Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 109


__ADS_3

Liana menatap Rendy dengan tatapan tajam.


"Rupanya wanita itu sudah mengadu padamu," ucap Liana dengan tatapan datar.


Ken dan Shila saling pandang lalu keduanya kembali menatap Rendy dan Liana.


"Liana ... ." (Rendy)


"Jangan sebut nama wanita itu didepanku," ucap Liana memotong perkataan Rendy.


Shila dan Ken tak ikut campur dalam urusan Rendy dan Liana, keduanya memilih pergi dari tempat itu!


"Maaf," ucap Rendy.


"Aku sudah bosan mendengar kata maaf dari mulutmu. Kapan kamu akan mengurus perceraian kita?" ucap Liana tanpa menatap Rendy.


"Cerai? maksudnya apa?" ucap Elma yang ternyata mendengar ucapan Liana.


Liana dan Rendy terkejut saat mendengar suara Elma.


"M_mama ... ," ucap Liana terbata.


Rendy terdiam tanpa kata, lidahnya terasa kelu hingga ia tak dapat berucap.


"Jelaskan apa maksud dari perkataan kamu Li," ucap Elma dengan nada lirih.

__ADS_1


"M_mama. Aku ... aku." Liana tak bisa menjawab pertanyaan Elma karena ia tak mungkin menceritakan yang sebenarnya.


"Mam. Semenjak Liana hamil, dia sering marah padaku dan sering mengatakan hal itu. Mungkin aku sudah membuatnya marah," ucap Rendy berbohong, padahal sebelum hamil pun Liana sudah sering meminta untuk pisah.


"Oh jadi bawaan bayinya, benci sama Papanya ya," ucapan Elma yang mulai tenang.


"Bawaan bayi? maksudnya gimana, Mam? aku memang suka marah-marah sama anak Mama itu," ucap Liana.


Karena Rendy beralasan Liana sering marah semenjak hamil, Liana melanjutkan kebohongan suaminya itu dan lagi ia ingin tahu apa maksud dari bawaan bayi yang diucapkan oleh ibu mertuanya.


Elma tersenyum lalu meraih tangan Liana lalu mengajaknya untuk duduk!


"Akan, Mama ceritakan. Rendy ... duduk disini, Nak kamu juga harus tahu," ucapan Elma dengan penuh kelembutan.


"Semenjak hamil, kamu suka ngerasain apa, sayang?" ucap Elma pada Liana.


"Pusing, mual tapi gak muntah," ucap Liana jujur.


"Kata dokter, itu hal biasa bagi orang yang sedang hamil," ucap Rendy.


Saat Liana diperiksa oleh dokter. Dokter itu menjelaskan apa saja hal yang biasa terjadi pada orang hamil jadi sedikit banyak, Rendy tahu tentang apa yang biasa dialami oleh orang hamil.


"Itu benar, sayang tapi ada bawaan bayi yang sukanya marah-marah terhadap Papanya ada yang selalu ingin dimanja dan banyak lagi," jelas Elma.


"Apa menginginkan ini dan itu juga termasuk bawaan bayi?" tanya Liana.

__ADS_1


"Ya, bisa jadi," sahut Elma.


"Kalau mengagumi laki-laki lain apa termasuk bawaan bayi juga?" tanya Rendy.


Rendy merasa kalau Liana sedang menyukai Satya dan akhirnya ia bertanya kepada mamanya apakah hal itu termasuk bawaan bayi atau bukan.


Elma menatap Rendy penuh tanya, mengapa putranya bertanya seperti itu.


Tiba-tiba muncul prasangka buruk terhadap Liana mengingat menantunya itu menanyakan tentang perceraian kepada putranya.


"Jangan-jangan Liana berselingkuh?" ucap Elma jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Tak ingin berlarut dalam kecurigaan, Elma menanyakan rasa ingin tahunya kepada Rendy.


"Apa Liana menyukai laki-laki lain?" tanya Elma kepada Rendy.


Rendy terdiam, ia tidak mungkin mengatakan kalau Liana sedang dekat dengan seseorang.


"Iya, Ma aku memang sedang menyukai laki-laki lain," ucap Liana tanpa rasa takut sedikitpun.


Elma terkejut dengan pengakuan Liana.


Elma menatap Liana dengan tatapan tajam dalam hatinya sudah diselimuti amarah. Sedangkan Rendy hanya bisa meneguk ludahnya dengan paksa, ia tidak ingin mamanya terkena serangan jantung karena syok dan lagi ia tidak ingin kehilangan Liana dan calon buah hatinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2