Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
gelitikan Yudi


__ADS_3

"Besok-besok kalau gak bisa berenang jangan ke sungai, bahaya kalau kamu sendiri terus hanyut gimana, nyuci di rumah aja " cerocos Yudi sambil mencuci.


Yudi pun mencuci semua baju yang ia lihat masih menumpuk, hingga selesai semua aktivitasnya, mereka pun akhirnya pulang.


"Yok pulang, kakak sudah selesai nyuci" ajak Yudi seraya bangkit tak lupa dengan ember yang berisi pakaiannya yang ia bawa, Yudi segera menghampiri Mita.


"Kak kaki Mita masih sakit" rengek Mita.


"Uh kamu ini manja ya. Ya udah cepet naik ke punggung biar aku yang menggendongmu" ucap Yudi yang sudah berjongkok di bawah Mita.


"Eh, gak papa ni kak kalau kakak gendong Mita. Nanti kakak kecapekan loh" Jawab Mita.


"Udah naik aja, kakak ini kuat kok, setidaknya sampai pulang ke rumah" Sahut Yudi lagi. Mita pun naik ke punggung Yudi.


Saat ini Yudi dengan senang hati menggendong istrinya yang keseleo dan tak lupa membawa Ember yang berisi pakaian mereka.


"Apa kakak masih kuat, apa kakak gak capek? Mita berat gak sih kak" Ucap Mita dengan berbagai pertanyaan kepada Yudi yang sudah menggendongnya setengah perjalanan


"Kamu ini bawel Cil, kakak masih kuat kok" ujar Yudi.


"Kan Mita cuma bertanya. Mita gak enak kakak gendong Mita gini"


"Apanya yang gak enak. Kitakan sudah halal" 


"Iya Mita tau kita sudah halal, maksud Mita kakak gak papa harus gendong Mita" ucapnya.


"Makasih ya kak sudah mau menyelamatin Mita tadi di sungai dan makasih sudah gendong Mita" ucapnya lagi.


"Hmmm" cuman di balas deheman oleh Yudi. Hening untuk beberapa saat.


"Kak" panggil Mita.


"Apa" balasnya, namun Mita tak kunjung membuka suara.


"Kak " tanyanya lagi.


"Apa" Masih sama, setelah di jawab oleh Yudi, Mita hanya diam.


"Kak" ucapnya lagi.


"Apa sih Cil, dari tadi kak, kak, kak terus? Kalau mau ngomong ya ngomong aja" ucap Yudi sedikit kesal.


"Mita mau nanya, tapi kakak jangan marah ya" ucapnya memberanikan diri.


"Mau tanya apa, gak juga kakak makan kamu ini kok" Timpal Yudi jawab seenaknya.


"Beneran kakak jangan tersinggung kalau Mita tanya ini" tanya Mita memastikan.

__ADS_1


"Iya" jawab Yudi cuek.


"Kakak kenapa mau di jodohkan sama Mita" tanyanya yang dari tadi mengganggu pikirannya.


"Jadi, dari tadi cuma mau nanya itu" sahut Yudi.


"Iya. Kakak marah ya sama Mita kok gitu jawabnya" ujar Mita tak enak akan pertanyaannya.


"Nggak. Kalau kamu tanya itu pada kakak, maka kakak akan tanya itu juga ke kamu. Jadi apa jawabanmu" Jawab Yudi balik bertanya.


"Kakak kok malah balik tanya sih" ujar Mita.


"Tinggal di jawab aja kok susah" Sahut Yudi, mau ta mau Mita pun menjawab pertanyaan Yudi yang ia tanyakan ke Yudi.


"Mita mau di jodohkan sama kakak karena Mita ngin ibu bapak Mita bahagia, Mita gak bisa melihat mereka memohon pada Mita. Setidaknya Mita bisa membuat mereka senyum bahagia dengan perjodohan ini" jawaban Mita membuat senyum mengembang di bibir Yudi, ia tak tahu harus menjawab apa, Yudi bangga mempunyai istri yang baik hati seperti Mita


"Kalau gitu sama aja jawaban kita" jawab Yudi menuruti perkataan Mita. Padahal Yudi ingin di jodohkan karena tidak ada pilihan lain, sebelumnya ia sudah memohon untuk membatalkan perjodohan ini namun ayahnya sama sekali tak menghiraukannya.


"Sudah jelas kan jawaban kakak"tanya Yudi memastikan.


"Kakak mah cuma nurutin perkataan Mita tadi" ujar Mita sedikit cemberut.


"Kan memang itu jawaban kakak"


"Ih iya kakak mau nanya. Novel kamu itu, yang buat kamu sendiri?" Tanya Yudi lagi.


"Iya kak Mita sendiri yang buat! Emang kenapa kakak tanya itu" tanya Mita kembali.


"Kakak mau baca? " tanya Mita lagi.


"Buat ngisi kalau ada hari kosong aja" sahut Yudi yang gengsi untuk mengakui Bahwa ia menyukai novel yang Mita buat. Semakin kesini Yudi semakin kagum pada Mita yang jarang ada gadis seperti dia ini, yang polos dan lugu tak lupa membuat Yudi salah tingkah namun masih bisa diatasi. Mereka bercerita sepanjang jalan semakin bisa untuk memahami kepribadian suami istri itu, sampai lah datang mereka ke depan rumah.


"Assalamu'alaikum" ucap Yudi dan Mita. Mereka yang ada dalam rumah pun segera melihat ke arah sumber suara itu dan seketika mereka bangkit untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua.


"Cie yang udah gendong-gendongan" goda Hendra.


"Apaan sih papa, tolongin dong pah kaki Mita kesleo nih, gak bisa jalan" ucap Yudi mengelak namun kenyataannya ya begitu. Meli pun segera menyuruh mereka Masuk.


"Ya udah cepet bawa masuk nanti ibu panggil tukang urut kesini untuk ngurut kaki Mita" ujar Meli khawatir.


"Gimana ceritanya kok bisa sampai kesleo gini" tanya Meli penasaran.


"Maaf bu tadi Yudi ngagetin Mita pas lagi nyuci dan Mita yang kaget pun ingin lari tapi Mita malah jatuh ke sungai dan kaki nya keseleo. Tapi Yudi segera menolongnya kok bu"jawab Yudi merasa bersalah.


"Oh ya udah toh sudah kejadian juga, kamu mandi aja dulu nanti masuk angin kalau lama-lama pakai baju basah" suruh Meli. Yudi pun hanya mengangguk dan segera melangkah untuk mandi. Mita hanya tersenyum saat melihat Yudi.

__ADS_1


"kamu kenapa senyum-senyum sendiri" Tanya Meli pada anaknya.


"Hehe nggak kok bu" jawab Mita cengengesan. Entah kenapa Mita sangat senang hari ini, walau kakinya keseleo tapi malah senyum-senyum sendiri. Gak jelas kan.


"Kamu ini aneh" gerutu mamanya berjalan keluar meninggalkan Mita.


Yudi masuk ke kamar Mita yang kini juga kamarnya, Yudi sudah selesai mandi dan berencana untuk duduk di dalam kamar tepatnya di bangku tempat biasa Mita duduk untuk mengerjakan tugas atajapalah. Yudi masuk dan membuka tasnya untuk mengambil baju gantinya, Yudi mengganti baju di depan Mita Dengan mata melotot segera Mita yang telah pandangkan ke arah lain.


"Kakak ngapain ganti baju di kamar Mita" teriak Mita spontan dengan menutup matanya.


"Kakak lupa bawa baju ganti tadi di toilet, lagian kita sudah Halal kan" jawab Yudi sangai.


"Tapi kak jangan di kamar Mita dong, Mita yang melihatnya Malu tahu" sahutnya Mita lagi.


"Kamar kamu kan kamar kakak juga, kalau mau lihat, ya lihat aja" Ujar Yudi meledek Mita.


"Ih gak mau" Sahutnya.


"Buka matamu aku sudah selesai ganti baju" timpal Yudi. Mita pun membuka matanya perlahan untuk memastikan apa kan Yudi jujur dan ternyata memang benar dia sudah mengenakan bajunya kembali.


"Udah ah jangan berisik, aku mau baca novel bentar dan jangan ganggu ya" ucap Yudi dan langsung duduk di kursi meja belajar Mita. Mita melihat Yudi dari kasurnya yang tengah serius membaca novel yang dikarang sendiri. 


"Kakak baca novel dan mengambilnya gak minta izin sama yang punya, harusnya kakak bilang kalau mau pinjam novel Mita, dan senang hati Mita pinjamin" ucap Mita.


"Inikan novel kamu jadi ini novel aku juga. Kamu itu istri aku loh, apa mau durhaka sama suami sendiri" Sahut Yudi sedikit bercanda.


"Ih kakak mah gitu" sahutnya dengan muka yang cemberut dengan bibir yang sudah maju hampir 5 cm itu. Yudi yang melihat itu hanya tersenyum senang karena ia berhasil membuat istrinya salah tingkah. Hening dalam beberapa saat.


"Kenapa kamu lihatin kakak terus" tanya Yudi.


"Kakak kelihatannya serius banget, kata kakak tadi gak boleh mengganggu jadi Mita lihat dari sini saja" jawab Mita.


"Kamu liatin aku terus pun sama juga mengganggu" ujar Yudi cuek.


"Tau ah, sebel sama kakak" ucap Mita merajuk.


Beberapa kali Yudi bertanya tak dijawab oleh Mita, itu pertanda bahwa Mita memang masih merajuk padanya. Yudi kesal karena semua pertanyaanku tadi tidak dijawab sama sekali, ia pun mendekat pada Mita.


"Cie yang masih merajuk nih" ucap Yudi yang kini berada di samping Mita. Tak ada jawaban dari Mita.


"Kamu kalau cemberut gitu jelek tau" ledek Yudi namun masih tak di hiraukan Mita. Sehingga muncul ide di dalam otak Yudi untuk menggelitik Mita


"Nih terima serangan ku kalau masih merajuk pada suamimu ini" ujar Yudi yang masih menggelitiki pinggang Mita. Dan Mita yang merasa geli pun menggeliat seperti ulat.


"Hahahahahaha kakak udah mita geli tau hahahah" ucap Mita dengan tawanya  yang memohon untuk tidak menggelitikinya lagi.


"Masih mau merajuk lagi" sahut Yudi yang masih menggelitik Mita.

__ADS_1


"Iya-iya gak lagi" Timpal Mita. Seketika Yudi pun berhenti.


"Kakak membuat Mita geli" sahut Mita yang menghapus sedikit air matanya akibat tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2