
Akhirnya Yudi pun sampai di Sekolah Mita, Yudi tak mengantarkan Mita untuk keruang kepala sekolah, sehingga membuat Mita mencari terlebih dahulu dimana letak ruang kepala sekolah itu berada.
"Turun gih!" ucap Yudi menatap Mita datar.
"Tapi kak Mita gak tau ruangan kepala sekolahnya. Kakak anterin Mita ya," ujar Mita.
"Kamu kan bisa tanya-tanya siswi sini, minta bantuan mereka aja." timpal Yudi cuek.
"Yaudah deh." sahut Mita menurut.
"Lagian kakak ada rapat di kantor jadi sibuk kalau mau anterin kamu masuk." jelas Yudi lagi.
"Iya. Mita ngerti kok kak!" ucap Mita senyum.
"Inget Ya, jangan mau di anter siapapun kecuali kakak sama Pak Agus! Nanti kakak jemput kamu disini kalau sempat." ucap Yudi yang dibalas senyuman oleh Mita.
"Kak , ini gimana buka pintunya," tanya Mita kesusahan membuka pintu.
"Sini kakak ajarin!" Yudi pun mendekat pada Mita dan menjelaskannya.
"Oke kak Mita ngerti." ucap Mita membuka pintu mobil.
"Kak, Mita pamit ya," ujar Mita yang ingin mencium tangan suaminya.
"Eh kamu mau ngapain." tanya Yudi yang keheranan.
"Bagaimanapun juga Mita ini istri kakak, jadi Mita akan belajar menjadi seorang istri dan juga pelajar yang baik!" jelas Mita terkekeh.
Yudi pun memberikan tangannya untuk dicium oleh Mita.
"Assalamu'alaikum, kak," ucap Mita seraya pergi meninggalkan Yudi.
"Waalaikumsalam."jawab Yudi dengan sedikit tersenyum.
Yudi terpaku oleh kata-kata Mita tadi, ia bangga jika harus terus menjaga Mita disisinya.
"Wah sekolahnya besar banget, ini setengahnya dari sekolah lama Mita." ucap Mita tersenyum karena baru pernah melihat sekolah yang sangat besar dan mewah.
"Mita harus cari ruangan kepala sekolah di mana ya?" Gumam Mita seraya berjalan namun tak tahu arah.
Mita terus berjalan mengelilingi sekolah ini, namun matanya sama sekali tak menatap jalan di depannya sehingga membuat ia menabrak seorang siswi yang sedang membawa buku.
"Aduh bukunya jadi berantakan deh," gumam cewek itu yang sedang berjongkok mengambil semua buku yang berserakan di lantai
"A..apa kamu gak papa?" tanya Mita gugup dan segera membantu cewek itu mengambil buku yang ia pungut.
"Iya gak papa kok." jawab cewek itu tanpa melihat Mita.
"Sekali lagi maaf ya aku gak sengaja," ujar Mita sedikit bersalah.
"Tenang aja, aku gak apa kok!" Jelas cewek itu.
"Sini Mita bantu bawa bukunya!"tawar Mita lalu mengambil sebagian buku yang cewek itu bawa.
"Namaku Finda, kamu siapa?" ujar Finda mengulurkan tangan berniat untuk berkenalan.
"Saya Mita," ucap Mita tersenyum.
__ADS_1
"Semoga kita bisa berteman." ujar Finda membalas senyuman Mita.
"Yaudah ayo jalan!" ajak Finda, Mita pun langsung berjalan di samping Finda. Mita masih terpukau dengan lingkungan Sekolah barunya. Dirinya begitu tidak menyangka bahwa Sekolahan barunya ini begitu berbeda dari yang di Kampungnya.
"Kamu kelas berapa?" Tanya Finda basa basi.
"Mita murid pindahan, jadi gak tau kelas Mita di mana." jawab Mita.
"Berarti kamu harus ke Ruang kepala sekolah dulu!" timpal Finda memberi tahu.
"Sedari tadi Mita sudah berkeliling mencari ruangan kepala sekolah. Tapi, masih belum ketemu,"ucap Mita bingung.
"Ya udah aku anter, tenang aja!" ujar Finda baik.
"Makasih ya Fin, kamu baik banget mau anterin aku. Padahal belum kenal." ucap Mita membuat Finda terkekeh.
"Kan kamu juga bantuin aku bawa bukunya, jadi kamu juga baik. Kamu ini lugu banget sih! Kan tadi kita udah kenalan, sekarang kita teman." sahut Finda tersenyum.
"Kita teman mulai sekarang. Walaupun baru kenal." ujar Mita kembali senyum.
"Itu ruangan kepala sekolah, lebih baik kamu masuk aja biar buku ini aku yang anterin," tunjuk Finda pada ruangan yang lebih besar dan rapi.
"Sekali lagi makasih ya, Finda," teriak Mita yang sudah melihat Finda melangkah pergi.
Mita pun langsung berjalan dengan cepat menghampiri Ruangan kepala sekolah, hingga akhirnya dia bertemu dengan kepala sekolah yang ternyata sudah menunggunya.
"Kamu anak pindahan itu kan?" ucap seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik yang tak lain adalah kepala sekolah di SMA MERAH PUTIH.
"I..iya bu!" ucap Mita gerogi.
"Nama saya Bu Siska, saya kepala sekolah disini." ucap bu Siska memperkenalkan diri, Mita hanya mengangguk mengerti.
"Yaudah, ayo saya antarkan ke kelas kamu," ujar Bu Siska.
"Iya Bu." Mita pun berjalan di sebelah bu Siska.
Sesampainya Mita di kelas ia pun langsung memperkenalkan diri, setelah memasuki Kelas Terlihat semua Anak-anak nampak penasaran dengan Mita. Sehingga Membuat Mita sedikit grogi dipandang seluruh murid yang sekelas dengannya.
Namun ada juga sebagian yang merasa tidak suka dengan Mita, karena mereka menilai dari penampilan Mita yang terlalu tertutup.
"Perkenalkan nama saya Almita Syilia Azahra, saya pindahan dari kampung pedesaan yaitu PADIAN!" jelas Mita dengan tersenyum.
"Jadi panggilannya siapa. Mita, Syilia atau Zahra?"tanya seseorang murid laki-laki yang duduk di baris depan.
"Panggil aja Mita," ujar Mita lembut.
"Yaudah Mita kamu duduk di samping Finda," ucap Bu Siska menunjuk bangku kosong di samping murid perempuan yang ia kenal tadi.
"Makasih Bu," ucap Mita langsung menghampiri tempat duduk yang Bu Siska maksud. Karena tugas bu Siska sudah selesai maka ia pun segera pergi ke ruangannya lagi.
"Wah kita sekelas ya! Semoga kita bakalan jadi teman dimanapun itu." ucap Finda sumringah.
"Mita gak nyangka kalau bisa sekelas sama Finda juga," ujar Mita terkekeh.
Sesaat setelah Mita sudah duduk bersama Finda guru pun datang.
"Assalamualaikum." ucap bu guru sebelum memasuki kelas.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." jawab semua murid yang berada di kelas itu.
Sedangkan Di lain sisi, Yudi nampak kesal dan lelah, setelah ia cuti beberapa hari yang lalu untuk pergi ke desa PADIAN. Kini pekerjaan Yudi tak ada habis-habisnya, setelah selesai rapat malah datang berkas-berkas baru, membuat Yudi kewalahan mengerjakan dokumennya. Yah begitulah nasib jadi CEO.
¤TOK TOK TOK¤
Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Yudi. Tentunya itu adalah sekretarisnya Yudi.
"Masuk!" Yudi pun mengizinkannya masuk.
"Ini pak ada berkas yang harus bapak tandatangani." ucapnya memberikan beberapa dokumen dan setelah mendapatkan tandatangan Yudi ia pun segera pergi mengerjakan pekerjaannya yang lain,
*****
Langit terlihat mendung, jam menunjukkan pukul 01.00 siang. Mata pelajaran Mita hanya tersisa 30 menit lagi, gadis itu merasa bosan karena semua orang yang berada di kelas itu selalu sibuk dengan tugas yang diberikan guru. Karena sedari tadi Lia hanya merasa orang asing di kelas barunya, Finda selalu belajar di dalam kelas. Sedangkan Mita merasa bodoh jika belajar, Mita memang gak mengerti sama sekali kalau soal matematika dan soal yang banyak menghitung.
Sedari tadi ada teman sekelas Mita yang selalu memandangi dirinya. Sandi ingin membantunya dan berusaha dekat dengan nya, tapi ia tak berani, tadi aja Sandi udah coba untuk mendekati Mita namun malah Mita yang menjauh darinya. Apalagi Sandi adalah cowok yang banyak penggemarnya di kelas Mita, itupun kata Finda sih.
"Fin," panggil Mita.
"Kenapa? Kamu sudah paham apa yang dijelaskan guru tadi!" ucap Finda yang masih fokus dengan bukunya.
"Mita masih gak paham! Ajarin dong." mohon Mita agar Finda mau membantunya.
"Aku heran deh sama kamu! Kok bisa yah, kamu itu gak suka sama Matematika tapi masuk FISIKA?" Tanya Finda heran.
"Ya kan Matematika penting untuk masa depan juga!" ucap Mita polos.
"Kalau menurut kamu penting, makanya belajar yang rajin biar gak oon tuh otak kamu." ucap Finda cuek.
"Ini juga udah belajar, Fin, tapi masih gak ngerti." ujar Mita dengan polosnya membuat Finda terkekeh.
"Mita pulang yuk," ajak Finda saat mendengar bunyi bel pulang sekolah.
"Ayo. Mita lapar soalnya!" ujar Mita cengengesan.
Di depan sekolah supir keluarga telah menunggu untuk menjemput Mita.
"Mana sih kak Mita lama banget keluarnya." gumam seseorang yang menunggu Mita di dalam mobil. Yakni Zura adik iparnya.
"Kak sini,"teriak Zura saat melihat bahwa Mita sudah keluar dari gerbang sekolah. Mita pun segera menghampiri mereka.
"Loh! Kirain tadi kak Yudi yang jemput!" ujar Mita pelan.
"Abang lagi sibuk di kantor katanya." jelas Zura.
"Kamu baru pulang jam segini?" Tanya Mita karena yang ia tahu SMP pulangnya jam 12 siang.
"Tadi Zura ikut kelas tambahan dan pulang jam 01.25" jawab Zura yang hanya dibalas "oh" oleh Mita
Mereka pun pulang dengan pak Agus yang menjemput dan mengantarkan mereka. Pak agus adalah supir kepercayaan Hendra, sudah lebih dari 10 tahun ia menjadi supir dari keluarga Hendra.
__ADS_1