
"Belum nikah, Den," ucap Bik Onah yang melihat kelakuan majikannya.
Ken segera melepaskan pelukannya! lalu tersenyum malu kearah Bik Onah.
Bik Onah, asisten rumahtangga di rumah Ken memang sudah sangat dekat dengan Ken.
Ken yang menganggap Bik Onah sebagai keluarga sendiri membuat Bik Onah merasa tidak ada batasan diantara mereka terkecuali dalam urusan tertentu.
Melihat majikannya yang mungkin akan melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan membuat Bik Onah tak segan mengingatkan tuannya itu.
"Bibik, ganggu orang lagi senang aja," ucap Ken mencoba menyembunyikan rasa malunya.
Bik Onah tersenyum kearah Ken lalu menatap Shila sekilas.
Shila menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
"Astaga, apa yang ada dalam pikiran Bibik itu?" ucap Shila didalam hatinya.
"Ayo!" Ken kembali menarik tangan Shila membawanya ke kamar tamu.
"Istirahatlah. Nanti sore kita akan menemui Mamaku," ucap Ken setelah tiba di kamar tamu.
Shila masih berdiri disamping tempat tidur sambil menatap Ken tajam.
"Shil, kamu kenapa?" ucap Ken karena Shila menatapnya dengan tatapan penuh amarah.
"Iih! kamu membuatku malu, tadi." Shila memukul lengan Ken.
Ken tertawa nakal.
"Tadi malu. Sekarang mau lagi kan?" Ken menaik turunkan alisnya.
"Kita malam pertama, hari ini aja yuk," ucap Ken lagi dengan senyum jahilnya.
"Enak aja. Keluar! keluar dari sini!" Shila mendorong tubuh Ken keluar dari kamar itu.
Shila menutup pintu lalu menguncinya dari dalam.
Shila menarik nafasnya dengan kasar. "Laki-laki itu," gumam Shila.
__ADS_1
Ken berjalan menghampiri Bik Onah yang sedang memasak untuk sarapan.
"Bik, tamuku sedang istirahat. Nanti, tolong bangunkan dia saat makanan untuk sarapan sudah siap. Dia pasti lapar karena dari semalam belum makan," jelas Ken.
"Beres. Berarti semalam, Aden tidur sama ... ."
"Tidak. Kami tidak tidur semalaman makannya tamuku itu numpang istirahat disini," jelas Ken lagi.
"Aku ke kamar ya, Bik." Ken tersenyum, "lelah," sambungnya.
Di tempat lain.
Sam sedang dalam perjalanan pulang bersama dengan dua rekannya, Arkhan dan Arkhana. Semalam setelah dari kantor polisi mereka tak langsung pulang, mereka memilih beristirahat didalam mobil.
Dua rekan Sam menggunakan mobil yang lain.
"Mau diantar kemana?" tanya Sam kepada Arkhan dan Arkhana.
"Kantor saja," sahut Arkhan.
Arkhana terus asyik dengan ponselnya sesekali Sam mengintip gadis itu dari rear vision mirror.
Arkhana beralih menatap Arkhan lalu menatap Sam sekilas.
"Ada apa?" tanya Arkhana.
"Sepertinya ada yang memperhatikanmu sedari tadi," sahut Arkhan.
"Kita sudah berkenalan. Bisa kita berteman?" ucap Sam sebelumnya Arkhana menjawab ucapan Arkhan.
"Tentu saja boleh," sahut Arkhana.
"Hati-hati ya, bro. Adik saya saya ganas," ucap Arkhan.
"Apa sih lo, Bang. Gue bukan singa," ucap Arkhana sembari memukul Arkhan!
"Arkhan, ternyata adikmu memang ganas ya. Belum apa-apa sudah memukul," ucap Sam dengan nada bicara sedikit menggoda.
"Makannya gak usah berteman denganku," ucap Arkhana.
__ADS_1
"Sudah sampai," ucap Sam sembari menghentikan mobilnya lalu mematikan mesinnya.
Mereka bertiga turun dari mobil! Arkhan langsung masuk kedalam kantor, sedangkan Sam dan Arkhana masih di tempat semula mereka menginjakkan kaki di kantor milik Rendy.
"Mau kemana?" tanya Arkhana kepada Arkhan.
"Toilet," sahut Arkhan sembari terus berjalan.
"Arkhana, aku harap kita bisa bertemu lagi dilain waktu," ucap Sam.
"Semoga saja," sahut Arkhana singkat.
"Kamu tinggal dimana?" tanya Sam.
"Mau ngapain nanya alamat?"
"Mau ke rumah kamu." (Sam)
"Ngapain?" (Arkhana)
"Melamar kamu. Itu salah satunya," sahut Sam.
"Apa!" Arkhana terkejut.
Sam tersenyum. "Nomor handphone aja deh kalau gak dikasih alamat."
Sam menyodorkan ponselnya kepada Arkhan! "Save sendiri di ponselku,"
Arkhana meraih ponsel itu lalu mengetik nomor ponselnya.
"Selesai. Aku kasih nama Ana. Panggil saja aku dengan nama itu," ucap Arkhana.
"Terimakasih," ucap Sam.
Arkhana hanya menanggapi ucapan Sam dengan senyuman.
Tak lama Arkhan datang lalu mereka pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai kendaraan masing-masing.
Bersambung
__ADS_1