
Shila dan dua rekannya sedang melakukan tugas masing-masing.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 22:00 wib.
Jenny dan Bram mulai mendatangi kantor milik Rendy yang nampak sepi tanpa adanya penjagaan.
Di rumah Rendy dan Liana.
Rendy menerima pesan dari seseorang lalu segera menelpon Ken setelah membaca pesan itu.
📞 "Ken, kamu dimana?" tanya Rendy setelah telponnya tersambung.
📞 "Di rumah," sahut Ken singkat.
📞 Di rumah siapa? di rumah lo atau di rumah Mama?" tanya Rendy lagi.
📞 "Di rumah gue," sahut Ken.
📞 "Kita ketemuan di kantor. Sekarang," ucap Rendy.
📞 "Apa? lo waras kan, Ren? jam segini ngajak ketemuan di kantor," ucap Ken tidak percaya.
📞 "Waras lah. Jangan membantah, dua puluh menit lagi kita ketemuan di kantor," ucap Rendy sedikit memaksa.
Ken menarik nafasnya kasar lalu menghembuskannya.
📞 "Oke." Ken menutup sambungan telepon itu.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
Rendy mengetuk pintu kamar Liana!
"Li, buka pintunya," ucap Rendy dari luar.
Tanpa berkata apa-apa, Liana membuka pintu kamarnya lalu!
"Ada apa malam-malam gini. Ganggu aja, aku mau tidur," ketus Liana.
"Temani aku nonton bioskop," ucap Rendy to the poin.
"Gak mau. Aku ngantuk," ketus Liana.
"Ini perintah bukan permintaan. Kamu harus temani aku," ucap Rendy.
"Aku bilang gak mau. Kamu pergi aja sendiri," ucap Liana sembari terus mendorong tubuh sang suami!
Rendy menarik tangan Liana memaksa istrinya untuk ikut dengannya!
"Sudah kubilang ini perintah. Aku tidak ingin ada penolakan," ucap Rendy.
"Rendy! kenapa sekarang kamu kasar begini?" Liana mulai kesal dan mulai meneteskan air mata.
"Sebentar saja, Liana. Aku sudah mengajak Ken dan mungkin dia akan mengajak Shila bersamanya." (Rendy)
Rendy memangku Liana membawa istrinya itu kedalam mobilnya!
__ADS_1
"Kita pergi sekarang!" Rendy mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi!
Setelah berganti pakaian, Ken langsung meraih kunci mobilnya dari atas meja! lalu berjalan cepat menuruni anak tangga.
"Bik, Aku mau keluar. Kunci aja pintunya, aku mau menginap di hotel," ucap Ken kepada asisten rumahtangganya sambil terus berjalan.
Ken langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata!
"Gila, dari sini ke kantor butuh waktu tiga puluh menit. Tuh anak ngasih waktu cuma dua puluh menit. Gak sehat tuh anak." Ken menggerutu sambil terus melajukan kendaraannya.
Di kantor.
Jenny dan Bram sedang mencari jalan masuk ke kantor milik Rendy. Keduanya nampak sangat mudah memasuki area kantor itu.
"Sayang, siapa yang masuk kedalam ruangan Rendy?" tanya Jenny berbisik.
"Kamu yang masuk. Aku berjaga disini, siapa tahu ada satpam yang sedang bertugas," ucap Bram sembari mengedarkan pandangannya kesemua tempat.
"Aku akan matikan CCTV-nya terlebih dahulu. Kamu diam disini, jika ada orang segera kasih aku kode," ucap Bram kepada Jenny.
Bram mulai masuk ke ruang CCTV untuk mematikan semua CCTV agar mereka tidak terekam oleh CCTV yang dipasang diseluruh area kantor terutama di ruangan Rendy.
Setelah pekerjaannya selesai, Bram meminta Jenny untuk segera melakukan tugasnya.
Jenny mengendap-endap masuk kedalam ruangan Rendy!
Setelah berada didalam ruangan pribadinya Rendy, Jenny segera menekan tombol yang ada pada brankas milik Rendy sesuai dengan nomor yang tertera pada kertas yang ia bawa.
Pintu brankas itu terbuka dan tumpukan uang pun tampak tersusun rapi didalamnya.
__ADS_1
Bersamaan dengan Jenny yang sedang meraup uang milik perusahaan Rendy. Seseorang dengan tanpa suara dan gerakan yang sangat cepat melumpuhkan Bram lalu membawanya ke suatu ruangan.
Bersambung