
Jacky berjalan lebih dahulu dengan diikuti oleh Kayla di belakangnya!
"Jangan terus melihat ke belakang!" ucap Kayla karena Jacky terus melihat ke belakang.
Jacky hanya diam namun ia menuruti permintaan Kayla.
"Mungkin ini akibat yang harus aku terima dari semua perbuatan ku. Aku ikhlas menjalani apapun hukuman yang akan mereka berikan padaku karena memang aku bersalah," ucap Jacky didalam hatinya.
Dalam langkahnya yang tanpa takut, Jacky meneteskan air matanya. Dalam hatinya ia sangat merasa berat meninggalkan Mamanya yang sedang sakit tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Di dalam ruangan tempat Jenny dirawat.
"Siapa dia, Bi dan mau kemana mereka akan pergi? Aku melihat kecemasan di wajah Kakakmu," ucap Rio sembari meletakkan makanan yang ia bawa untuk Biani.
"Perempuan itu seorang polisi," sahut Biani dengan nada rendah.
"Polisi?" Rio menatap Biani dengan penuh tanya.
"Rio aku sudah ingin mengatakan hal ini dari kemarin, tapi kemarin kamu sibuk."
"Polisi ... kenapa Kakakmu pergi dengannya?"
"Karena Kakakku akan dipenjara, makanya dia ikut dengan polisi."
"Biani, maksud kamu apa? Aku gak ngerti."
"Kakakku sudah melakukan kejahatan terhadap mantan kekasihku dan juga istrinya. Rio aku akan terima semua keputusanmu setelah kamu tahu tentang keluarga kami yang seperti ini."
"Apa, Melakukan kejahatan?"
"Sebelum hubungan kita terjalin lebih jauh lagi, kamu juga harus tahu bahwa aku juga pernah masuk penjara karena kasus yang sama dengan yang Kakakku lakukan."
Biani berbicara tanpa menatap Rio, dengan air matanya yang mulai menetes membasahi pipinya. Sedikitpun Biani tidak berani menatap wajah Rio, ia terlalu malu untuk menampakkan wajahnya dihadapan laki-laki yang baru beberapa hari menjadi kekasihnya.
Rio tertegun ditempatnya berdiri, ia tak bisa berkata-kata setelah mendengar pernyataan dari Biani.
"Nak, keluarga kami hanya akan mencoreng nama baik keluarga kamu yang terhormat dan banyak disegani orang. Sebelum kamu mengambil keputusan untuk mencintai Biani, ada baiknya pikiran terlebih dahulu. Ibu tidak ingin, Biani kecewa dalam cinta untuk yang kedua kalinya," ucap Jenny dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Rio menatap Jenny yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, mulutnya tertutup rapat, ia masih tidak percaya dengan semua pernyataan Biani tentang keluarganya.
Rio melihat jam ditangannya.
"Sudah siang ternyata, Bu saya pamit dulu," ucap Rio kepada Jenny.
"Bi, kita bicarakan ini nanti, aku mau memeriksa kondisi pasien ku dulu," ucap Rio kepada Biani.
Karena tak tahu apa yang harus ia ucapkan, Rio memilih pergi meninggalkan mereka di ruangan itu, sebenarnya ia hanya beralasan akan memeriksa pasiennya. Sebenarnya Rio merasa kecewa sekaligus tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari kekasihnya itu.
Rio berjalan menuju ruangan pribadinya!
Dia duduk di kursi kerjanya! "Mereka terlihat seperti orang baik-baik tapi ternyata mereka ...."
Rio mengingat-ingat wanita yang pergi bersama Jacky.
"Aku harus menemui wanita itu untuk mencari tahu tentang kebenaran dari perkataan Biani," gumam Rio.
...****************...
Leon dan Shania tiba di kantor polisi tempat Kayla akan memenjarakan Jacky. Di kantor polisi itu sudah ada Elvan yang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Van, dimana orang itu?" ucap Leon.
Leon sangat penasaran pada orang yang sudah membuat dirinya dan Shania masuk rumah sakit sampai berkali-kali.
__ADS_1
"Dia sudah masuk dalam sel tahanan," sahut Elvan.
"Mari! Akan aku perlihatkan kalian pada mereka," ucap Kayla.
Kayla berjalan lebih dahulu sedangkan Leon dan Shania mengekor dibelakang Kayla.
"Leon, aku harap kamu bisa bersikap tegas dalam mengambil keputusan dalam hal ini," ucap Elvan.
"Aku akan meminta polisi menghukumnya seberat-beratnya," sahut Leon.
"Gak bisa gitu, sayang. Kita harus mengikuti peraturan hukum di negara kita ini," ucap Shania.
Mereka terus berjalan menuju ruang tahanan.
Kayla berhrnti didepan sebuah pagar besi yang mengurung beberapa orang didalamnya.
"Mereka orang yang menculik dan menyekap Shania," ucap Kayla sembari mengatakan tangannya pada preman-preman yang sempat ia sekap.
Shania ketakutan saat melihat wajah mereka, ia bersembunyi di belakang Leon dan dan Elvan.
"Jangan takut Shania, mereka sudah berada dalam penjara," ucap Leon.
Leon membawa Shania kedalam pelukannya agar istrinya itu tidak ketakutan lagi.
Kayla berjalan pada ruangan lain yang didalamnya hanya ada satu orang!
"Dia adalah orang yang menyuruh mereka untuk melakukan penculikan terhadap Shania," ucap Kayla.
"Hey brengsek perlihatkan wajahmu!" ucap Leon dengan nada tinggi.
"Jangan membuat keributan di sini, Leon," ucap Elvan.
Jacky berdiri membelakangi mereka, dia tidak berani menampakkan wajahnya dihadapan orang yang pernah memiliki hubungan baik dengan adiknya itu.
Terpaksa Jacky berbalik badan dan menampakkan wajahnya pada mereka!
Leon melotot kearah Jacky, dia terkejut sekaligus tidak percaya dengan siapa yang ada didalam penjara itu.
"Kamu!"
Shania berdiri di samping Leon dengan tatapan yang tertuju pada Jacky.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku? Seharusnya kalau kamu ingin Leon kembali kepada Biani kamu ambil hatinya dan curi lagi perhatiannya, bukan malah berbuat sesuatu yang dapat menjauhkan Biani dari Leon," ucap Shania.
Shania memang tahu bahwa Jacky adalah Kakaknya Biani.
Jacky menundukkan kepalanya dihadapan mereka semua.
"Maafkan aku, Leon. Kamu boleh menghukum ku seberat apa pun tapi aku mohon jangan hina Mamaku dan ungkit masa lalu yang pernah dia lakukan terhadap orang tuamu. Jujur aku melakukan ini bukan hanya karena kamu memilih untuk hidup bersama wanita di sampingmu itu tapi aku melakukan ini karena aku sakit hati dengan setiap hinaan yang Papamu lontarkan kepada Mamaku," jelas Jacky tanpa menatap Leon.
Leon berdiri di tempatnya tanpa sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya.
Leon sadar bahwa perkataan Papanya selalu kasar terhadap Mamanya Biani dan juga Biani.
"Jadi dia orang yang selalu mencoba mencelakakan kalian!" ucap Rendy yang baru tiba di tempat itu.
"Papa!" ucap Leon.
Rendy dan Liana berjalan cepat menghampiri mereka!
"Kamu ya! Kamu tidak jauh berbeda dengan orang tuamu yang selalu merugikan orang lain," ucap Rendy.
"Pa, sudahlah jangan terus membawa-bawa masa lalu terus," ucap Liana.
__ADS_1
"Kamu harus dihukum seberat-beratnya," ucap Rendy pada Jacky.
"Pa, Papa tenang dulu. Jangan membuat keributan di sini," ucap Leon.
"Sebaiknya kita pulang saja. Biar Kayla dan Elvan yang mengurus permasalahan ini," ucap Shania.
"Shania benar Pa, ayo kita pulang!" ucap Liana.
"Papa harus temui Jenny."
"Jangan, Pa," ucap Leon.
"Kenapa, kamu masih cinta sama Biani sehingga kamu begitu perduli dengan perempuan itu?"
"Tidak seperti itu, Pa. Tolong jangan libatkan mereka dalam hal ini karena mereka tidak bersalah."
"Om, Tante. Saya harap kalian tidak bertindak sesuatu yang tidak bersangkutan dengan masalah yang menimpa Shania dan Leon," ucap Kayla.
"Iya, Pa. Biar masalahnya cepat selesai," ucap Elvan pada Rendy.
"Sekarang kalian pulang! Biar aku yang mengurus mereka dan memproses hukuman apa yang harus mereka terima," ucap Kayla.
...****************...
Di rumah sakit.
Biani duduk di kursi yang terdapat di samping ranjang rumah sakit yang ditiduri oleh Jenny.
"Ma, kenapa jadi seperti ini? Maafkan aku karena aku lah keluarga kita jadi seperti ini," ucap Biani sembari menggenggam erat tangan Jenny.
"Ini semua bukan salahmu, Nak. Ini semua sudah menjadi takdir hidup kita," ucap Jenny.
"Tapi kalau aku tidak bertemu dengan Leon dan memiliki hubungan dengannya, kita tidak akan seperti ini."
"Sudahlah, Nak. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi."
"Kakak gimana, Ma? Aku takut mereka memberikan hukuman yang berat pada Kakak."
"Itu tidak akan terjadi, Mama tahu mereka orang baik jadi mereka tidak mungkin tega menghukum Kakakmu dengan hukuman yang berat."
"Sebaik apapun seorang manusia, dia bisa berubah menjadi jahat kalau sudah sakit hati, seperti yang Kakak lakukan pada mereka. Bukankah selama ini Kakak adalah orang baik bahkan menjadi orang terbaik dalam hidupku."
Jenny terdiam, yang Biani katakan memang benar, jika orang yang baik sudah kehabisan kesabarannya maka orang itu bisa berubah menjadi jahat bahkan jadi lebih jahat dari orang yang pernah melukainya.
"Mama ingin cepat pulang dari sini," ucap Jenny.
"Mama gak boleh pulang sebelum sembuh."
"Tapi dari mana kita membayar biaya rumah sakit ini?"
"Aku akan bekerja apa pun demi kesembuhan Mama."
"Mama sudah baik-baik saja kok. Kalau ada dokter Mama mau minta pulang hari ini."
"Jangan, Ma. Aku akan berusaha mencari pekerjaan agar bisa mendapatkan uang."
...****************...
Rio sedang makan siang di salah satu restoran.
Dia makan sendiri tanpa adanya yang menemani.
"Kenapa begini, disaat aku mulai mencintai seseorang ternyata orang itu memiliki masa lalu yang kelam. Bukan hanya Kakaknya yang kini dipenjara ternyata dia juga pernah masuk penjara," gumam Rio.
__ADS_1
Bersambung.