Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 bab 59


__ADS_3

Pagi ini, Shania sudah bersiap untuk pulang ke rumahnya.


Rendy dan Liana sudah tiba di rumah sakit untuk menjemput Shania dan Leon, mereka kini sudah mulai berjalan meninggalkan ruangan rawat Shania!


Karena tidak tahu Rendy dan Liana menjemput mereka, Satya dan Alisa juga datang ke rumah sakit untuk menjemput Shania dan Leon.


Mereka berpapasan di lobby rumah sakit itu.


"Mama, Papa," ucap Shania.


"Pak Satya, kebetulan kita bertemu di sini," ucap Rendy.


"Kalian?"


"Kami datang untuk menjemput kalian," ucap Alisa sebelum Leon melanjutkan perkataannya.


"Maaf, kami tidak tahu kalau Pak Rendy dan Ibu Liana aku akan menjemput mereka jadi Kami ke sini untuk menjemput mereka juga," ucap Satya.


"Tidak apa-apa Pak Satya, tidak perlu minta maaf lagipula kita kan sama-sama orang tua mereka," ucap Rendy lagi.


"Karena Anda datang lebih dahulu, kalau begitu, Anda saja yang mengantar mereka pulang," ucap Satya.


"Tidak, Pak. Kita akan bersama-sama mengantar mereka," ucap Liana.


"Maaf, ini kapan kita pulangnya. Bayi kami sudah tidak sabar untuk pulang," ucap Leon sembari mengusap-usap perut Shania.


Satya dan Alisa yang belum tahu tentang kehamilan Shania, terkejut saat mendengar perkataan Leon.


"Apa? Shania hamil." Alisa mendekati putrinya lalu memeluknya dengan perasaan yang penuh dengan kebahagiaan.


"Iya, Ma aku lagi hamil. Maaf ya kalian harus menerima kabar baik ini di tempat yang sangat menyebalkan ini," ucap Dhuha.

__ADS_1


"Ya udah, ayo cepat kita pulang!" ucap Satya.


Mereka berjalan menuju parkiran tempat mobil mereka terparkir secara bersama-sama!


"Kita naik mobil siapa?" ucap Leon.


"Terserah kalian, maunya numpang di mobil yang mana?" ucap Satya.


"Karena yang datang duluan, Papa Rendy sama Mama Liana jadi aku sih pilih naik mobil Papa Rendy," ucap Shania.


"Boleh-boleh, boleh banget tapi kalau kamu mau pulang sama Papa dan Mamamu juga gak apa-apa," ucap Liana.


"Gak apa, aku sama Leon numpang mobil Papa Rendy saja."


Akhirnya mereka pulang dengan menaiki mobil Papa Rendy dengan diikuti oleh Satya dibelakang mereka!


...****************...


Kayla sedang duduk menyendiri di depan rumahnya, tatapannya kosong, pikirannya melayang entah kemana. Ia sudah melakukan banyak cara agar para preman itu berkata jujur padanya, namun mereka masih tidak ingin mengatakan apa yang ingin ia dengar.


Arkhana berjalan mendekati Kayla!


"Kay," ucap Arkhana sembari menyentuh pundak Kayla.


Kayla tersadar dari lamunannya saat merasakan sentuhan dari Arkhana, ia menatap siapa yang sudah membuyarkan lamunannya itu.


"Mama," ucap Kayla setelah melihat Arkhana berdiri di belakangnya.


"Mikirin apa? Sepertinya berat banget," ucap Arkhana.


"Nggak, biasa saja."

__ADS_1


"Bisa dari mana? Dari tadi Mama perhatikan, kamu seperti sedang memikirkan sesuatu."


"Preman-preman itu tidak mau berkata jujur padaku tentang siapa orang yang menyuruh mereka menculik Shania."


"Mungkin memang benar tidak ada yang menyuruh mereka."


"Aku yakin ada yang menyuruh mereka, karena kalau tidak ada yang menyuruh mereka untuk apa mereka menculik Shania untuk disekap dan tidak diberi makan saja. Menurutku itu tidak masuk akal, Ma."


"Kamu ada benarnya juga Kay, tapi mungkin saja mereka berniat menculiknya Shania untuk kemudian meminta tebusan kepada keluarganya."


"Sebenarnya itu bisa saja terjadi tapi kalau itu tujuan mereka kenapa sudah hampir tiga hari mereka menyekap Shania mereka belum juga menelpon Leon ataupun keluarganya yang lain dan kalau mereka berniat mencuri kenapa mereka tidak mengambil uang milik Leon, mobilnya dan juga isi dari mobil yang Leon gunakan, kenapa mereka memilih membawa Shania yang jelas-jelas akan sulit diperjual-belikan," ucap Kayla panjang lebar.


Arkhana duduk di samping Kayla!


"Kamu benar, Nak. Ada seseorang yang bermain di belakang Leon dan Shania," ucap Arkhana.


"boleh, Mama membantu?" tanya Arkhana.


"Tidak perlu. Aku hanya butuh waktu tambahan untuk membongkar siapa sebenarnya yang ada dibalik semua kejadian yang menimpa Leon dan Shania."


"Jangan lama-lama. Ingat pernikahan kamu sama Elvan tidak sampai satu bulan lagi," jelas Arkhana mengingatkan Kayla.


"Apa, kenapa secepat itu?" ucap Kayla.


"Iya, memang waktunya tinggal segitu, sayang."


"Kenapa kalian merencanakan pernikahan aku dalam waktu secepat itu? Bahkan kalian tidak bertanya terlebih dahulu padaku."


"Kamu sendiri yang bilang, terserah Papa sama Mama. Ya Mama atur secepatnya lah karena Mama sama Papa pengen cepat-cepat punya cucu."


Kayla menarik nafasnya perlahan lalu membuangnya.

__ADS_1


"Ya udah deh, mau bagaimana lagi."


Bersambung


__ADS_2