Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 123


__ADS_3

Malam hari.


Rendy dan Liana sudah tiba di rumah mereka sejak sore hari.


Rendy masuk ke kamar Liana untuk memastikan istrinya itu tidak sedang melamun ataupun menangis.


"Ada perlu apa kesini?" ucap Liana dengan tatapan datar.


"Aku ingin bertemu denganmu dan calon anakku," ucap Rendy sembari melangkahkan kakinya menghampiri Liana yang sedang duduk di tempat tidur.


"Aku harap kamu jangan terlalu menyayangi anak yang sedang aku kandung ini karena jika kita bercerai, aku yang akan merawatnya," ucap Liana tanpa menatap Rendy sedikitpun.


"Jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan menceraikan kamu," ucap Rendy sembari terus menatap Liana yang duduk sambil memalingkan muka.


"Apapun yang terjadi, aku akan mempertahankan rumah tangga kita," ucap Rendy lagi.


"Rumah tangga kita sudah ternoda, hubungan kita sudah hancur. Tidak ada alasan untuk mempertahankan hubungan kita yang sudah rusak," ucap Liana.


"Aku tidak pernah menodai rumah tangga kita dan aku tidak bermaksud menghancurkan hubungan kita," ucap Rendy didalam hatinya.


"Kamu istirahat ya." Rendy mengecup kening Liana.


"Aku ke kamarku, kalau ada apa-apa atau kamu merasa sakit, pusing atau mual panggil aku," ucap Rendy sembari mengelus kepala Liana!


Rendy keluar dari kamar Liana lalu masuk ke dalam kamarnya!


Setelah Rendy pergi, Liana menatap pintu yang baru aja ditutup oleh suaminya.


"Sekeras itu kamu berusaha mempertahankan rumah tangga kita, Mas. Lalu kenapa segampang itu pula kamu menghancurkannya?" gumam Liana.


Liana menundukkan kepalanya, menatap perutnya yang masih rata sembari mengusap perutnya!

__ADS_1


"Nak, Jika kamu laki-laki, jangan pernah ikuti jejak Papamu. Jika kamu perempuan, jangan sampai mengalami apa yang Mama alami," ucap Liana dengan nada lirih sembari menahan sesak di dadanya.


Di kediaman Elma.


"Mam, Shila mana?" tanya Ken kepada Elma.


"Baru aja datang langsung nanyain Shila. Duduk dulu," ucap Elma sembari terus membaca majalah yang ia pegang.


Ken menghampiri Elma lalu duduk di sampingnya!


Ken terdiam sembari menatap mamanya menunggu jawaban dari pertanyaannya.


Elma tersenyum melihat tingkah Ken yang seperti anak-anak sedang menunggu ibunya membacakan cerita.


"Shila pergi. Katanya ada keperluan mendadak," ucap Elma sembari meletakkan majalah itu ke meja!


"Dari kapan?" tanya Ken lagi.


"Dari pagi. Kamu kenapa nanyain Shila terus? Rindu?" ucap Elma menggoda putranya.


"Ng_nggak. Siapa yang rindu sama dia? aku cuma nanya, Ma. Akhir-akhir ini dia sering pergi," ucap Ken.


"Pergi, gak masalah. Dia kan juga punya keperluan pribadi. Mungkin dia mau ketemu orang tuanya atau mungkin pacarnya, kita kan gak tahu," ucap Elma.


"Pacar? gak mungkin," ucap Ken.


"Assalamu'alaikum!" (Shila)


"Waalaikumsalam," ucap Ken dan Elma berbarengan.


Ken dan Elma menatap sosok yang berdiri tak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Tuh orangnya datang. Baru diomongin," ucap Elma sembari tersenyum.


"Maaf, saya perginya kelamaan," ucap Shila sembari menundukkan kepalanya.


"Aku mau bicara!" ucap Ken sembari menarik tangan Shila membawanya ke tempat yang jauh dari Elma.


Elma menggelengkan kepalanya sembari menatap putranya.


"Padahal kalau suka tinggal bilang aja," ucap Elma.


Ken menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah mamanya!


sebuah senyuman terukir dibibir Ken lalu kembali melanjutkan langkah kakinya menaiki satu-persatu anak tangga itu!


"Mau bicara apa?" tanya Shila setelah tiba di balkon lantai dua rumah Elma.


"Aku rindu." Ken mencium punggung tangan Shila.


"Cuma itu?" tanya Shila.


"Ya. Apa lagi?" ucap Ken sembari menatap wajah Shila.


Shila tersenyum. "Tidak mau ini?" ucap Shila sembari menempelkan telunjuknya di bibir Ken.


"Mau tapi takut kena bogem," ucap Ken sembari memainkan bibir Shila dengan ibu jarinya.


Shila meraih tangan Ken lalu menggenggam tangan itu.


"Nanti kita akan sampai pada masanya. Setelah kita menikah," ucap Shila dengan tatapan penuh pengharapan.


"Sebelum nikah juga gakpapa. Nyicipin dulu," ucap Ken sembari tersenyum nakal.

__ADS_1


Shila memukul dada Ken pelan!


Bersambung


__ADS_2