
Adzan Subuh sudah mulai terdengar, Yudi yang mendengar itu langsung bangun dari tidurnya, namun ia melihat Mita yang masih tertidur dengan lelapnya. Yudi segera berjalan mendekati Mita ingin membangunkannya untuk shalat berjamaah.
"Kamu kalau lagi tidur mirip anak kecil, ya. Tapi gemes banget sama wajah kamu yang lugu dan manis." ucap Yudi dalam hatinya. Yudi mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Mita agar ia segera bangun.
"Ayo Cil bangun, kita sholat berjamaah di bawah ada mushola keluarga." ucap Yudi pada Mita yang sudah bangun.
"Um iya kak, Mita mau wudhu dulu jangan tinggalin Mita ya!" ucap Mita sedikit menggeliat agar tubuhnya kembali bersemangat dan sadar sepenuhnya.
"Yaudah, kakak tunggu di sini ya." Ujar Yudi yang melihat Mita berjalan gontai ke arah kamar mandi.
"Hmm!" balas Mita berdehem.
Mita pun langsung berwudhu, setelah itu dirinya keluar.
"Kak, ayo kita ke mushola," ucap Mita yang sudah siap dengan memakai mukena dan sudah berdiri di samping Yudi.
Yudi pun menoleh Mita dengan peci hitam di kepalanya, Mita yang melihat Yudi sedikit kagum dengan pria yang sudah halal untuknya. Yudi memang tampan namun menjadi lebih tampan ketika berpenampilan seperti itu.
"Kakak tampan banget," puji Mita.
"Astagfirullah, maaf kak," ujar Mita mencoba menyadarkan dirinya. Yudi sama sekali tak memperdulikan Mita, ia segera berjalan lebih dulu, Mita mengikutinya dari belakang.
Semua anggota Keluarga sudah berkumpul di mushola yang berada di dalam Rumah Hendra. Bahkan Bik Ijum pembantu mereka pun sudah bersiap dan Pak satpam yang selalu berjaga pun ikut sholat bersama.
"Alhamdulillah, kita bisa sholat bersama dengan anggota yang bertambah!" ucap Hendra bahagia.
Yudi maju ke depan karena ia lah yang menjadi imam di mushola ini. Semakin ke sini dan semakin Mita mengenal Yudi maka semakin besar lah rasa kagum Mita kepada sang suami.
Setelah selesai Sholat, mereka saling bersalaman. Sungguh suasana yang mengenakan untuk di lihat setiap paginya. Mita bangkit dan segera menuju dapur, kebiasaannya di kampung adalah masak dulu baru sekolah.
__ADS_1
"Pagi bik, Mita bantu ya masaknya," ucap Mita yang datang dari belakang Bik Ijum
"Gak usah non, lebih baik non Mita duduk aja biar bibi yang masak!" sahut Bik Ijum.
"Gak apa-apa kok Bik, Mita udah biasa masak di rumah jadi kalau hanya berdiam rasanya malah lebih capek!" ujar Mita semangat membantu.
Mita dengan cekatan membantu Bik Ijum memasak, dirinya begitu lihai saat memasak. Mita memang pandai memasak karena sang Ibu selalu mengajarkannya.
"Non Mita semangat banget masaknya." ucap Bik Ijum yang sedang mencuci sayur.
"Iya dong Bik, ini hari yang sangat bahagia buat Mita apalagi hari ini Mita sudah sekolah." ujar Mita tersenyum.
Hampir 7 menit, akhirnya masakan Mita pun selesai. Dirinya langsung menyiapkan makanannya di meja makan. Sedangkan Bik Ijum memanggil anggota keluarga untuk segera ke ruang makan. Karena masakan sudah siap dihidangkan.
"Wihhh enak nih kayaknya." ucap Elis yang baru datang saat melihat makanan yang ada di depanya.
"Di bantu sama bik Ijum yang jago masak mah," sahut Mita terkekeh.
"Semuanya Resep dari Non Mita, saya cuman bantu nyiapin saja." sahut bik Ijum yang datang dengan membawa air minum.
Mita hanya tersipu malu, dirinya langsung menyiapkan nasi untuk sang suami yang sudah duduk di samping dirinya, seperti kewajiban nya menjadi istri maka ia harus melayani suaminya.
"Kamu tuh Manjain suami terus, suami mu kapan mau Manjain kamu!" seru Hendra membuat Mita terkekeh.
"Sebelum makan, lebih baik kita berdoa dulu" sahut Mita tersenyum.
"Yudi pimpin Doanya" ucap Elis pada Yudi .
Yudi pun langsung memimpin Doa, dan mereka pun makan bersama. Meskipun makanan yang Mita buat sederhana, namun rasanya sangat enak.
"Cepat makannya biar kakak antar kamu ke sekolah," ucap Yudi setelah selesai makan.
__ADS_1
"Iya kak!" jawab Mita.
"Kamu juga Zura, cepetan makannya nanti terlambat," ucap Elis pada anak perempuannya. Zura pergi sekolah di antar oleh supir pribadi mereka.
"Iya mah!" sahut Zura.
Hari ini adalah hari pertama Mita masuk sekolah, setelah selesai menyelesaikan urusannya dengan rumah, Mita langsung bersiap-siap untuk ke sekolah. Semalam sebelum tidur Mita sudah dulu menyiapkan perlengkapan Sekolahnya. Mita begitu tak menyangka Hendra memberinya banyak sekali barang, tas pun Mita dibelikan. Mita sangat bersyukur mendapati Hendra sebagai mertuanya yang sangat peduli dan sayang padanya.
Yudi mengantarkan Mita menggunakan mobil yang sering ia bawa, karena Yudi ada rapat di perusahaan jadi Yudi bergegas mengendarai mobil.
"Wah kakak ke tempat kerja pakai mobil, kenapa gak pakai motor?" tanya Mita heran.
"Emang ada bos pakai motor, lagian kalau pakai mobil aman gak takut kenapa-kenapa, tapi ya harus tetap hati-hati!" jawab Yudi membuat Mita luluh.
"Iya juga sih. Kakak hebat banget pokoknya." ujar Mita memuji dengan mengacungkan jempol kanannya.
"Ya udah cepet masuk nanti terlambat loh." sahut Yudi.
"Ini gimana buka pintunya kak?" Tanya Mita yang kesusahan membuka pintu mobil.
"Ih kamu ini, buka pintu mobil aja gak bisa," Yudi pun turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Mita.
Jujur saja ketika Yudi melihat Mita hari ini, dia begitu gemas. Karena Mita sangat manis menggunakan sepasang seragam SMA dengan balutan hijab putih. Apa lagi Tas yang Mita pakai menambah imut tingkah Mita yang lugu.
"Tas kamu kaya anak kecil!" sindir Yudi terang-terangan.
"Inikan Papah yang beliin. Mita suka kok mau bentuk apapun tasnya." ucap Mita tersenyum bangga.
"Wah Papah mah gak adil!! Masa anak nya gak di beliin," ujar Yudi bercanda membuat Mita merasa tak enak hati atas perkataan Yudi.
"Ih kakak jangan merasa gitu. Yaudah tas ini buat kakak aja deh, biar Mita pakai tas lama aja." sahut Mita dengan lugunya.
__ADS_1
"Masa kamu nyuruh aku pakai tas cewe, lagian kakak cuman becanda. Gak usah diambil hati, kakak mah tas juga banyak!" Timpal Yudi.
Mita begitu menikmati hari bersama Yudi saat ini, tidak ada polusi tentunya karena di dalam mobil. Karena Jakarta memang padat oleh kendaraan yang selalu berlalu-lalang, entah kenapa ada perasaan nyaman di benak Yudi saat dirinya bersama Mita.