Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 31


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat kini jam menunjukkan pukul 20:00 wib.


Rendy dan keluarga sedang makan malam bersama. Mereka makan dalam hening tak ada sepatah katapun yang terlontar dari mulut mereka.


Setelah makan malam keluarga Rendy berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang melepas rindu, karena walaupun mereka satu keluarga mereka jarang sekali bersama.


Ken dan Rendy sudah memiliki rumah masing-masing jadi mereka berdua tidak tinggal di rumah Elma lagi.


"Ken, kapan kamu mau nikahin pacar kamu? kamu udah dewasa udah waktunya menikah," ucap Elma kepada Kendra.


Kini Ken memang sudah berusia dua puluh tujuh tahun namun Ken belum kunjung menemukan wanita yang cocok dengan kriteria yang ia inginkan.


"Mam, jodoh gak akan kemana. Nanti juga kalau udah waktunya nikah jodoh itu pasti datang sendiri," ucap Ken kepada Mamanya.


"Jodoh juga kalau gak dicari gak bakal datang sendiri, sayang," saut Elma lagi.


"Mam. Kak Rendy aja gak nyari Liana bahkan ketemu juga belum pernah. Kalau bukan karena jodoh, mereka gak akan menikah," ucap Ken karena tidak mau terus-terusan ditanya tentang jodoh oleh Mamanya.


"Itu, ceritanya lain. Mungkin sudah takdir kakak kamu bertemu jodoh secara tiba-tiba. Kalau kamu nunggu jodoh datang sendiri sampe kamu lumutan juga gak bakal datang," ucap Elma dengan nada kesal.


"Mam, jangan terlalu memaksa, kasian Ken. Kalau cari jodoh terlalu bubu-buru takutnya akan menyesal pada akhirnya nanti. Katanya Mama gak mau ada perceraian di keluarga kita," ucap Rendy kepada Mamanya.


Elma menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan, "kalau gitu, Mama minta cucu," ucap Elma sembari menatap Liana.


"Apa! cucu?" ucap Rendy dan Liana secara bersamaan.


Rendy dan Liana mulai tegang dan salah tingkah.


Niat Rendy ingin membela adiknya namun kini malah ia yang kena batunya.


Ken tertawa kecil melihat ekspresi wajah Rendy dan Liana, "kayaknya, itu ide bagus, Mam."


Bukannya membantu kakaknya mencari alasan, Ken malah mendukung keinginan Elma.


"Iya, cucu. Mama ingin cucu," ucap Elma dengan penuh harap, "kalau bisa bikin cucu yang kembar. Pasti lucu," sambung Elma lagi.


Rendy mulai salah tingkah, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Mam, secepat itu kah?" ucap Rendy.


"Iya. Nunggu apa lagi? kalian sudah melakukan malam pertama kan?" tanya Elma penuh selidik.


Rendy tak dapat menjawab pertanyaan Mamanya, ia terdiam mematung mulutnya tertutup rapat.

__ADS_1


"M_mama. Kenapa menanyakan hal seperti itu? aku malu," ucap Liana, menurutnya pertanyaan Elma terlalu mengarah pada urusan pribadinya.


"Sayang kenapa harus malu? tidak ada orang lain selain keluarga disini," saut Elma.


"Mam. ada Ken disini. Ingat Ken masih lajang," ucap Ken kepada Elma.


Sebenarnya Ken sangat menikmati ekspresi yang ditunjukan oleh wajah Rendy, jarang-jarang laki-laki itu terlihat gugup seperti sekarang ini. Namun karena Ken merasa takut rahasia yang disembunyikan oleh Rendy dari Elma terbongkar, Ken mencoba mengalihkan pembicaraan.


Rendy menatap Ken dengan penuh harap, "semoga kamu bisa membuat Mama tidak bertanya lagi," ucap Rendy dalam hati sambil terus menatap Ken.


Ken yang mengerti dengan tatapan dari Rendy mencoba mencari cara agar obrolan diantara mereka berahir.


Setelah beberapa saat tak ada ucapan yang terlontar dari mulut mereka, Ken berdehem lalu berkata, "Astaga aku hampir lupa, Ren bukannya kita ada kerjaan yang harus diselesaikan?"


Rendy tersenyum, rupanya adik angkatnya itu mengerti dengan apa yang ia inginkan saat ini.


"O, iya. Ayo kita kerjakan sekarang," ucap Rendy.


"Mam. Aku sama Ken mau menyelesaikan kerjaan dulu," ucap Rendy kepada Mamanya.


"Silakan, tapi Liana tetap disini sama Mama," saut Elma.


"Gak bisa, Ma. Aku suka kangen sama Liana, jadi Liana ikut aku," ucap Rendy.


Bukannya Rendy tidak mengizinkan Liana menemani Mamanya, tapi ia takut Mamanya bertanya-tanya kepada Liana dan Liana tidak bisa menjawab pertanyaan Mamanya hingga mungkin rahasia diantara mereka terbongkar. Rendy tidak ingin hal itu terjadi.


"Aku terlalu cinta sama kamu jadi aku gak bisa jauh darimu," ucap Rendy memotong perkataan Liana.


"Yasudah. kalian pergi aja," ucap Elma sembari beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.


Setelah Elma masuk kedalam kamarnya kini tinggal mereka bertiga diruang keluarga.


"Mama pasti kecewa," ucap Liana.


"Kalau gak mau bikin Mama kecewa cepat kasih cucu," ucap Ken menggoda Rendy dan Liana.


"Ken, ingat kamu belum married," ucap Rendy kepada Ken.


"Aku mau tidur," ucap Liana sembari melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


Ken dan Rendy mengekor dibelakang Liana.


"Harusnya kamu berterimakasih padaku, karena aku sudah menolongmu barusan," ucap Ken sembari terus menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Kita satu sama, tadi juga aku udah nolong kamu. kalau bukan karena nolong kamu, aku gak akan kena pertanyaan dari Mama," saut Rendy.


Rendy dan Ken terus mengobrol hingga mereka tiba didepan pintu kamar masing-masing.


"Jangan lupa bikin cucu," ucap Ken menggoda Rendy lalu ia segera masuk kedalam kamarnya sebelum kakaknya itu mencubit atau memukulnya.


"Dasar adik gak jelas," ucap Rendy sembari masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamarnya, Liana sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur matanya terpejam tapi ia belum tertidur.


Rendy duduk dibibir tempat tidur disamping Liana.


"Mau tidur disini juga?" tanya Liana sembari duduk lalu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


"Iya. Memangnya kenapa?" ucap Rendy sambil menatap Liana.


"Satu ranjang berdua, gitu?" ucap Liana.


"Tentu saja iya. Aku tidak mau tidur di sofa dan kamu juga gak boleh tidur disitu," ucap Rendy kepada Liana.


"Aku tidak mau tidur bareng kamu, nanti kamu ... ," ucap Liana lalu menggantung ucapannya.


Rendy menyentil kening Liana, "dasar otak mesum. Tenang saja aku gak akan minta hakku sebagai suami kok," ucap Rendy sembari membaringkan tubuhnya.


Liana memberi pembatas ditengah tempat tidur dengan bantal guling, "Awas aja kalau berani masuk ke areaku," ketus Liana.


"Iya. Sekarang kamu tidur, aku akan menepati janjiku untuk tidak melakukan apa-apa sebelum kamu mengizinkannya," ucap Rendy kepada Liana.


Liana tak menjawab ucapan Rendy lalu ia memejamkan matanya.


Rendy menatap wajah cantik Liana, ingin sekali ia membelai pipi mulus itu tapi ia takut Liana marah kepadanya dan ia juga sudah berjanji untuk tidak menyentuh Liana sedikitpun.


"Kapan kamu jadi milikku?" tanya Rendy dalam hatinya sembari terus memandangi wajah sang istri.


Waktu sudah hampir larut malam namun Rendy tak kunjung dapat memejamkan matanya. Pandangannya terus tertuju kepada wanita yang kini tengah tertidur pulas disampingnya.


"Astaga Liana apa yang kau lakukan hingga aku tak bisa tidur," rutuk Rendy dalam hatinya.


Bersambung.


jangan lupa like, komen dan votenya


rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca.

__ADS_1


Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya reka menerima permintaan Maher untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat. Selama menjadi suami istri kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan, "jangan pernah kamu merubah batasan kita, Maher! lihat saja jika kamu melanggar semua makanan saat itu juga aku akan minta cerai!" Apakah Raya akhirnya bisa menerima Maher sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?



__ADS_2