
Mita merasa risih karena di gosipin sedari tadi, namun sama sekali ia tak meladeni omongan orang yang menggosipkan dirinya, saat Yudi datang membawa 2 ice cream yang sama. Mita nampak langsung kegirangan sehingga membuat cewek-cewek tadi merasa aneh dan semakin di menggosipinya
"Wihh makasih kak ini pasti enak banget" ucap Mita menerima ice cream dengan girangnya
"Dih tuh anak kampungan banget gila " bisik cewek itu lagi namun masih terdengar oleh Mita dan juga Yudi
Yudi melihat tatapan dua orang perempuan yang sedang menatap Mita sinis, dan dirinya ingin langsung menarik Mita untuk pergi dari kedai namun Mita tak mau beranjak
"Ayo kita makan nya di tempat lain!" Ajak Yudi berdiri menarik tangan Mita
"Disini aja kak, lagian Mita gak peduliin ucapan mereka kok" ujar Mita yang ingin membuka ice cream nya.
Mita melihat anak kecil yang sedang menatapnya dengan serius, anak kecil itu kelihatan kurus. Mita merasa iba pada anak itu, ia pun menghampirinya dan memberikan es creamnya yang masih tertutup rapat kepada anak itu.
"Dek kamu kenapa liatin kakak terus" Mita berjalan ke arah anak itu, Yudi merasa aneh dengan Mita dan ia pun mengikutinya
"Gak kok kak, maaf ya aku liatin kakak terus, pasti kakak risih ya. Sekali lagi maaf ya" ucap anak itu dengan mata yang masih melihat es cream yang Mita bawa
"Nih buat kamu" Mita menyodorkan es cream yang dipegangnya kepada anak itu
"Eh ini untuk aku, kakak beneran mau kasih esnya buat aku" tanya anak itu yang nampak senang
"Iya ambil aja, kamu pasti haus banget ya, kakak masih ada kok" sahut Mita yang melihat ke arah Yudi yang sedang memakan es creamnya, Mita pun mengambil es dari tangan Yudi
"Nih kan kakak udah ada yang baru. Jadi itu kamu habisin ya" ucap Mita dengan senyum yang merekah
"Itu kan bekas aku Cil, kenapa kamu suka banget makan punya orang sih" ucap Yudi dalam hatinya. Namun Yudi salut banget sama Mita dengan sifat yang lemah lembutnya dan penuh kasih sayang terhadap orang yang gak dia kenal
"Iya kok dek nanti kakak beli lagi" timpal Yudi nyambung omongan Mita
"Kak minta uang dong, kali ini aja deh. Besok-besok gak Minta lagi" ucap Mita memohon
"Untuk apa emangnya"tanya Yudi
"Udah minta aja kak" ucap Mita lagi. Yudi pun memberikan uang kepada Mita seratus ribu, ia hanya melihat apa yang akan Mita lakukan dengan uang itu
"Nih dek buat kamu beli makanan ya" Mita memberikan uang tadi kepada anak itu. Betapa bahagiannya ketika anak itu mendapat uang
"Ini beneran kak, kakak kasih aku uang. Tadikan kakak udah kasih es cream masa uang lagi" tanya anak itu
__ADS_1
"Gak papa ini rezeki kamu kok" ucap mita lagi. Yudi melihat itu semua hanya tersenyum, ia tak pernah mengira akan punya istri sebaik Mita
"Makasih banyak kak, kakak baik banget" ucap anak itu menangis senang
"Iya. Udah jangan nangis, cepetan pulang sana ini sudah sore" kata Mita lagi. Anak itu pun pulang dengan berlari kecil.
Mita berpaling ke arah Yudi dengan senyuman yang lebar di bibirnya
"Makasih ya kak, buat uang tadi" ucap Mita
"Untuk apa? Lagian uangnya bukan buat kamu tapi buat anak kecil tadi kan" sahut Yudi bertanya
"Tapi setidaknya kakak udah mau ngasih uang kepada Mita tadi" jawab Mita senang
"Ice creamnya enak banget kak, Mita jadi suka. Pasti harganya mahal ya kak?" Tanya Mita
"Kalau udah kita pulang!" Sahut Yudi tanpa menjawab pertanyaan Mita
"Ya udah deh, kita pulang aja" jawab Mita
Mereka pun pulang bersama dengan suasana hati yang gembira, tadinya cuaca memang sedikit mendung tapi kini mendung itu sudah hilang berganti dengan cerah.
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua saat melihat sang ayah sedang duduk di depan rumah bersama istrinya.
"Waalaikumsalam" jawab Hendra bersamaan
"Dari mana kalian?" tanya Hendra tersenyum
"Habis jalan-jalan, beli ice cream" jawab Yudi langsung pergi begitu saja setelah menyalami mereka
"Yud, tunggu dulu" sahut Hendra membuat Yudi berhenti
"Kenapa? Pah" tanya Yudi
"Besok Mita sudah bisa Sekolah di SMA MERAH PUTIH" ucap Hendra memberi tahu.
"Oh iya pah, lagian papah juga sudah urus surat-suratnya kan?" Tanya Yudi
__ADS_1
"Udah semua kok. Pokoknya besok kamu antar jemput Mita ya" ucap Hendra dengan senyum jahilnya. Yudi tak membalas ucapan ayahnya, ia memilih diam dan langsung masuk kamar. Sedangkan Mita memilih duduk bersama mereka.
"Kamu senang tinggal disini" tanya Elis pada menantunya
"Seneng banget ma, kakak mau ajakin aku jalan-jalan di sini, terus pemandangannya bagus banget. Pokonya mita seneng deh" Ucap Mita bahagia
"Syukur lah kalau kamu bahagia di sini. Lebih baik sekarang kamu mandi sana gih terus istirahat" perintah mama mertua
"Siap mah" jawab Mita mengomandani, Mita pun segera pergi ke kamarnya, saat ia masuk dia melihat sesuatu yang seharusnya tak ia lihat yaitu Yudi yang sedang ganti baju
"Aaaa kakak ih ngapain ganti di situ" teriak Mita langsung menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"Kamu kalau mau masuk ketok dulu, ini kan juga kamar aku jadi mau ganti dimana aja ya terserah" ucap Yudi yang bergegas memasang baju
"Ya udah cepet masuk, udah selesai nih ganti bajunya" suruh Yudi. Mita pun membuka pintu dan segera masuk ternyata memang benar Yudi sudah selesai ganti bajunya.
"Kakak nih buat Mita deg-degan aja" gumam Mita
"Emang kenapa kamu deg-degan? Takut ya kalau aku macem-macem" tanya Yudi dengan senyum jahilnya
"Tau ah. Mita mau mandi" Mita pun segera mengambil baju ganti dan berjalan masuk toilet yang berada di kamarnya.
Kini mereka semua telah berada di meja makan setelah melaksana kan shalat maghrib berjemaah.
"Mita, ini kamu pakai seragam yang papa belikan buat kamu besok masuk sekolah" ucap Hendra memberikan sepasang seragam
"Papa gak usah repot-repot beliin baju karena Mita udah bawa kok seragam lama" jawab Mita tak enak hati
"Gak apalah, emang gak boleh beliin kamu, kita udah keluarga loh. Pokoknya mulai besok kamu pakai ya" ujar Hendra perhatian
"Makasih banyak pah" sahut Mita lagi. Sesudah makan Yudi dan Mita segera kembali ke kamar untuk istirahat.
"Kakak gak tidur bareng Mita kan" tanya Mita yang sudah sampai di kamar
"Kalau bukan di kamar ini, kakak mau tidur di mana" jawab Yudi
"Tap…"belum selesai Mita berbicara sudah dulu dipotong oleh Yudi
"Kakak gak tidur sekasur sama kamu kok, kakak tidur di kursi aja" sahut Yudi lagi membuat Mita sedikit lega
__ADS_1