Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 117


__ADS_3

"Jangan macam-macam dengan saya," ucap Shila mulai menunjukkan sisi buasnya.


Dua preman itu tertawa terbahak-bahak. Mereka meremehkan kemampuan seorang wanita yang tengah berdiri dihadapannya.


"Jangan sok jual mahal cantik. Karena mau lari pun kamu tidak akan bisa," ucap salah satu preman itu.


Seorang preman mencoba meraih dagu Shila, namun tangannya ditepis oleh Shila.


Merasa ditolak, dua laki-laki itu mulai memaksa Shila untuk melayani nafsu set**n mereka. Satu kaki itu menarik tangan Shila dengan paksa dan yang satu lagi memegang bahu Shila sembari mendorong tubuh Shila!


Tak tinggal diam Shila mulai melakukan perlawanan kepada dua laki-laki incarannya itu!


Sebelah tangan Shila berpegangan kepada preman yang sedang mendorong tubuhnya lalu mengayunkan kakinya menendang laki-laki yang sedang menarik tangan kirinya!


Satu preman sudah jatuh akibat tendangan Shila, kini tinggal satu lagi yang belum merasakan pukulan wanita cantik itu.


Perkelahian pun tak dapat terhindarkan, Shila dan dua laki-laki itu berusaha saling mengalahkan satu sama lain!


Melihat Shila yang diserang oleh dua orang sekaligus, satu rekan Shila membantu melumpuhkan preman-preman itu.


Setelah berkelahi selama kurang lebih sepuluh menit, dua preman itu sudah berhasil dilumpuhkan.

__ADS_1


Shila mengikat tangan dan kaki mereka! lalu mulai mengintrogasi ke_dua laki-laki itu.


"Kalian yang sengaja melakukan penusukan kepada orang ini?" tanya Shila sembari menunjukkan foto Ken.


"B_bukan, bukan kami," sahut Arman.


Plakk!


Shila menampar laki-laki itu.


"Teman-teman, tolong bawa dua orang ini ke tempat yang sudah aku beritahu sebelumnya," ucap Shila kepada dua rekannya.


Dua rekan Shila itu langsung mengikat preman itu ke motor mereka masing-masing lalu membawanya ke tempat yang sudah disediakan oleh Shila!


Shila memasuki semua ruangan yang berada didalam bangunan itu! namun ia tak menemukan bukti atau petunjuk apapun.


Di tempat lain.


"Gue minta duit lagi," ucap Sonny kepada Bram.


"Duit? lo pikir nyari duit gampang. Gak ada lagipula gue udah lama gak minta bantuan lo kan?" ucap Sonny dengan nada kasar.

__ADS_1


"Kalau gitu, gue bakal ngaku sama orang itu kalau lo yang nyuruh gue untuk mencelakakan dia," sahut Sonny tak mau kalah oleh Bram.


"Lo ngancam gue?" ucap Bram yang mulai marah.


"Gue dan anak buah gue sedang terancam. Gara-gara gue kerja buat lo, jadi ada orang yang mata-matain kita dan orang itu udah tahu tempat persembunyian gue," jelas Sonny dengan nada bicara tinggi.


"Kok, lo jadi nyalahin gue? itu karena kecerobohan lo dan anak buah lo," ucap Bram masih dengan nada tinggi.


"Gue butuh duit buat nyari tempat persembunyian yang baru," ucap Sonny.


"Oke-oke nanti gue transfer duitnya. Jangan coba-coba lo bongkar rahasia gue," ucap Bram.


Sonny tersenyum. "Gitu dong. Selama duit lancar, rahasia lo aman sama gue," ucap Sonny.


*** *** ***


Shila pergi meninggalkan tempat itu lalu menyusul ke_dua rekannya ke tempat penyekapan dua preman yang sudah berhasil ia tangkap.


Shila melajukan motornya dengan kecepatan tinggi! membelah jalanan ditengah heningnya malam.


hampir setengah jam Shila berkendara, akhirnya ia tiba di tempat penyekapan itu.

__ADS_1


Shila turun dari motornya lalu berjalan menuju ruangan dimana dua tawanannya disekap!


Bersambung


__ADS_2