Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 127


__ADS_3

Shila sedang menyusun rencana untuk misi selanjutnya bersama dua rekannya.


Shila meletakkan sebuah peta di meja!


"Arkhan, nanti kamu berjaga disini," ucap Shila sembari menunjuk gambar di peta itu.


"Baik," sahut Arkan singkat.


"Arkhana, kamu di sini," ucap Shila kepada rekan perempuannya.


"Siap," sahut Arkhana.


"Kita mulai misi kita nanti malam. Kita hanya memiliki waktu dua hari dua malam saja," ucap Shila kepada dua rekannya.


Arkhan dan Arkhana saling pandang lalu kembali fokus pada pembicaraan mereka.


"Dua hari? apa tidak terlalu mepet?" ucap Arkhana.


"Kita hanya punya waktu segitu," sahut Shila.


"Yakin, kita pasti bisa." Arkhan menepuk pundak kembarannya itu.


"Arkhan, Arkhana aku percaya sama kalian berdua. Kita pasti bisa, kita harus berhasil," ucap Shila dengan penuh percaya diri.


Di tempat lain.


"Kantor Rendy diliburkan sampai dua hari kedepan. Semua karyawan termasuk satpam diboyong semua ke luar kota oleh Rendy," ucap Jenny kepada Bram kekasihnya.


"Maksudnya gimana? aku gak ngerti," ucap Bram.

__ADS_1


"Istrinya Rendy hamil, jadi mereka mau merayakan kehamilan itu dengan membagi kebahagiaan mereka kepada seluruh karyawan Rendy," jelas Jenny.


"Kantor sepi selama dua hari. Kalau gitu kita lancarkan rencana kita," sahut Bram.


"Siapa yang akan membantu kita?" ucap Jenny.


"Tidak ada. Kita pergi sendiri karena Sonny dan semua anak buahnya tidak bisa dihubungi," ucap Bram.


"Apa tidak berbahaya? dulu aku sudah melakukannya kalau nanti ketahuan aku akan sulit untuk masuk lagi ke kehidupannya Rendy," ucap Jenny yang merasa takut.


"Kamu tenang saja, aku akan mematikan semua CCTV di kantornya Rendy," ucap Bram.


Bram memang mempunyai mata-mata di kantor Rendy, jadi dia tahu dimana saja titik CCTV yang ada di kantor itu termasuk yang tersembunyi pun Bram mengetahui tepatnya.


"Yakin ya," ucap Jenny.


Di kantor.


"Besok dan lusa libur," ucap Kendra kepada semua karyawan yang sudah berkumpul di hadapannya.


"Libur?" ucap Diana.


"Pak Rendy yang meliburkan kita. Jangan tanya kenapa karena saya juga tidak tahu," ucap Ken.


"O, iya. Satpam juga libur ya," sambung Ken lagi.


"Tapi, Pak. Pak Rendy meminta saya untuk mengadakan penjagaan yang ketat di ruangannya," ucap salah satu satpam.


"Pak Rendy yang meminta kalian untuk libur juga," ucap Ken.

__ADS_1


"Yaudah. Kalian boleh pulang," sambung Ken lagi.


Ken kembali ke ruangannya untuk merapikan berkas yang berantakan diatas meja kerjanya.


Pukul 18:45 wib.


Shila sedang memasang CCTV di tempat-tempat tertentu untuk melancarkan misi terakhirnya ini.


"Arkhan, bisa lebih cepat? waktu kita tidak banyak," ucap Shila.


"Lima menit lagi," sahut Arkhan tangannya tak berhenti bergerak.


"Shil, coba lihat. Sudah pas belum?" ucap Arkhana menunjukkan tempat yang ia susun untuk bersembunyi.


Shila berjalan menghampiri Arkhana!


"Pas. Tapi ada yang kurang, kamu tahukan apa kurangnya?" ucap Shila.


"Oke. Akan aku perbaiki," ucap Arkhana.


"Tiga CCTV sudah aku pasang. Apa perlu menambah lagi?" tanya Arkhan.


"Satu lagi di tempat keluar masuk," ucap Shila.


*** *** ***


Rendy sedang menemani Liana di kamarnya, tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk.


Rendy segera membaca pesan itu lalu kembali meletakkan ponselnya di meja setelah membaca pesan itu!

__ADS_1


"Besok atau lusa aku akan mengakhiri semua ini," ucap Rendy didalam hatinya.


Bersambung


__ADS_2