Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 130


__ADS_3

Tak ingin melanjutkan pembicaraan dengan Liana, Rendy pergi meninggalkan Liana di ruang makan!


Liana menatap kepergian Rendy hingga punggung laki-laki itu tak terlihat lagi.


"Se terkejut itukah kamu saat mendengar pernyataanku? lalu kenapa kamu masih berhubungan dengan wanita itu jika kamu memang benar-benar mencintaiku?" ucap Liana didalam hatinya.


Liana menatap sendok yang terjatuh dari tangan sang suami lalu meraih sendok yang ada didepannya!


Liana memegang sendok sambil memperagakan kejadian barusan, Liana terus memerhatikan tangannya yang tengah memegang sendok tersebut.


"Apa dia terlalu mencintaiku? sehingga sendok yang dipegang dengan erat bisa terjatuh begitu saja," ucap Liana lagi masih didalam hatinya.


Rendy yang tengah berdiri di taman kecil dibelakang rumahnya, merogoh ponselnya dari dalam saku celananya!


Rendy berharap ada pesan masuk kedalam ponselnya memberi kabar baik kepadanya, namun ternyata tak ada pesan dari siapapun.


Rendy berjalan menuju kursi tempat biasa ia duduk berdua dengan Liana!


"Pagi-pagi sarapan, cemburu," gerutu Rendy setelah ia duduk di kursi tersebut.


Di kediaman Elma.


Setelah selesai sarapan, Ken bersiap untuk pulang ke rumahnya.


"Ken, mau kemana?" tanya Elma.


"Pulang. Aku mau istirahat di rumahku saja," ucap Ken kepada Elma.


"Emang disini kenapa?" tanya Elma.


"Gak kenapa-napa. Kasihan, Bik Onah kalau aku nginap lama-lama, nanti bisa-bisa dia rindu berat sama aku," ucapan Ken dengan tawa kecilnya.

__ADS_1


Elma ikut tertawa.


"Ada-ada aja kamu ini," ucap Elma sembari mengelus lengan atas Kendra!


"Aku pulang ya, Mam!" Ken mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rumah orang tuanya.


"Hati-hati, sayang," ucap Elma.


Ken mulai melajukan kendaraannya!


"Shila kemana? kenapa dia pergi saat aku libur mendadak?" ucap Ken didalam hatinya.


Ken terus melajukan kendaraannya menuju rumahnya!


*** *** ***


Arkhan dan Arkhana sedang tidur di ruangan yang berbeda, sedangkan Shila berkeliling disekitar tempat itu sesekali ia mengecek ke ruangan tempat dimana tawanannya disekap!


Para preman itu menatap Shila penuh tanya.


"Gak ada racunnya. Kalian tenang saja, gue gak pernah bunuh orang kecuali dalam keadaan mendesak," ucap Shila.


"Sampai kapan kita disini?" tanya Arman.


"Sampai waktu yang tidak ditentukan. Jangan mencoba kabur, tempat ini sudah dikelilingi CCTV jika salah satu diantara kalian mencoba kabur, senjataku ini akan meletus," ucap Shila sembari mengusap senjata apinya.


Arman dan beberapa temannya langsung memakan makanan yang Shila bawa.


Setelah selesai makan, para preman itu mulai mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.


Shila memang membubuhi makanan itu sebelum ia memberikan makanan tersebut kepada para tawanannya.

__ADS_1


"Tidur yang nyenyak ya teman-teman," gumam Shila lalu pergi dari ruangan itu!


Shila beralih ke ruangan tempat Sonny disekap!


"Hai, Sonny. Aku bawakan makanan untukmu," ucap Shila sembari menyodorkan sepiring makanan dan segelas air minum!


*** *** ***


"Kamu siap. Nanti malam kita datangi kantor si Rendy," ucapan Bram kepada Jenny.


"Siap gak siap harus siap. Demi masa depan kita," sahut Jenny.


Bram tersenyum yang sulit diartikan.


"Sayang, setelah kita berhasil mengambil hartanya Rendy. Kamu langsung nikahin aku ya," ucap Jenny penuh harap.


"Gak bisa, Jenny. Aku masih ingin menikmati masa mudaku," ucap Bram.


"Aku hamil, Bram." Jenny mengeraskan suaranya.


"Apa! hamil?" ucap Bram terkejut.


"Ya. Ini anakmu," sahut Jenny.


"Itu pasti anaknya si Rendy." (Bram)


"Rendy tidak pernah menyentuhku. aku pernah menjebaknya, tapi tidak berhasil," sahut Jenny jujur.


Selama berpacaran Rendy memang tidak pernah melakukan hubungan yang melewati batas. Rendy hanya memeluk dan mencium Jenny tak lebih dari itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2