shalat 5 waktu.
Mita mencium punggung tangan pria yang sudah menjadi imam dalam rumah tangganya, yang akan membimbingnya dan akan melindunginya dimanapun dan apapun keadaannya.
Yudi mengecup puncak kepala Mita seusai shalat, tak lupa doa yang mereka sematkan dalam setiap kesempatan. Tenang, itulah perasaan mereka setelah menjalankan shalat berjamaah. Perasaan tenang, tentram dan nyaman selalu mereka rasakan setelah menjalankan shalat.
__ADS_1
Tak lama setelah kami selesai shalat, Yudi mendapat telepon dari asistennya bahwa ada meeting dadakan, dengan langkah terpaksa, Yudi meninggalkan Mita di ruangannya sendiri.
"Cil, kamu tunggu disini ya. Kakak ada meeting dadakan, pokoknya kamu tungguin sampai kakak datang lagi! Gak boleh kemana-mana. Kalau mau kemana-mana harus tungguin kakak" jelas Yudi menatap lekat Mita.
"Yah Mita ditinggal sendiri" ujar Mita.
"Cuman sebentar doang kok" sahut Yudi meyakinkan.
"Mita ikut ya kak" timpal Mita memohon.
"Ini meeting bukan jalan-jalan. Udah ah kakak nanti telat" ucap Yudi mengusap kepala Mita yang dibaluti jilbab panjangnya. Mita hanya menatap kepergian Yudi dengan lekatnya, karena Mita benar-benar bosan jika harus menunggu sendiri. Mita memutuskan untuk duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya, hingga dirinya tanpa sengaja terlelap.
Suara sepatu terdengar yang tengah melangkah menuju ruangan, Yudi sudah meninggalkan Mita di ruangan kerjanya selama 30 menit, dengan langkah cepat ia melewati setiap ruangan-ruangan yang lain. Betapa terpananya saat ia membuka pintu yang dibaliknya terdapat sosok yang sudah menunggunya dengan penuh kebosanan. Yudi berjalan perlahan dengan mengendap-ngendap agar tak membuat Mita terbangun, terlihat wajah mungil Mita yang sangat pulas dalam tidurnya. Membuat senyum Yudi semakin mengembang.
"Maafkan kakak yang sudah membuat kamu menunggu dan membuat kamu bosan" gumam Yudi mengusap wajah Mita yang nampak kelelahan.
Yudi pun berjalan ke arah meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.
Tak lama kemudian tubuh Mita menggeliat sehingga membuatnya terjatuh dari sofa. Ya ampun betapa malunya Mita.
"Aduh"ringis Mita menggosok pinggangnya yang sakit.
"Haha kamu kira itu kasur bisa gerak sana-sini" ujar Yudi yang sudah tertawa terbahak-bahak saat melihat Mita yang terduduk di lantai.
"Kakak udah selesai meetingnya?" Tanya Mita namun tak dihiraukan Yudi.
"Kenapa kakak gak bangunin, Mita? Pasti Mita tidurnya jelek dan ileran lagi" ucap Mita histeris sambil mengusap mulutnya memastikan tidak ada air liurnya yang keluar saat ia tertidur.
"Kamu tidur atau gak tidur tetap jelek kok" sahu Yudi yang sudah lelah tertawa.
"Huh kakak nyebelin!" Ujar Mita kesal.
"Pulang yuk!" Ajak Yudi bangkit dari kursinya.
"Tapi Mita lapar, kak" ucap Mita lagi.
__ADS_1
"Ya udah kita makan dulu di warung seberang jalan, setelah itu baru kita pulang" ucap Yudi lembut kepada Mita disambut senyuman hangat oleh Mita.