Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 26


__ADS_3

Elvan dan keluarganya tiba di rumah sakit, mereka berlari ke ruangan tempat Shania di rawat!


"Leon, kamu gak apa-apa?" tanya Elvan dengan penuh kekhawatiran.


"Aku gak apa-apa hanya luka sedikit dan sudah sudah mendapatkan penanganan dokter," jelas Leon.


"Lalu, Shania?" tanya Shila ~ mamanya Elvan.


"Dia terluka dan sekarang dirawat."


Leon menundukkan kepalanya, menyembunyikan rasa bersalahnya karena merasa tidak bisa melindungi Shania.


Satya dan Alisa datang dan langsung menghampiri Leon dan keluarganya Elvan.


Mereka kaget dan panik setelah mendengar kabar kalau anak dan menantunya mengalami kecelakaan, raut wajah penuh kekhawatiran terlihat pada wajah Satya dan Alisa.


"Di mana Shania?" tanya Alisa.


"Leon, kamu terluka kenapa kamu di sini? Seharusnya kamu istirahat," ucap Satya ~ Ayah mertuanya Leon.


"Shania, ada di ruang perawatan."


Leon menatap ibu mertuanya dengan tatapan nanar.


"Mari kita temui, Shania bersama-sama," ucap Leon lagi.


Leon berjalan lebih dahulu sedangkan yang lainnya membuntuti Leon dari belakangnya!


Saat yang lain bergegas untuk melihat keadaan Shania, Elvan terdiam di tempat semula, ia hanya menatap kepergian mereka.


Sesaat kemudian Elvan baru ingat kepada Kayla yang menolong Leon dan Shania.


"Kayla, aku harus menemuinya," gumam Elvan.


Baru Elvan akan pergi dari rumah sakit itu, Rendy dan Liana datang.


"Van, gimana Leon dan Shania?" tanya Liana dengan penuh kekhawatiran.


"Mereka ...."


"Antar kami menemui Leon dan Shania," ucap Rendy.


Elvan tak bisa menolak Rendy dan Liana, ia menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ruangan rawat Shania!


Setelah tiba di depan pintu ruangan rawat itu, Elvan membuka pintu itu dan langsung terlihat keluarga Shania dan Elvan sedang berdiri mengelilingi hospital bad yang Shania tiduri.


Liana berjalan dengan tergesa menghampiri mereka.


"Shania," ucap Liana yang melihat Shania terbaring dengan perban yang melilit di kepalanya.


Leon beralih tempat, membiarkan kedua orang tuanya melihat keadaan menantunya.


"Leon, kenapa bisa terjadi seperti ini?" ucap Rendy setelah melihat kondisi Shania.


Leon menggelengkan kepalanya!

__ADS_1


"Kita bicara di luar!" ucap Elvan.


Elvan berjalan keluar dari ruangan itu dengan diikuti oleh Leon, Rendy dan Satya.


"Rem mobil ku tidak berfungsi. Entah kenapa mobilku tiba-tiba mengalami kerusakan di bagian remnya padahal baru dua hari yang lalu menjalani pemeriksaan," jelas Leon setelah berada di luar ruangan.


"Lalu?" ucap Rendy.


"Karena mobilku akan masuk jurang aku memaksa Shania melompat dari mobil sebelum kami juga ikut jatuh ke jurang. Sialnya aku malah membuat Shania terluka." Leon menundukkan kepalanya dihadapan Papanya dan Papanya Shania.


"Semua sudah terjadi, yang penting kamu sama Shania selamat," ucap Satya.


"Biar polisi yang menangani kasus ini," ucap Elvan.


"Van tolong kamu laporkan kasus ini ke polisi," ucap Leon.


"Aku sudah melapor."


...****************...


"Apa! Leon kecelakaan?" Biani terlihat panik saat melihat berita di televisi.


"Ngapain mengkhawatirkan laki-laki yang jelas-jelas sudah menghina keluarga kita," ucap Jacky.


"Kak, ak–"


"Jangan mengharapkan laki-laki yang sudah menyakitimu, Biani," sarkas Jacky.


"Jacky! Jangan membentak adikmu."


"Kamu gak tahu, Kak kalau sebenarnya aku dan Leon masih berhubungan," ucap Biani didalam hatinya.


"Biani harus mengerti, Ma. Siapa saja orang yang harus dia khawatirkan dan siapa saja orang yang harus dibiarkan merasakan kesakitan," ucap Jacky.


"Kak, aku masih mencintai Leon. Kenapa Kakak tidak mengerti juga!"


Biani berjalan sambil menghentakkan kakinya memasuki kamarnya.


Jenny menatap kedua anaknya lalu menggelengkan kepalanya.


"Leon kecelakaan, bukan karena ulah kamu kan?" ucap Jenny setelah Biani pergi.


"Mama kok nanya gitu sama aku?"


Jacky menatap mamanya dengan tatapan tak percaya.


"Mana lihat kamu begitu benci kepada Leon dan keluarganya. Mama minta kamu untuk tidak membalas dendam kepada mereka dan Mama harap bukan kamu yang ada dibalik kecelakaan yang menimpa Leon dan istrinya," ucap Jenny.


"Ma, tidak mungkin aku melakukan hal itu kepada Leon. Mama tahu kan kalau aku sibuk bekerja."


Jacky berucap sembari membelakangi Mamanya.


"Lagipula, bukan hanya aku yang membenci orang-orang seperti mereka. Di luar sana juga banyak orang yang tidak menyukai mereka karena mereka selalu merendahkan orang seperti kita, Ma," ucap Jacky lagi.


Jacky tidak mungkin membuka rahasianya kepada Jenny karena tahu Mamanya itu tidak akan mendukungnya.

__ADS_1


Selama ini Jenny selalu mendidik Jacky dan Biani untuk menjadi orang yang baik dan tidak menyimpan rasa dengan kepada siapapun meski ada orang yang mengusik hidupnya. Karena itulah Jacky tidak akan pernah mengatakan kalau dia yang sudah membuat Leon kecelakaan.


Di kamar Biani.


Biani merasa khawatir kepada kekasihnya itu, dia berjalan bolak-balik sambil menggenggam ponselnya! Ingin sekali ia menelpon Leon tapi takut orang lain yang menerima teleponnya dan akhirnya hubungan mereka ketahuan oleh orang tuanya Leon.


"Leon semoga kamu baik-baik saja," ucap Biani.


Biani tidak bisa tenang sebelum mengetahui keadaan Leon.


...****************...


Hari sudah memasuki dini hari.


Elvan sedang menunggu Kayla di sebuah tempat yang jauh dari rumah sakit.


Tak lama Kayla datang ke tempat itu.


Elvan menatap Kayla yang sedang berjalan menghampiri dirinya. Elvan terus memperhatikan wajah Kayla yang sama sekali tidak memperlihatkan wajah ketakutan meski dirinya mengajak bertemu pada waktu yang tidak seharusnya.


"Maaf membuatmu lama menunggu," ucap Kayla.


"Tidak apa. Duduklah!"


Kayla duduk di samping Elvan!


"Dua kali kamu menolong Leon dari bahaya yang mencintainya. Siapa dirimu?"


"Apa maksudmu bertanya seperti itu?"


"Kamu pasti bukan orang sembarangan."


"Tidak, Elvan. Aku hanya gadis biasa."


"Lalu sedang apa malam-malam kamu berada di luar?"


"Aku hanya kebetulan sedang lewat dan aku juga tidak tahu kenapa selalu Leon yang aku tolong."


"Baiklah, tidak usah berdebat. Aku mau tanya bagaimana kejadian itu bisa terjadi?"


"Aku tidak tahu, pas aku lewat di tempat itu, Leon dan Shania sudah tergeletak di aspal. Waktu itu Leon masih tersadar sedangkan istrinya dalam keadaan pingsan. Karena panik, aku langsung membawa mereka ke rumah sakit," jelas Kayla.


"Aku pikir kamu tahu dari awal tentang kejadian yang menimpa Leon dan Shania."


"Aku tahu, Van tapi maaf aku tidak bisa memberitahu dirimu," ucap Kayla didalam hatinya.


"Ada yang mau ditanyakan lagi? Aku mau pulang karena aku pergi tanpa izin Mamaku," ucap Kayla berbohong.


"Tidak ada. Aku antar kamu pulang," ucap Elvan.


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Kayla menolak Elvan karena ia tidak akan pulang ke rumahnya.


"Maaf kalau aku mengganggumu, aku pikir tadi kamu belum pulang ke rumahmu."


"Tidak apa-apa. Lagipula aku diantar oleh Kakakku," ucap Kayla berbohong lagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2