Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 65


__ADS_3

Setibanya di rumah, Leon segera berlari ke kamarnya untuk menemui Shania! Namun saat ia tiba di dalam kamarnya ternyata Shania sudah tertidur pulas.


Leon berjalan menghampiri Shania yang sedang tertidur lalu duduk di sampingnya! Dipandangnya wajah sang istri yang selalu terlihat cantik dalam keadaan apa pun.


Sebuah senyuman manis terukir di bibir Leon.


"Aku sudah capek-capek nyari yang kamu mau, eh kamu malah enak-enakan tidur," gumam Leon.


Leon mengecup kening Shania lalu pergi ke dapur untuk menyimpan makanan yang ia beli.


...****************...


Malam itu, Kayla sama-sekali belum tertidur sedikit pun, ia ingin segera menyelesaikan misi nya karena sudah tidak ada waktu lagi.


Malam itu, setelah mendapatkan apa yang ia ingin ketahui dari para preman yang ia sekap, Kayla langsung pergi ke kota untuk mencari Irwan.


Kayla ingin menuntaskan semua masalah yang pernah menimpa Leon dan Shania.


Setelah melewati malam panjang, kini bulan mulai berganti dengan matahari.


Pagi itu, Kayla mendatangi rumah Irwan. Kayla tidak pernah merasa kesulitan untuk mencari alamat seseorang karena semua orang yang pernah ia sekap pasti dimintai kartu tanda penduduk olehnya. Bukan tanpa alasan, semua itu ia lakukan untuk memudahkan dan mempercepat proses kasus yang sedang ia tangani.


Tok!


Tok!


Tok!


Kayla mengetuk pintu rumah milik Irwan.


Seorang wanita membukakan pintu itu!


"Siapa ya?" tanya wanita itu.


"Apa benar ini rumahnya Irwan?" tanya Kayla.


"Iya benar. Saya istrinya, maaf ada keperluan apa ya mencari suami saya?"


"Mobil saya mogok di depan gang itu. Saya ingin meminta bantuan Irwan untuk memeriksa mobil saya."


"Oh, Mbak ini pasti langganannya Mas Irwan ya."


Kayla tersenyum ramah. "Iya, setiap mobil saya rusak. Irwan lah orang pertama yang saya mintai tolong," ucap Kayla.


Kayla tak ingin memberitahukan yang sebenarnya kepada wanita itu karena takut merusak hubungan mereka.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi gini?" ucap Irwan sembari berjalan ke arah Kayla dan istrinya.


Kayla dan wanita itu menoleh ke arah suara!


Irwan terkejut saat tahu ternyata Kayla lah yang bertemu ke rumahnya.


"K_kamu?" ucap Irwan terbata-bata.


Kayla menampakkan senyum terbaiknya pada Irwan.


"Irwan, mobilku mogok. Tolong kamu cek apanya yang rusak ya!" ucap Kayla.


"A_aku gak bisa," ucap Irwan.


"Mas, gak baik loh nolak rezeki yang datang," ucap istrinya Irwan.


Wanita itu pergi ke dapurnya untuk mengambilkan air minum untuk Kayla sekalian membuatkan kopi untuk suaminya.


Setelah istrinya Irwan tidak terlihat lagi, Kayla menatap tajam Irwan lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Irwan.


"Jangan mencoba kabur, kalau kamu ingin keluargamu baik-baik saja," ucap Kayla dengan nada sedikit berbisik.


"Mau apa kamu?" ucap Irwan.


"Turuti perintah ku kalau tidak istrimu akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya."


Tak lama istrinya Irwan datang dengan dua gelas kopi dan sepiring camilan.


"Minum dulu, Mbak," ucap perempuan itu setelah meletakkan kopi yang ia bawa diri atas meja.


"Terimakasih. Maaf sudah merepotkan pagi-pagi gini," ucap Kayla.


Irwan mulai menampakan raut wajahnya yang gelisah dan ketakutan. Butiran keringat mulai terlihat pada dahi Irwan.


Kayla meminum kopi yang dibuatkan oleh istrinya Irwan.


"Irwan, bisa kamu betulin mobil aku sekarang? Aku sedang terburu-buru," ucap Kayla.


"B_baik. Saya ambil peralatan dulu ya!"


Irwan masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil peralatan yang ia miliki di rumahnya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya mungkin aku tidak akan pulang lagi ke rumah, aku mau langsung ke bengkel saja," ucap Irwan kepada istrinya.


"Mas, kamu belum sarapannya."


"Nanti aku sarapan di warteg saja."


Irwan dan Kayla mulai pergi meninggalkan rumah itu!


"Masuk!" ucap Kayla menyuruh Irwan masuk kedalam mobilnya.


"Bicara di sini saja," ucap Irwan.


"Aku tidak biasa bicara di tempat yang ramai seperti ini."


Takut dengan ancaman Kayla, Irwan segera masuk ke dalam mobil milik Kayla!


Kayla mulai melajukan mobilnya membawa Irwan ke tempat biasa ia menginterogasi orang.


...****************...


"Pagi, sayang," ucap Leon setelah melihat Shania terbangun dari tidurnya.


"Leon, kamu ...."


"Aku mau ke kantor, sayang. Semalam aku sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan tapi pas aku sampai di rumah, kamu nya udah tidur. Karena aku gak berani membangunkan mu akhirnya aku taruh es kelapa dan baksonya di kulkas," jelas Leon.


"Aku udah gak mau itu, sekarang aku mau ...." Shania menggantung ucapannya lalu berjalan mendekati Leon.


"Mau apa?" tanya Leon.


Shania mencium pipi Leon! "Mau ini," ucapnya.


Leon tersenyum lebar, itu adalah yang pertama kalinya Shania menciumnya tanpa harus diminta.


"Cium?" ucap Leon.


"Tidak, peluk juga." Shania berucap sembari memeluk Leon.


Leon semakin bahagia pagi itu, baru ia akan berangkat ke kantor sudah mendapatkan banyak kejutan tak terduga dari istrinya.


Shania mencium leher Leon dan sedikit memainkan lidahnya di sana hingga membuat pusaka Leon terbangun.


"Shania, kamu membangunkan sesuatu yang sedang tidur," ucap Leon.


Shania mendongakkan kepalanya untuk dapat menatap wajah sang suami.


Leon menatap Shania tanpa berkedip.


"Shania."


Shania menggigit bibir bawahnya saat melihat tatapan Leon yang seperti ingin menerkamnya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin mencium mu saja," ucap Shania.


Leon melerai pelukannya lalu merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, Leon mulai melangkahkan kakinya hendak keluar dari kamarnya!


"Kalau kamu mau lakukan saja," ucap Shania.


Leon menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menjadi menghadap Shania.


"Kamu serius?" ucap Leon.


"Ya, kenapa tidak." Shania menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur!


Leon mengunci pintu lalu membuka jas yang sudah ia kenakan.


Leon menindih tubuh Shania dan tanpa kata lagi, ia memulai permainan panasnya.


...****************...


"Tenang kejahatan yang sudah kamu lakukan terhadap Leon ... kamu yakin tidak ada yang membayar mu?" ucap Kayla.


"Memang tidak ada yang membayar ku untuk melakukan itu," sahut Irwan.


"Yakin?"


"Aku sudah berkata jujur, aku harus berkata apa lagi."


"Aku tidak ingin berlama-lama, Irwan. Cepat katakan siapa yang sudah menyuruhmu merusak rem mobilnya Leon," ucap Kayla.


"Tidak ada yang menyuruhku."


"Baiklah, jangan salahkan aku jika tadi adalah terakhir kalinya kamu melihatmu anak tercintamu."


Kayla menatap Irwan dengan tatapan tajam, seolah ucapannya akan benar-benar terjadi.


"Tidak, jangan lakukan apa pun yang memisahkan kami."

__ADS_1


"Kalau gitu katakan yang sejujurnya."


"Aku sudah berkata jujur."


Kayla menatap Irwan tajam, mulutnya tertutup rapat tak sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya.


Tak ingin membahayakan orang yang disayanginya, Irwan menundukkan kepalanya lalu berkata. "Seorang laki-laki yang bernama Jacky yang membayar saya untuk merusak rem mobil milik Leon."


"Jacky?" tanya Kayla memastikan.


"Ya, Jacky."


"Kamu tahu dimana rumahnya?"


Irwan menggelengkan kepalanya. "Aku hanya tahu namanya saja, tentang siapa dia dan dimana dia tinggal aku tidak tahu karena aku dan dia memang tidak saling kenal."


"Tidak saling kenal, kenapa kamu bisa bekerja untuknya?"


"Waktu itu aku butuh uang tambahan untuk membayar biaya rumah sakit anakku. Saat aku kebingungan harus mendapatkan uang dari mana, Jacky datang dan memberikan tawaran padaku."


"Baiklah, kamu masih ingat dengan wajahnya kan?"


"Masih, aku masih sangat ingat dengan wajahnya."


"Bisa katakan ciri-cirinya, agar aku bisa lebih mudah mendapatkannya."


"Aku menyimpan fotonya," ucap Irwan.


Tanpa diminta, Irwan menunjukkan sebuah foto yang ia simpan di galeri ponselnya.


"Kamu yakin, kamu sedang tidak berbohong?" ucap Kayla setelah melihat wajah laki-laki dalam foto itu.


"Aku tidak pernah bermain-main dengan keselamatan keluargaku."


"Kamu boleh pergi. Aku tidak akan melaporkan kamu ke polisi tapi kalau kamu membohongiku, jangan harap aku akan mengampuni dirimu."


"Aku pastikan aku sedang tidak berbohong."


...****************...


Setengah jam berlalu, Leon dan Shania sudah selesai dengan urusan pribadinya.


Shania masih berbaring di tempat tidur sedangkan Leon segera bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkannya diri!


Karena ulah Shania, Leon sudah telat untuk berangkat ke kantornya.


Setelah sepuluh menit, Leon keluar dari kamar mandi! Ia segera memakai pakaiannya!


"Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi kesiangan," ucap Shania.


"Santai saja, aku kan bosnya. Gak ke kantor pun gak akan ada yang marahin aku," ucap Leon.


Shania melempar Leon dengan bantal!


"Sombong," ucap Shania.


"Bukan sombong, memang kenyataannya seperti itu, Shania."


"Leon, aku lelah sekali."


"Kamu istirahat saja ya, aku mau langsung ke kantor saja."


"Sarapan."


"Aku sarapan di kantor saja."


Bersambung


Teman-teman, mampir yuk ke karya teman author.


Ceritanya pasti seru abis loh.


Judul: Mengejar Cinta Casanova


Karya: Eni Pua


Blurb


Ainisha menjadi pelakor demi membayar hutang sang ayah pada seorang rentenir.


Memisahkan sepasang kekasih yang telah bertunangan dengan berbagai cara. Bahkan melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.


Bagaimana jika sang pria yang bernama Haikal, adalah laki-laki yang dia kenal dan dia cintai?


Bagaimana jika Haikal jatuh cinta pada Alisha bukan pada Ainisha?


Ikuti kisahnya.

__ADS_1



__ADS_2