Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 69


__ADS_3

Ken membuka pintu ruangan Rendy dengan kasar! terlihat Jenny terperanjat mendengar suara gebrakan pintu yang begitu keras.


"Ken, kamu bisa sopan sedikit gak sama calon kakak iparmu," ucap Jenny dengan nada pelan.


"Sedikitpun gue gak sudi punya kakak ipar seperti lo. Sekarang lo pergi dari sini gue gak mau ngeliat wajah lo," ucap Ken dengan mengeraskan volume suaranya.


"Baiklah aku akan pergi, tapi aku akan kembali lagi besok untuk menemui kekasihku," ucap Jenny tanpa merasa bersalah karena sudah merusak rumah tangga Rendy.


Ken tak berucap lagi, ia menyeret tangan Jenny kasar membawanya keluar dari ruangan Rendy!


Setelah mengeluarkan Jenny dari ruangan Rendy, Ken mendorong tubuh Jenny keluar area kantornya dengan kasar tanpa rasa iba sedikitpun.


"Awh sakit, Ken. Aku akan buat perhitungan denganmu nanti." Jenny mengancam Ken lalu berjalan sambil memegangi lengannya yang sakit bekas cengkeraman Ken.


"Dasar wanita ular," gumam Ken.


Ken kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Di rumah Rendy.


Rendy terus mengejar Liana yang kini tengah menuruni anak tangga dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti!


Rendy mencekal pergelangan tangan Liana dengan kuat.


"Liana-Liana tolong jangan begini. Dengar dulu penjelasan aku," ucap Rendy sembari terus memegang pergelangan tangan Liana.


"Lepasin aku!" ucap Liana sembari mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Rendy.


"Udah gak ada lagi yang perlu dijelaskan, aku udah melihat dan mendengar semua kebohongan kamu," ucap Liana.


"Liana ... ." (Rendy)


"Lepasin tanganku!" ucap Liana sembari menarik tangannya sekuat tenaga yang ia miliki.


Setelah terlepas Liana berjalan cepat, meninggalkan suaminya!


Baru Liana akan keluar rumah, ia bertemu dengan Elma yang hendak mengunjungi mereka.


"Liana. Kamu kenapa, sayang?" ucap Elma.


Rendy datang sambil berlari membuat Elma semakin bingung.


"Kalian kenapa? kalau ada masalah selesaikan baik-baik," ucap Elma.


Liana mengusap air matanya lalu memeluk Elma.


"Tidak ada masalah, Mam. Semua baik-baik saja," ucap Liana berbohong.

__ADS_1


Sedangkan Rendy masih berdiri didepan pintu dengan nafas terengah-engah.


"Kalau tidak ada masalah, terus ini apa?" tanya Elma yang tak mengerti dengan sikap anak dan menantunya.


"Mam ... ." Rendy menggantung ucapannya.


"Kenapa? ada apa sebenarnya?" Elma terus bertanya.


"Mam, aku sedih karena kakekku sakit tapi mas Rendy melarang aku untuk pergi menemui kakekku," ucap Liana berbohong.


Liana tak ingin membuat nama baik suaminya hancur didepan mamanya Rendy, hingga akhirnya terpaksa ia berbohong kepada mertuanya itu.


Dan lagi Liana tahu kalau ibu mertuanya memiliki riwayat penyakit jantung, ia tak ingin terjadi apa-apa terhadap ibu mertuanya itu.


Elma menggelengkan kepalanya!


"Yaampun, Rendy. Kamu jangan egois gitu dong. Izinkan saja Liana menemani kakeknya lagipula gak mungkin sampai satu bulan atau lebih kan," ucap Elma yang tak habis pikir dengan sikap putranya.


Rendy masih berdiri ditempat semula tanpa kata dan pergerakan.


"Ma, aku pamit ya," ucap Liana sembari menyodorkan tangannya hendak mencium punggung tangan Elma.


"Iya, sayang. Hati-hati dijalan ya, Nak," ucap Elma.


"Rendy kamu antar istrimu!" ucap Elma kepada Rendy.


Dalam hati Rendy ada sedikit kebahagiaan karena ia bisa bicara berdua dengan Liana tanpa adanya yang mengganggu dan Liana pun tidak bisa pergi karena karena sedang berada dalam mobil yang sedang melaju.


Liana hanya diam tanpa kata, ia masuk kedalam mobil Rendy dengan terpaksa! setelah Liana berada didalam mobil ia melempar senyuman kepada Elma dan Rendy pun mulai melajukan kendaraannya.


Liana masih terdiam tanpa sepatah katapun yang terucap dari mulutnya, ia tak ingin berdebat dengan suaminya.


"Sayang, kamu mau kemana?" ucap Rendy.


Liana tak menjawab pertanyaan Rendy, ia masih terdiam dalam pilu yang kian menusuk hati.


"Liana maafkan aku. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu, aku tidak mau pisah sama kamu," ucap Rendy mencoba membuat Liana percaya lagi kepadanya.


"Turunkan aku disini," ketus Liana.


"Kamu mau kemana? biar aku antar sampai kamu tiba ditempat tujuanmu," ucap Rendy.


"Aku bilang turunkan aku disini!" bentak Liana.


Selama berumah tangga baru kali ini Liana berbicara dengan nada tinggi kepada suaminya.


"Aku butuh waktu sendiri, tolong mengertilah," ucap Liana dengan nada lirih.

__ADS_1


"Oke, aku akan turunin kamu, tapi sebelum itu berjanjilah kamu akan kembali padaku," ucap Rendy penuh permohonan.


Liana tak lantas menjawab ucapan Rendy. Memang Liana sangat mencintai suaminya itu tapi itu dulu, sekarang setelah ia tahu bahwa suaminya berselingkuh ia tidak tahu apakah masih mencintai suaminya seperti dulu atau tidak.


"Aku ingin kita pisah," ucap Liana lirih.


Rendy menatap lalu menggenggam tangan Liana.


"Tidak. Aku tidak akan menceraikan kamu, sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi. Aku sangat mencintaimu Liana," ucap Rendy.


"Tidak ada cinta yang seperti ini, mas. Aku tahu aku ini siapa, sebelum terlambat lebih jauh lagi aku mengalah, aku memilih pergi dari kehidupanmu," ucap Liana dengan air mata yang terus mengalir.


"Tidak. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu," ucap Rendy sembari menggelengkan kepalanya.


Liana tersenyum dalam tangisannya yang tak bisa terhenti.


"Jangan kau ucapkan lagi kata-kata manis itu kepadaku jika semua itu hanya kepalsuan," ucap Liana.


"Buka pintu mobilnya, mas." Liana memberontak didalam mobil sang suami.


Setelah lama membujuk Liana agar membatalkan niatnya untuk pergi, Rendy mulai tak bisa berkata-kata lagi terhadap istrinya itu. Karena Liana tetapi memaksa ingin pergi, akhirnya Rendy mengizinkan Liana pergi. Rendy tahu saat ini memang sang istri butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.


"Kamu mau kemana?" ucap Rendy sekali lagi.


"Kemanapun yang aku mau. Aku akan pulang untuk mengambil barang-barang milikku yang masih tersisa di rumahmu," ucap Liana sembari turun dari mobil milik Rendy.


Liana berjalan sembari menyeret kopernya! sementara itu Rendy terus mengikuti kemana langkah Liana.


"Pergi, mas! pergi!" teriak Liana karena sang suami masih mengikutinya dari belakang.


Rendy menghentikan mobilnya lalu menarik tangan Liana membawanya masuk kembali kedalam mobilnya!


"Aku gak sanggup tanpa kamu," ucap Rendy.


Liana mencoba melepaskan cengkraman sang suami, namun ia tidak berhasil.


Rendy melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi! tak lama Rendy menghentikan mobilnya di lobby sebuah hotel!


"Kamu bilang kamu butuh waktu sendiri. Aku kasih kamu waktu untuk menjernihkan pikiranmu disini di hotel ini," ucap Rendy pada Liana.


Liana terdiam tanpa kata, ia membiarkan suaminya melakukan apa yang ia mau.


"Jika kamu benar-benar mencintai aku, kenapa kamu berselingkuh dengan mantan kekasihmu?" ucap Liana didalam hatinya.


Setelah melakukan cek-in Rendy mengantarkan Liana ke kamar yang akan ditempati oleh Liana.


"Besok kamu pulang ya. Aku tunggu kamu di rumah," ucap Rendy lalu meninggalkan Liana di tempat itu!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2