Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 30


__ADS_3

Setelah Rendy mengambil beberapa pakaian, ia segera membawa pakaian tersebut ke kamarnya.


"Kalau udah, cepat keluar. Aku mau istirahat," ucap Ken mengusir Rendy dari kamar Liana yang kini sedang ditempatinya.


"Ini juga mau keluar," saut Rendy sembari melangkah keluar kamar itu. Lalu Rendy terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Setelah Rendy berada di dalam kamarnya. Rendy segera memberikan pakaian yang ia bawa kepada Liana.


"Ini pakaianmu," ucap Rendy sembari memberikan pakaian itu, "aku gak tahu harus mengambil yang mana. Kamu pilih aja baju yang mau kamu pakai," sambung Rendy lagi.


Liana mengambil pakaiannya dari tangan Rendy! "Terimakasih," ucapnya singkat.


Liana memilih pakaian yang suaminya ambilkan tadi, setelah ia menemukan pakaian yang akan dikenakannya Liana segera masuk kedalam kamar mandi untuk memberikan diri.


Selagi Liana di kamar mandi, Rendy memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur sekujur tubuhnya terasa sakit akibat pertempuran yang terjadi siang tadi.


Setelah dua puluh menit akhirnya Liana selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian yang tadi diambilkan suaminya.


Setelah melangkahkan kakinya beberapa langkah, pandangan Liana tertuju kepada sang suami yang tengah berbaring ditempat tidurnya.


Liana melangkahkan kakinya menghampiri suaminya! "kalau lagi tidur, ganteng juga. Kamu pasti capek? terimakasih sudah mau menolongku," ucap Liana dengan nada pelan.


Rendy yang memang tidak tertidur, membuka matanya lalu menggenggam tangan Liana.


"Kalau mau bicara, tunggu orangnya melek dulu," ucap Rendy dengan senyum tipis dibibirnya.


"Aku pikir, kamu tidur," ucap Liana sambil memalingkan wajahnya karena ia merasa malu terhadap Rendy.


"Aku memang sudah tampan dari lahir, kamu baru sadar?" ucap Rendy dengan tangan yang terus menggenggam tangan Liana.


"Siapa yang bilang kamu tampan," ucap Liana, kini wajahnya memerah karena terlalu malu.


"Aku mendengar ucapanmu, tadi," ucap Rendy dengan sedikit menggoda Liana.


Liana semakin malu karena ketahuan memuji suaminya. Liana bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar Rendy.


"Kamu bau keringat. Mandi sana biar wangi," ucap Liana mengalihkan pembicaraan.


Rendy mencium aroma tubuhnya, tapi ia tidak mencium bau keringat tubuhnya masih wangi parfum yang ia pakai tadi pagi.


Rendy tersenyum sembari menghampiri Liana! ia tahu kalau saat ini Liana sedang mengalihkan pembicaraan mungkin karena Liana gengsi untuk mengakui kalau sebenarnya Liana sudah menyukai Rendy.


"Kalau udah cinta, bilang aja. Biar kita bisa jadi pasangan suami istri sungguhan," ucap Rendy

__ADS_1


"Sekarang juga udah jadi suami istri sungguhan. Tapi cintanya belum tumbuh," saut Liana tanpa memandang suaminya.


"Kalau gak disiram, gimana cintanya mau tumbuh?" ucap Rendy lagi.


"Aku sedang berusaha untuk menumbuhkan cinta itu. Aku harap kamu juga berusaha untuk mencintaiku dan mulai melupakan kekasihmu," ucap Liana dengan penuh harap.


Rendy tak langsung menjawab ucapan Liana, biar bagaimana pun juga Jenny adalah wanita yang sangat ia cintai, tidak mudah baginya untuk melupakan masa lalunya dengan Jenny.


"Kalau terlalu berat jangan dipaksakan. Mumpung belum ada cinta dan belum terjadi apa-apa diantara kita, ada baiknya sudahi saja hubungan ini," ucap Liana kepada Rendy.


Liana tak ingin memaksakan cinta. Karena cinta yang dipaksakan akan buruk nantinya, seperti yang sudah dialami oleh ibunya.


Dulu ibunya Liana pernah menikah karena dijodohkan dan akhirnya pernikahannya tidak berlangsung lama karena tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangganya.


Liana tidak ingin kejadian yang menimpa ibunya dahulu, terjadi dalam kehidupannya juga.


"Kenapa diam. Aku hanya memberi saran," ucap Liana lagi karena Rendy masih terdiam seolah tak ada yang berbicara dengannya.


"Jujur, aku sudah mulai mencintaimu," ucap Rendy dengan pandangan yang tertuju tepat pada bola mata Liana, "aku nyaman saat bersama denganmu, aku juga mulai merasakan rindu saat kamu jauh dariku. Rasa ini sama persis seperti yang aku rasakan kepada Jenny dahulu," jelas Rendy kepada Liana.


"Lalu bagaimana dengan, Jenny?" ucap Liana.


"Aku sudah mulai melupakannya bahkan aku lupa padanya saat kita sedang bersama," saut Rendy berbohong kepada Liana.


Rendy yang mulai mencintai Liana tak ingin Liana tahu kalau sebenarnya ia masih mencintai Jenny.


"Aku akan menunggumu sampai kamu yakin kepadaku," ucap Rendy sembari mengelus punggung tangan Liana.


"Katanya, kecewa dalam bercinta akan sangat sulit terobati. Aku harap setelah cinta hadir dalam hubungan kita, kamu tidak akan pernah menodai kesucian cintaku," ucap Liana penuh permohonan.


"Aku janji tidak akan mengecewakan istriku ini," ucap Rendy sembari tersenyum kepada Liana.


Liana membalas senyuman suaminya, "Semoga janji yang kau ucapkan barusan tidak akan pernah kamu ingkari," ucap Liana.


Keduanya sama-sama terdiam lalu saling pandang satu sama lain, beberapa menit kemudian keduanya tertawa kecil.


"Cepat mandi, tubuhmu bau," ucap Liana sambil tertawa kecil, meninggalkan obrolan serius tadi.


Rendy beranjak dari duduknya! "baiklah, aku mandi dulu. Ingat jangan pergi ke kamar kamu, disana ada Ken, nanti kamu diterkam oleh jomblo akut itu," ucap Rendy lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Liana tertawa lepas, "ada-ada aja."


Dikamar sebelah.

__ADS_1


Kendra baru terbangun dari tidurnya. Karena terlalu lelah tak terasa tadi ia tertidur setelah Rendy keluar dari kamar yang kini ditempatinya.


Ken duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, ia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya!


Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 17:02 WIB.


Ken segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit berlalu Ken sudah selesai dengan urusan mandinya. Karena Ken tidak ada baju ganti, Ken keluar dari kamarnya hendak meminjam pakaian milik kakaknya.


Ken mengetuk pintu kamar yang ada disebelah pintu kamarnya!


Tak lama pintu itu terbuka dan langsung nampak sosok Liana.


"Ken! kamu mau ngapain?" ucap Liana yang terkejut karena Ken hanya mengenakan kimono miliknya.


"M_maaf, Li. Aku mau minjem bajunya Rendy," ucap Ken kepada Liana.


"Rendy lagi di kamar mandi. Kamu ke kembali aja dulu ke kamar kamu, nanti biar Rendy yang mengantarkan pakaian untuk kamu," ucap Liana sembari membelakangi Ken.


"Baiklah. Bilangin sama Rendy jangan lama-lama nganterin bajunya," ucap Ken lalu segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Setelah memastikan Ken sudah pergi, Liana segera menutup kembali pintu kamarnya.


Tak lama Rendy keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Rendy berjalan santai menuju lemari pakaiannya!


"Kenapa?" tanya Rendy kepada Liana yang kini duduk membelakanginya.


"Tidak ada. Cepat pakai bajumu," ucap Liana tanpa menoleh kearah suaminya.


Rendy tersenyum lalu berjalan mendekati Liana! "memangnya kenapa?" tanyanya.


"Ken ingin meminjam bajumu. Jadi kamu disuruh nganterin baju yang mau kamu pinjamkan ke kamar sebelah," ucap Liana, sebenarnya Liana merasa malu sendiri karena melihat Rendy yang hanya mengenakan handuk.


Tanpa menjawab ucapan istrinya, Rendy segera berpakaian lalu mencari pakaian untuk Ken kenakan.


Setelah mendapat baju yang cocok untuk Ken, Rendy segera mengantarkan pakaian itu ke kamar Ken.


Bersambung.


Terimakasih sudah mampir. jangan lupa tinggalkan jejak. like, komen, hadiah atau pote nya, biar authornya lebih semangat berkarya 🙏🙏


Rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca, yuk kepoin ceritanya! pasti seru.

__ADS_1


Genta Arakahan. Pria yang akrab dipanggil Genta itu baru saja menginjak usia 29 tahun. Ia bekerja sebagai pelayanan dan tukang kebun di sebuah rumah mewah milik orang terkaya di New York. Ia merupakan pria baik, polos, jujur dan lugu untuk ukuran pria. Suatu hari ia tak sengaja melakukan kesalahan besar terhadap nona mudanya yakni Alice Nakhade Arakhe wanita yang baru saja berulang tahun ke 17 tahun dan mengalami kelumpuhan dan bisu akibat kecelakaan. Alice merupakan wanita periang, dan tingkahnya kekanakan. cukup polos namun ia tak secengeng wanita polos lainnya. "Senyuman yang indah bak bunga mekar itu harus layu karena diriku. Maafkan aku nona karena telah lancang menodai mu, dan maafkan juga karena telah jatuh hati padamu." ___ Genta ___



__ADS_2