Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 29


__ADS_3

"Eum, Ken! Ken! lu nginap disini aja ya," pinta Rendy kepada Kendra.


"Nggak. Gue ada pekerjaan yang harus gue selesaikan," saut Ken menolak permintaan Rendy.


"T_tapi Ken," ucap Rendy terbata-bata, "Ken kita harus bicara empat mata," sambung Rendy lagi.


Rendy menarik tangan Ken membawanya menjauh dari Elma!


"Ken tolonglah. Tolong kamu nginap disini," ucap Rendy dengan sedikit memaksa.


"Maksa banget. Kalau gue gak mau, lo mau apa?" ketus Ken.


Ken yang memang tidak tahu kalau Rendy dan Liana pisah kamar terus menolak permintaan Rendy.


"Aku dan Liana tidur dikamar yang berbeda. Kalau Mama tahu dia pasti marah besar, bukan hanya marah mungkin Mama juga akan kecewa," jelas Rendy kepada adiknya itu.


"Apa! pisah kamar?" ucap Ken dengan nada tinggi.


Rendy segera menutup mulut Ken dengan telapak tangannya!


"Pelan-pelan bicaranya Ken, nanti Mama dengar," ucap Rendy yang mulai panik.


Ken melepaskan tangan Rendy yang menutupi mulutnya!


"Sorry-sorry, gue kaget tadi," ucap Kendra.


Rendy mulai menceritakan tentang dirinya dengan Liana yang memilih tidur dikamar yang berbeda meski ia dan Liana sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Setelah Ken mendengar penjelasan Rendy, akhirnya Ken bersedia menginap di rumah Rendy. Nantinya Ken akan tidur di kamar Liana agar Mamanya tidak bisa tidur dikamar itu dan memilih kamar lain untuknya istirahat.


Stelah Rendy dan Ken selesai berdiskusi, keduanya kembali bergabung dengan Liana dan Makanannya di ruang keluarga.


"Abis ngomongin apa? serius banget kayaknya," ucap Elma kepada dua putranya.


"Biasa, Mam. Masalah kerjaan," saut Rendy.


"Karena ada sesuatu yang perlu aku tanyakan kepada Rendy, jadi aku mau nginap disini," ucap Ken.


Sebenarnya Ken merasa terpaksa menginap di rumah Rendy. Karena ini menyangkut hubungan antara Rendy dan Liana, akhirnya Ken mengalah dan memilih menginap di rumah Rendy.


"Kalau lo bukan kakak gue, ogah banget gue tidur di rumah ini," ucap Ken berbisik kepada Rendy.


Rendy hanya tersenyum mendengar ucapan Ken.


"Akhirnya kita bisa berkumpul lagi dalam satu rumah. Bedanya sekarang ada Liana dikeluarga kita," ucap Elma yang terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


"Ken, bagaimana kalau kamu ajak pacar kamu makan malam bersama kita nanti malam? keluarga kita akan lebih sempurna dengan adanya wanita disamping kamu," ucap Elma.


Mendengar perkataan Mamanya, Ken mulai salah tingkah. Bagaimana mungkin ia mengabulkan permintaan Mamanya sedangkan sebenarnya ia tidak memiliki kekasih.


Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal! ia tidak tahu harus berkata apa kepada Mamanya. Tidak mungkin ia mengatakan kalau ia tidak memiliki kekasih. Bisa-bisa rusak reputasi Ken yang mempunyai ketampanan yang luar biasa.


"Kekasihku lagi diluar kota, Mam," ucap Ken dengan nada yang hampir tidak terdengar.


Terpaksa Ken membohongi Elma, karena Ken tidak ingin mengecewakan Mamanya itu.


"Cari aja lagi, kekasih pengganti," ucap Rendy sembari tersenyum menggoda Kendra.


"Kamu ini, ngajarin yang gak bener sama adik sendiri," ketus Liana sembari mencubit lengan atas Rendy.


Rendy mengusap lengannya yang terasa panas akibat ulah istrinya!


"Bisa gak, nyubitnya pake cinta? biar gak sakit-sakit banget," ucap Rendy sembari terus mengusap lengannya.


Elma yang melihat tingkah Rendy dan Liana hanya tersenyum tipis. Sementara Ken, pura-pura tidak melihat kejadian yang membuatnya iri.


"Sudah-sudah. Mama mau istirahat dulu," ucap Elma sembari bangkit dari duduknya lalu mulai melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di lantai atas.


Rendy segera menghentikan langkah Mamanya, "Mam, kamar yang biasa Mama tempati, malam ini Ken yang akan menempatinya. Mama dikamar yang lain aja ya," ucap Rendy sembari menghalangi Mamanya.


"Mam. Aku ada sesuatu hal yang harus dibicarakan sama Ken. Tapi Liana gak mau jauh dari aku makannya aku suruh Ken tidur dikamar itu, biar aku gampang bolak-baliknya. Mama ngerti lah aku sama Liana kan baru menikah," ucap Rendy sedikit berbohong agar Elma tidak mengetahui kalau ia dan Liana pisah kamar.


Liana yang masih duduk di kursi ruang keluarga. Seketika wajahnya berubah menjadi berwarna kemerahan, Liana merasa malu sekaligus marah karena ucapan Rendy kepada Mamanya.


Elma tersenyum setelah mendengar ucapan Rendy, lalu ia berbalik arah dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.


"Mama tidur dikamar tamu aja," ucap Elma.


Elma yang mengerti dengan ucapan Rendy, tidak lagi protes tentang kamarnya yang saat ini akan ditempati oleh Ken.


Setelah Elma masuk ke dalam kamarnya. Liana menghampiri Rendy lalu mencubitnya lagi!


"Ngapain ngomong gitu ke Mama? aku malu tau," ucap Liana yang terlihat sedang kesal.


Ken hanya tertawa kecil saat mendengar Liana ngedumel.


"Gak ada cara lain, Li. Kalau Mama tahu kita pisah kamar, bisa-bisa aku kena marah nanti," ucap Rendy kepada istrinya sembari mengusap tangannya yang kena cubit oleh Liana.


"Makannya jangan pisah kamar. Udah sah juga," ucap Ken sembari menaiki anak tangga, setelah melewati beberapa anak tangga Ken menghentikan langkahnya lalu berbalik memandang Liana, "oya. Li, aku izin tidur di kamarmu ya," sambung Ken lagi.


"Terus aku ... ."

__ADS_1


"Kamu tidur di kamarku," ucap Rendy memotong perkataan Liana.


Liana mengerucutkan bibirnya lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Saat Liana akan masuk ke kamarnya, Rendy menarik tangan Liana!


"Kamu ngapain masuk kesitu?" ucap Rendy.


"Aku mau ngambil baju ganti," saut Liana singkat.


"Didalam ada Ken. Kalau Mama liat nanti Mama berfikiran buruk tentang kalian," jelas Rendy.


"Terus gimana? aku mau mandi dan harus ganti baju," ucap Liana lagi.


"Biar aku yang mengambilkan pakaianmu. Kamu masuk kamarku aja dulu," ucap Rendy kepada Liana.


Tanpa menjawab ucapan suaminya, Liana langsung masuk ke dalam kamar Rendy. Sedangkan Rendy masuk ke dalam kamar Liana untuk mengambil pakaian istrinya itu.


Setelah Rendy berada di dalam kamar Liana.


Rendy membuka lemari pakaian Liana satu persatu ia mencari didalam lemari yang mana pakaian Liana disimpan.


"Nyari apa?" tanya Ken karena melihat Rendy membuka semua pintu lemari yang ada di kamar itu.


"Pakaian Liana," saut Rendy singkat.


Ken tak menjawab ucapan Rendy. Ken lebih memilih tutup mulut sambil mengotak-atik handphonenya.


"Pakaian Liana banyak sekali. Aku harus ambil yang mana?" ucap Rendy sambil menggerutu.


"Yang mana aja yang penting rapi gak mengundang bahaya," ucap Ken yang mendengar ucapan Rendy.


"Maksudnya, mengundang bahaya gimana?" tanya Rendy yang tidak mengerti dengan ucapan Ken.


"Lo normal kan? kalau lo tidur sama cewek nanti gimana kalau pakaian cewek itu sangat terbuka?" saut Ken yang merasa kesal karena Rendy tidak terlalu mengerti dengan kode yang ia ucapan.


"Tenang aja. Liana kan istri gue," ucap Rendy yang sudah mengerti dengan ucapan Ken.


Bersambung.


Rekomendasi novel yang bagus dan seru untuk kalian baca.


Sebutan anak haram melekat pada diri Rose sejak kecil karena ia tidak mengetahui siapa ayah kandungnya. Setelah sang ibu meninggal, Rose diasuh oleh paman dan bibiknya. Namun bibik dan sepupunya yang kejam selalu memperlakukan Rose seperti pembantu. Hingga pada usia empat belas tahun, nasibnya berubah total. Seorang pria bernama Denzel mengatakan bahwa Rose adalah pewaris dari Louis Brown, ceo Brown group yang terbunuh secara misterius. Namun demi keselamatan dirinya Rose harus tetap menyembunyikan identitas aslinya. Rose memilih menjadi mahasiswi biasa di fakultas seni. Tidak ada yang mengetahui bahwa Rose sebenarnya adalah pemilik perusahaan properti Brown group yang bernama miss back, sekaligus seorang violinis terkenal. Namun identitas aslinya hampir terbongkar ketika Luke, anak angkat Louis Brown datang untuk menuntut haknya. Akankah Rose dan Luke terlibat persaingan atau justru hubungan mereka berubah jadi cinta?


__ADS_1


__ADS_2