Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 92


__ADS_3

Liana dan Elma sudah tiba di rumah sakit. Mereka berjalan menuju ruangan Ken dirawat!


Beberapa bodyguard yang bertugas menjaga Ken didepan pintu ruang rawat menyambut kedatangan Elma dan Liana sedangkan Shila sedang berada di dalam ruang rawat Ken.


"Dimana Shila?" tanya Elma.


"Didalam, Bu sedang menemani Pak Kendra," sahut salah satu bodyguard.


Liana membuka pintu ruang rawat Ken lalu masuk kedalamnya!


Liana berjalan mendekati Ken yang masih terbaring koma disusul dengan Elma dibelakangnya!


Elma mengelus pucuk kepala Kendra dengan penuh kasih sayang.


"Bangun sayang, buka matamu lihatlah Mama sama Liana bawah kejutan untukmu," ucap Elma dengan berurai air mata.


"Ken, aku bawa kue untukmu. Kita rayakan ulang tahunmu bersama-sama," sambung Liana.


Shila hanya diam sambil menatap tiga orang itu dengan tatapan pilu.


Tak lama Rendy datang dengan membawa sesuatu ditangannya.


"Maaf aku telat," ucap Rendy.


Rendy berjalan menghampiri Ken!


"Selamat ulang tahun Ken. Aku bawa kado untukmu, kamu bangun dong kita bongkar kado sepesialmu bersama-sama.


Shila keluar dari ruangan itu karena ia sadar ia bukan bagian dari keluarga itu.


Elma menangis deras, air matanya jatuh tak tertahan lagi.

__ADS_1


Rendy memeluk Elma dengan hati yang terasa begitu pilu.


Liana ikut menangis pilu menyaksikan pemandangan yang sama sekali belum pernah ia lihat selama hidupnya.


Ken mulai menggerakkan tangannya meraba tangan orang yang berada didekatnya.


Saat Liana sedang memperhatikan Elma dan Rendy tiba-tiba ia merasakan seseorang meraba punggung tangannya halus. Liana melirik tangannya dan alangkah bahagianya ia saat tahu tangan Ken yang merabanya.


"Ken," ucap Liana pelan.


Ken membuka matanya perlahan.


"Mas, Mama lihatlah Ken sudah membuka matanya," ucap Liana penuh kebahagiaan.


Elma dan Rendy menatap Ken berbarengan.


"Alhamdulillah," lirih Elma.


Elma menggenggam erat tangan Kendra dengan berurai air mata.


Tak lama dokter dan seorang suster tiba di ruang rawat Ken.


"Dokter, adik saya sudah sadar," ucap Rendy.


"Syukurlah. Tolong kalian semua keluar sebentar karena saya akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien," ucap dokter itu kepada Rendy, Elma dan Liana.


Elma dan keluarga keluar dari ruangan itu tanpa protes!


Setelah beberapa menit seorang suster keluar dari ruangan tempat Ken di rawat!


"Siapa yang bernama Shila?" tanya suster itu.

__ADS_1


Rendy dan Elma saling bertatapan, keduanya merasa heran kenapa suster itu menanyakan Shila.


"Saya, Sus. Ada yang bisa saya bantu," ucap Shila ramah.


"Nama pertama yang pasien katakan adalah nama anda, bisa ikut saya sebentar?" ucap suster itu.


Shila menatap Elma mengisyaratkan apakah ia boleh menemui Ken atau tidak.


Elma menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan suster itu.


Shila berjalan memasuki ruangan rawat Ken dan mendekati dokter yang sedang berdiri di samping Ken.


"Apa orang ini yang kamu panggil Shila?" tanya dokter kepada Ken.


Ken menatap wanita yang berdiri di samping dokter itu.


"Ya," sahut Ken dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Shila tersenyum melihat orang yang selalu mengganggunya sudah sadar dari koma.


"Mama," ucap Ken lagi.


"Suster, tolong panggil keluarganya suruh mereka kesini," ucap dokter itu.


Suster itu langsung berjalan keluar ruangan!


Tanpa menunggu lama suster itu dan keluarga Ken sudah memasuki ruangan itu.


"Sayang," lirih Elma sembari memeluk Ken yang madih terbaring di hospital bad.


"Kondisi pasien sudah stabil. Meski begitu pasien belum bisa pulang karena harus menjalani masa pemulihan," ucap dokter itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2