
selamat membaca! jangan lupa like, coment dan vote ya😅
selamat baper.
Yudi sedang duduk di ruang tamu, ia menonton tv bersamaaan dengan mengerjakan tugas kantor di rumahnya dengan menggunakan laptop miliknya. Dengan wajah yang serius, ia memeriksa setiap lembaran demi lembaran yang sudah tertera di dalam laptop.
"Kamu tuh sibuk kerja terus, Yud! Sekali-kali bersenang-senang dong" tegur Elis datang membawa susu khusus untuk ibu hamil agar tetap sehat bayinya.
"Emang selama ini Yudi gak kelihatan senang?" Sahut Yudi dengan mata dan jari yang sibuk mengetik.
"Kasihan Mita punya suami yang selalu sibuk gak pernah punya waktu untuknya" sindir Elis dengan suara sedikit naik agar Yudi mendengar perkataannya.
"Banyak yang harus Ditangani, selama cuti waktu itu pekerjaan Yudi jadi menumpuk" ujar Yudi mengerti dengan maksud sang mamah.
"Lagian kalau kamu libur sehari atau dua hari perusahaan kamu gak akan hilang kok" ucap Elis mengusap rambut Yudi dengan lembut.
"Iya-iya nanti Yudi pikirkan lagi" ucap Yudi pasrah.
Sudah seharian Yudi berada di depan laptopnya dan matanya sudah lelah, ia memutuskan untuk baring di sofa sebentar, alih-alih istirahat sejenak. Cuaca tampak mendung, sepertinya akan turun hujan! Dengan mata menatap ke luar jendela, Yudi terbuai oleh aroma hujan dan membawanya hanyut dalam mimpi. Petir turun beserta suara gluduk yang amat ingar, membuat Yudi terkejut dan bangun dari tidurnya, tangannya meraih hp yang ada di meja dan mencoba melihat jam yang menunjukan pukul 2 siang. Yudi lupa bahwa ia sudah berjanji akan menjemput Mita ke sekolah! Segera ia berlari ke kamar mengambil jaket dan segera mengeluarkan motor miliknya tak lupa sepasang helm untuk menjaga dan melindungi kepalanya agar aman.
"Yudi! Kamu mau kemana hujan-hujan gini" teriak Elis dari dalam rumah saat melihat Yudi berlari ke arah garasi.
"Mau jemput Mita mah! Yudi ketiduran dan lupa kalau mau jemput dia. Yaudah Yudi duluan ya bener-bener buru-buru soalnya!" Teriak Yudi seraya berlari pergi menerjang Hujan, Elis nampak heran dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yudi secemas itu.
Yudi langsung ngebut di jalan, dirinya benar-benar cemas dengan Mita. Saat dia sudah sampai di Sekolah Mita, dia merasa kebingungan mencari keberadaan Mita. Karena Sekolah sudah sepi, namun. Tiba-tiba saja dia mendengar suara gadis lugu itu yang tak jauh darinya dan memanggil namanya.
"Kak Yudi" teriak Mita yang berada di seberang jalan, di bawah pohon yang rindang, disitulah mita menunggu Yudi sedari tadi. Yudi langsung menghampiri gadis itu yang sudah terlihat pucat dan kedinginan.
"Kamu ngapain disini? Kenapa gak nunggu di dalam sekolah aja?" ucap Yudi heran.
"Tadi Mita mau nungguin kakak di dalam sekolah, tapi Mita takut kakak gak tau keberadaan Mita dan ninggalin Mita. Jadi, Mita nunggu kakak di sini agar kakak gak susah-susah mencari Mita" ujar Mita dengan lugunya membuat Yudi nampak kesal dan geram dengan sikap Mita yang begitu polos.
"Kamu ini polosnya minta ampun! Udah tau ujan, ngapain nunggunya disini!" kesal Yudi yang melihat Mita nampak kedinginan karena bibir Mita sudah bergetar menahan sejuk karena air hujan.
"Cepet naik!" Sahut Yudi nampak cemas dengan Mita. Tak lupa ia memakaikan helm di kepala Mita dan memakaikan jaketnya kepada istri polosnya, Mita pun segera duduk di Motor Yudi, dirinya terlihat sangat kedinginan akibat menunggu terlalu lama.
"Bodoh" kesal Yudi pada Mita dan langsung melajukan motornya.
"Peluk kakak!" Teriak Yudi melihat Mita dari kaca spion nya karena gadis itu menggigil.
"Kita kan udah sah, jadi gak usah ragu lagi" ucap Yudi membuat Mita langsung memeluknya erat.
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh, kalo sakit gimana!" kesal Yudi lagi.
Mita hanya terdiam karena hujan semakin lebat, Yudi pun langsung berhenti di warung seberang jalan.
"Kenapa kita berhenti kak?" Tanya Mita bingung.
"kita neduh dulu disini" jawab Yudi datar.
Yudi dan Mita memasuki warung untuk duduk dan memesan sesuatu yang hangat sambil menunggu hujan reda.
"Buk, pesan teh anget 1 sama antangin satu ya" teriak Yudi memanggil pemilik warung.
"Iya tunggu sebentar" sahut pemilik warung.
"Lain kali kalo hujan, nunggu kakak di dalam sekolah aja!" ucap Yudi seraya meraih tangan Mita dan menggosok gosokan nya agar tidak terlalu dingin.
Mita pun mengangguk pertanda mengerti. Sudah hampir jam 4 sore, akhirnya hujan pun reda juga. Hanya gerimis, baju Yudi pun nampak tidak terlihat terlalu basah begitupun seragam Mita.
"Ini teh nya silahkan di minum biar anget" ujar pemilik warung yang datang membawa pesanan Yudi.
"Makasih buk" ucp Yudi.
"Loh kok cuma satu doang, kakak gak mau" tanya Mita heran karena Yudi hanya membeli 1 bungkus antangin.
"Kakak gak kedinginan" jawab Yudi yang hanya memperdulikan Mita tanpa memperdulikan dirinya sendiri. Namanya juga orang khawatir ya kan?
"Tapi…" baru saja mau menyangkal eh sudah di potong dulu oleh Yudi.
"Udah gak usah khawatir, kesehatan kamu jauh lebih penting agar bisa beraktivitas seperti biasa" jelas Yudi tersenyum lembut kepada Mita.
Setelah minum antangin yang Yudi berikan, ia pun meminum teh hangat.
"Kak, mita lapar! Tadi siang gak makan" ucap Mita agak malu mengatakannya.
"Emang kamu gak ke kantin" tanya Yudi memandang Mita yang memelas.
"Nggak" Mita menggeleng.
"Ya udah kamu tunggu di sini, kakak cari makan dulu soalnya di warung ini gak ada jual makanan" Yudi pun pergi menggunakan motornya untuk mencari makanan, Mita menatap kepergian Yudi dengan suasana hati yang sangat senang, bagaimana gak senang mendapatkan perhatian dari Yudi.
"Mana sih kakak kok gak balik-balik" gumam Mita menatap segelas teh di depannya.
__ADS_1
Tak lama terdengar deruman suara motor Yudi. Yaps! Benar dong, itu adalah Yudi.
"Nih cepet Makan biar kamu kenyang!" ucap Yudi seraya memberikan satu kotak Nasi yang ia beli.
"Kakak gak mau Makan?" Ujar Mita seraya membuka bungkus nasi.
"Mas, mbak, saya tinggal dulu yah. Mau pulang sebentar ke rumah, tolong jagain warung saya ya" ucap Ibu pemilik warung sambil tersenyum, Yudi langsung mengangguk tersenyum. Ibu itu pun langsung pergi berjalan kaki menuju rumahnya.
"Kakak, harus ikut Makan bareng Mita" tutur Mita menatap Yudi.
"Gak! Kamu aja, lagian kakak udah makan tapi di rumah" Tolak Yudi.
"Yaudah, Mita gak mau makan juga kalau kakak gak makan" cetus Mita merajuk.
"Sini, bawel banget kamu Cil" sahut Yudi mengambil alih makanan yang Mita pegang.
"Udah berdoa belum?" ucap Yudi mengingatkan, Mita pun langsung berdoa dengan memejamkan kedua matanya.
"Udah" seru Mita selayaknya anak kecil. Yudi pun langsung menyuapi Mita, membuat gadis itu melongo di buatnya.
"Ayoo buka mulutnya!" ucap Yudi datar menyodorkan sesendok nasi dengan lauk pauk tentunya. Mita pun langsung membuka mulutnya dengan hati yang berbunga-bunga.
"Enak kak" ucap Mita sembari mengunyah.
"Kalo makan tuh gak boleh ngomong!" Ucap Yudi membuat Mita terkekeh, dan dirinya langsung mengambil alih makanannya lagi.
"Biar Mita suapin kakak juga" ucap Mita mencoba menyendokkan Makanan untuk Yudi.
"Aaaa"ucap Mita seperti menyuapi anak kecil.
"Apa sih kamu Cil!" Tolak Yudi.
"Mita bilang Aaa" ujar Mita dengan wajah cemberut, Yudi pun langsung membuka mulutnya menuruti kemauan Mita.
"Eeemm, enak kan" sahut Mita tersenyum senang.
"Cepet abisin! Terus kita pulang! Mama pasti sudah menunggu" tukas Yudi sambil mengunyah.
"Kalo makan tuh gak boleh ngomong!" ucap Mita mengikuti ucapan Yudi, membuat pria cuek itu terkekeh dan tanpa sadar mencubit hidung Mita karena ia gemas.
"Ih kakak main cubit hidung Mita aja, sakit tau" tutur Mita yang menggosok-gosok hidungnya yang sudah memerah.
__ADS_1