Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 46


__ADS_3

Kayla belum juga mendapat jawaban tentang siapa yang suah menyuruh laki-laki itu merusak rem mobil milik Leon.


"Oke, aku tanya baik-baik. Siapa namamu?" ucap Kayla kepada laki-laki itu.


"Irwan," jawabnya singkat.


"Oke Irwan. Apa tujuanmu merusak rem mobil itu?"


Laki-laki bernama Irwan itu tidak menjawab, dia tidak tahu harus berkata apa.


"Tidak tahu? Itu berarti ada orang lain di belakangmu yang memintamu untuk merusak mobil itu."


"Tidak ada siapa pun, ini murni keinginanku."


"Lantas, apa maksudmu melakukan kejahatan tanpa sebab?"


"Aku benci sama Leon."


Terpaksa Irwan berbohong kepada Kayla karena tidak ingin anak dan istrinya dilukai oleh Jacky.


Setelah Jacky tahu bahwa Leon melaporkan kasus kecelakaan yang menimpanya ke polisi, Jacky datang menemui Irwan lalu mengancam akan mencelakakan anak atau istrinya jika Irwan berkata jujur terhadap polisi atau siapapun yang menanyakan tentang kejahatannya.


"Benci?" Kayla menatap Irwan dengan tatapan tajamnya.


Irwan tak berani menatap wanita yang kini sedang menatapnya.


"Kamu yakin, Irwan?" tanya Kayla dengan menekankan perkataannya di akhir kalimat.


...****************...


Leon berjalan memasuki rumahnya! Ia hendak menjemput Shania untuk makan siang bersama dengannya.


Perlahan Leon membuka pintu kamarnya lalu berjalan memasuki kamarnya!


"Shania, kamu sudah siap?" tanyakan Leon.


Shania yang sedang duduk di depan meja rias nya beranjak dari duduknya lalu menghadap Leon.


"Aku sudah siap," ucap Shania.


Leon menatap Shania tanpa berkedip, ia terpesona oleh kecantikan yang Shania miliki.


"Leon!"


"Leon!" ucap Shania lagi dengan menaikkan nada bicaranya.


Leon terenyuh mendengar suara Shania yang terdengar begitu keras.


"Eh! Ya Shania."


"Kenapa kamu malah bengong?"


"Emm, aku ... aku terpesona oleh kecantikan mu. Shania kamu benar-benar sempurna."


Shania tertawa kecil. "Di dunia ini tidak ada yang sempurna, Leon. Jangan ngaco deh."


"Dimata ku, kamu sudah lebih dari sempurna."


"O, yah? Kalau gitu, terimakasih."


"Bisa kita berangkat sekarang?" ucap Leon.


Leon mengulurkan tangannya ke hadapan Shania!

__ADS_1


Shania tersenyum manis lalu meraih tangan Leon!


Mereka berjalan bergandengan keluar dari kamarnya!


Leon membukakan pintu mobil untuk Shania masuk! Setelah memastikan Shania sudah duduk dengan benar, baru Leon masuk kedalam mobilnya!


Leon mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang!


Tidak jauh dari tempat mereka berada, seseorang sedang memperhatikan mereka sesekali orang itu memotret Shania dan Leon dengan kamera yang ia bawa.


"Rupanya, dia istrinya di Leon itu," gumam laki-laki itu.


Laki-laki itu menatap mobil yang dikendarai oleh Leon sampai mobil itu sudah tidak terlihat lagi.


Setelah Leon sudah pergi jauh, laki-laki yang mengikuti Leon sejak dari kantor itu, laki-laki itu segera pergi dari tempat itu.


Sebuah senyuman licik terukir di bibir laki-laki itu sebelum dia pergi dari tempat itu.


"Bersiaplah, Shania," gumamnya.


Laki-laki itu pun mulai pergi dari tempat itu!


...****************...


Leon sudah tiba di area parkiran sebuah restoran yang berada lumayan jauh dari rumahnya.


Leon dan Shania turun dari mobilnya setelah mobil itu terparkir sempurna!


"Restoran baru ya? Baru lihat," ucap Shania sembari menatap bangunan restoran itu.


"Iya, aku sengaja ngajak kamu kesini untuk mencicipi makanan disini."


Leon dan Shania pun segera memasuki restoran tersebut!


Hubungan antara Leon dan Shania semakin hari semakin membaik, setelah Leon mengakui perasaannya kepada Shania, Shania mulai membuka hati lagi untuk Leon.


"Elvan, kamu disini juga?" ucap Leon saat melihat Elvan berada di restoran itu juga.


Elvan menoleh ke arah suara! "Leon, Shania," ucapnya.


"Van kebetulan kita ketemu di sini. Kamu sama siapa?" tanya Leon.


Leon melihatmu ada tas wanita yang terletak di atas meja Elvan hingga membuat Leon penasaran dibuatnya.


"Teman," sahut Elvan singkat.


Tak lama Kayla datang dari toilet.


"Kalian," ucap Kayla.


"Kamu?" Shania menatap Kayla datang tatapan aneh.


Kayla tersenyum. "Kebetulan banget kita kumpul di sini. Kalian mau makan siang juga?" ucap Kayla.


"Iya, kami akan makan siang di sini," sahut Shania.


"Kalau gitu gabung di sini saja, biar seru."


Leon menatap Elvan, mengisyaratkan agar Elvan tidak menyetujui perkataan Kayla.


Bukannya Leon tidak ingin makan bersama dengan Elvan dan Kayla tapi ia ingin makan romantis bersama Shania.


"Iya, kalian gabung di sini saja, sama aku dan Kayla," ucap Elvan yang tidak mengerti dengan bahasa isyarat yang Leon katakan padanya.

__ADS_1


Leon tersenyum ketir dalam hatinya ia tak ingin makan bersama dalam satu meja yang sama dengan Elvan dan Kayla.


"Gimana, Shania kita mau gabung di sini atau tidak?" ucap Leon kepada Shania.


"Dimana saja sama kan, sama-sama makan. Aku sih terserah kamu saja," sahut Shania.


Akhirnya Leon dan Shania makan bersama dengan Elvan dan Kayla.


Leon dan Shania duduk di kursi yang berada di samping Elvan dan Kayla!


Leon memanggil pelayan restoran untuk segera memesan makanan.


"Silahkan, Pak mau pesan apa?" ucap pelayan restoran itu sembari memberikan buku menu kepada Leon.


Leon mulai membaca dan memilih makanan yang ingin ia pesan.


"Shania, kamu mau pesan apa?" tanya Leon.


"Apa saja, yang penting bisa di makan dan tidak mengandung racun," sahut Shania.


Elvan tersenyum ke arah Shania. "Kamu bisa saja."


"Kalian mau pesan apa?" tanya Leon kepada Elvan dan Kayla.


"Kami sudah pesan tadi, tinggal nunggu makanannya di antar ke sini," ucap Kayla.


"Ya udah, Mbak saya pesan ini gua sama jus jeruk nya dua ya," ucap Leon kepada pelayan restoran itu.


Pelayan itu segera pergi meninggalkan tempat itu!


"Kalian kapan akan menikah?" tanya Shania.


Seketika tiga orang yang membersamainya menatap Shania dengan tatapan aneh.


"Kalian kenapa menatapku seperti itu?" ucap Shania lagi.


"Kamu kok bertanya seperti itu pada mereka?" ucap Leon.


"Iya, kenapa memangnya? Mereka pasangan kekasih kan," ucap Shania.


Leon menatap Elvan lalu menatap Kayla penuh tanya.


"Kami memang berniat menikah di tahun ini," ucap Elvan.


Leon dan Shania ikut bahagia dengan pernyataan Elvan.


Awalnya Shania hanya menduga-duga saja dan berniat menggoda Elvan dan Kayla, tapi ternyata dugaannya benar kalau ternyata mereka memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa.


...****************...


"Ini, foto istrinya si Leon," ucap seorang laki-laki sembari meletakkan foto Shania di atas meja.


Beberapa rekannya menatap foto Shania dengan seksama.


"Lo yakin?" ucap salah satu preman itu.


"Yakin seratus persen. Kapan kita jalankan rencana kita?"


"Secepatnya."


"Apa kita perlu menyelidikinya sekali lagi? Agar tidak terjadi salah sasaran," ucap preman yang satu lagi.


"Sepertinya ide lo bagus juga. Gue akan selidiki satu kali lagi agar kita tepat sasaran."

__ADS_1


"Terserah kalian saja, tapi aku sudah yakin bahwa itu adalah foto istrinya si Leon karena tadi gue ngikutin si Leon dari kantornya sampai ke rumahnya," jelas laki-laki yang sudah mengintai Leon dan Shania.


Bersambung


__ADS_2