
Hai teman-teman tiba-tiba menikah hadir season duanya ya.
Disini kita akan fokus pada keturunannya Rendy dan Liana tak lupa putra dan putri dari semua pemain season satu juga akan hadir di season dua ini.
Happy Reading.
"Pa! Kenapa tiba-tiba, Papa tidak menyetujui hubungan aku dengan Biani?" protes Leon kepada Rendy.
"Papa sudah bilang, jauhi Biani."
Rendy pergi meninggalkan Leon dan Liana di ruang utama rumahnya!
"Pa! Pa! Papa!" teriak Leon.
"Ma, tolong Mama jelaskan sama Papa. Aku cinta sama Biani," ucap Leon kepada mamanya.
"Sudahlah, sayang. Nanti mama bicarakan sama Papa ya," ucap Liana sembari mengelus lengan atas Leon.
"Setidaknya, Papa kasih satu alasan kenapa aku gak boleh berhubungan sama Biani," ucap Leon.
Rania turun dari lantai atas menghampiri Leon dan Liana!
"Gimana? Pertemuan dengan keluarga Kak Biani?" tanya Rania sembari melangkah menghampiri Leon.
"Tanya sama, Papa!" Leon pergi memasuki kamarnya.
Rania menatap mamanya dengan tatapan penuh tanya.
"Kakak kenapa Mam?" ucap Rania.
Liana menarik nafasnya panjang lalu membuangnya perlahan.
"Ceritanya panjang," ucap Liana.
...****************...
Di kediaman Biani.
Biani menangis karena kecewa dengan pernyataan papanya Leon.
Setelah memasuki rumahnya, Biani langsung berlari ke kamarnya dengan air mata yang mengalir deras!
"Bi, kamu kenapa?" tanya Jacky yang melihat adiknya menangis.
__ADS_1
Biani tak menjawab, dia terus berlari memasuki kamarnya.
"Ada apa, Ma?" tanya Jacky kepada mamanya.
"Orang tuanya Leon tidak menyetujui hubungan Leon dengan Biani," jelas mamanya.
"Kurangajar! Mentang-mentang mereka orang kaya, mereka seenaknya bikin adikku menangis." Jacky mengepalkan tangannya.
"Jacky, jangan lakukan apapun. Jangan buat kekacauan yang dapat membuat adikmu semakin jauh dengan Leon," ucap Jenny.
"Aku gak terima, mereka berlaku seenaknya terhadap Biani, Ma. Lihat saja aku akan bikin perhitungan dengan mereka!" Jacky meninggalkan Jenny di rumahnya!
"Jacky! Jacky!" teriak Jenny.
Wanita paruh baya itu duduk di kursi ruang tamu! Ia memijat kepalanya yang terasa pusing.
"Mungkin ini akibat perbuatanku dulu. Biani yang harus menanggung akibatnya," ucap Jenny didalam hatinya.
Di kamar Biani.
Biani menangis sambil memandangi foto Leon.
"Kenapa setelah Om Rendy bertemu dengan Mama, Om malah membatalkan pertunangan aku dengan Leon?" gumam Biani.
...****************...
"Jack, tumben Lo minum segitu banyaknya?" ucap Hans temannya Jacky.
"Gue lagi kesal. Lo tahu apa yang harus dilakukan terhadap orang yang menyakiti orang yang kita sayang?" Jacky bertanya dalam keadaan mabuk.
Hans menatap Dion lalu Dion menaikkan bahunya.
"Lo kenapa, Jakc?"
"Gue ingin menghancurkan keluarganya Leon."
"Kenapa? Bukannya sebentar lagi Leon akan jadi adik ipar lo?" ucap Dion.
"Orang tuanya membatalkan pertunangan Leon dan Biani, mereka tidak ingin Leon menikah dengan adik gue," jelas Jacky.
"Apa alasannya? Bukannya selama ini hubungan mereka baik-baik saja dan katanya orang tuanya Leon sangat menyayangi Biani," ucap Hans.
...****************...
__ADS_1
Liana berjalan menghampiri Rendy di kamarnya!
Liana duduk di samping sang suami!
"Pa, kasihan Leon. Jangan terlalu keras padanya," ucap Liana.
"Kalau aku tahu, Biani itu anaknya Jenny. Tidak mungkin aku merestui hubungan mereka," ucap Rendy.
"Lupakan masa lalu, mungkin sekarang Jenny sudah berubah."
"Mungkin Jenny sudah berubah. Bagaimana kalau Biani yang menjadi penerusnya? Aku tidak ingin putraku mengalami hal yang sama denganku," ucap Rendy.
Liana tak berucap lagi, ia berbaring membelakangi sang suami.
Di kamar Leon.
Rania masuk ke kamar kakaknya yang memang tidak pernah dikunci itu.
"Kak," ucap Rania.
Leon terlihat sangat sedih dan kehilangan semangatnya.
"Sabar ya. Mungkin Papa lagi banyak pikiran. Besok kita tanya kenapa Papa melakukan hal ini," ucap Rania.
Leon tak menanggapi perkataan Rania bahkan menatapnya saja, tidak.
"Kakak! Kakak jangan sedih, aku ikut nangis nih." Rania terus berucap, berusaha membuat kakaknya tidak bersedih lagi.
Gadis berusaha tujuh belas tahun itu memang sangat dekat dengan kakaknya, ia juga suka bersikap manja kepada Leon.
Rania memeluk Leon! "Gimana kalau pacarannya sembunyi-sembunyi saja?" ucap Rania.
Leon melerai pelukan adiknya yang manja!
"Berisik! Tidur sana, sudah malam," ketus Leon.
"Asal Kakak jangan sedih." Rania tersenyum manis.
Leon mencoba tersenyum walau dipaksakan.
"Anak kecil, jangan ikut campur urusan orang dewasa."
Gitu dong senyum. Rania pergi dari kamar kakaknya!
__ADS_1
Bersambung.