Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 116


__ADS_3

Di malam hari, Shila mulai kembali mencari persembunyian orang-orang yang telah melukai Ken. Besar kemungkinannya bahwa mereka juga adalah orang yang selama ini ia cari.


"Bu, saya izin pergi ke tempat orang tua saya."


Shila berbohong kepada Elma demi mendapat izin dari majikannya itu.


Sebenarnya berkata jujur pun Shila pasti mendapatkan izin dari Elma tapi karena sekarang ini urusannya dicampuri dengan misi rahasia, ia tak ingin membuat Elma banyak bertanya padanya.


"Boleh, pergi aja," sahut Elma.


Tanpa rasa curiga Elma mengizinkan Shila pergi pada malam hari.


"Mungkin saya akan menginap di sana. Apa boleh? keamanan rumah sudah saya serahkan kepada Sam," jelas Shila.


"Boleh, lebih dari satu hari pun boleh. Saya tahu kamu pasti merindukan orang tuamu," ucap Elma.


Shila tersenyum. "Terimakasih. Kalau gitu, saya permisi."


Shila segera pergi meninggalkan Elma yang sedang menonton televisi!


"Mau kemana?" tanya Ken saat Shila sedang memanaskan mesin motornya.


"Nangkap penjahat," sahut Shila singkat.


"Ikut dong," ucap Ken.


"Jangan. Ini pekerjaan khusus untuk orang yang sudah terlatih," ucap Shila menolak permintaan Kendra.


"Aku bisa kok." (Kendra)

__ADS_1


Shila tersenyum sembari menatap kekasihnya itu.


"Tidak. Aku tidak ingin melibatkan putra dari majikanku," ucapan Shila.


"Tapi kita ... ." (Ken)


"Dalam urusan pekerjaan kita hanyalah sebatas majikan dan seorang pekerja saja," tegas Shila.


Tak ingin berdebat, Ken tak menjawab perkataan Shila, ia membiarkan gadis itu pergi dengan motornya.


"Hati-hati," ucap Ken.


Shila menatap Ken lalu tersenyum dan sebuah kedipan genit Shila suguhkan untuk orang yang baru beberapa hari menjadi kekasihnya.


Ken tertawa kecil melihat sikap Shila yang ternyata bisa melakukan hal yang tak pernah ia bayangan.


Shila mulai pergi meninggalkan kediaman Elma!


Drrt! drrt! drrt!


Bunyi ponsel Rendy, tanda adanya pesan masuk.


Liana melirik ponsel milik sang suami, tertera nama 'Gapei' di layar ponsel itu.


Sebuah nama yang aneh dan tak umum dipakai masyarakat, tapi Liana tak merasa curiga ataupun cemburu karena ia tahu nomor ponsel Jenny diberi nama 'my love' di ponsel suaminya itu.


"Siapa yang mengirim pesan?" tanya Rendy yang baru tiba di kamar Liana.


"Tidak tahu. Mungkin kekasih gelapmu," ucap Liana tanpa menatap Rendy sedikitpun.

__ADS_1


Rendy menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan.


Rendy meraih ponselnya dari atas meja lalu melihat siapa yang mengirim pesan padanya.


Setelah melihat nama si pengirim pesan, Rendy sedikit menjauh dari Liana lalu mulai membaca pesan itu. Sebuah senyuman terukir di bibir Rendy setelah membaca pesan itu.


Entah apa isi pesan itu? tapi setelah Rendy membaca pesan itu Rendy berubah menjadi sangat bahagia.


Di tempat lain.


Shila dengan dibantu dua orang rekannya menggerebek tempat persembunyian preman yang diduga kuat adalah pelaku yang mencelakakan Ken.


"Berpencar. Halangi pintu keluar bangunan ini," ucap Shila berbisik kepada dua rekan kerjanya.


Tanpa menjawab dua rekan Shila itu segera melakukan tugasnya.


Shila masuk dari pintu depan dengan persiapan matang.


Di dalam bangunan itu ada dua orang preman yang sedang menenggak minuman keras.


"Woi! siapa lo?" ucap preman itu.


Dengan sengaja Shila menampakkan diri agar dua preman itu melarikan diri.


"Maaf, Bang saya tersesat," ucap Shila.


"Wah. Cewek bro!" ucap preman itu sembari berjalan menghampiri Liana.


"Gadis manis, temenin kita bersenang-senang yuk!" ucap salah satu preman itu sembari menarik tangan Shila.

__ADS_1


Dua rekan Shila sedang menunggu waktu yang tepat untuk menangkap dua orang yang sudah mereka incar.


Bersambung


__ADS_2