
"Kak, Mita takut" ucap Mita merasa ketakutan
"Aih, iya tahu kamu takut dari tadi juga bilang gitu terus" ucap Yudi terkekeh
"Kak itu gorden nya gerak gerak" tutur Mita sambil menunjuk gorden yang ada di sampingnya.
Yudi ingin membuka gorden yang sedari tadi gerak-gerak namun Tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya, Mita dan Yudi pun sudah membuka pintu Rumah yang ternyata tidak di kunci dan ternyata itu adalah Ridho yang tengah membakar jagung bersama Hendra.
"MasyAallah, Bapak sama Papah bikin takut aja, kirain tadi itu setan" ucap Mita yang masih memegang tangan Yudi.
"Loh, kalian belum tidur?" Tanya Hendra.
"Tadi sih mau tidur tapi gak jadi, Mita heboh sendiri pas lagi mati lampu tadi" jelas Yudi.
"Mita gak bisa tidur saat gelap dia takut gak bisa lihat katanya, sampai saat ini dia selalu takut kalau dalam keadaan gelap. Apalagi kalau gak ada orang disampingnya bisa-bisa Mita nangis sampai lampunya hidup dan tangisannya pun kayak kuntilanak yang pelan tapi terdengar" ucap Ridho panjang lebar sambil tertawa.
"Bapak jangan di ceritain, Mita malu" cercah Mita dengan cemberut. Mereka yang mendengar itu pun ikut tertawa.
"Tapi sekarang tenang aja ya nak, kan sekarang sudah ada suamimu yang jagain kamu" sahut Hendra menenangkannya. Mita yang mendengar itu hanya mengangguk pertanda bahwa ia mengerti.
Malam ini begitu indah, Yudi dan Mita duduk bersama kedua ayah nya dan juga Meli ibunya Mita, sembari menikmati jagung bakar dan bercerita tentang masa lalu mereka yang sangat penuh akan kenangan bersama.
"Syukurlah, kalau kalian bisa saling dekat" ucap Hendra saat melihat Yudi yang masih setia menggenggam tangan Mita.
Yudi pun langsung melepaskan genggaman nya karena tersadar, sedangkan Mita hanya tersipu malu, karena ia pun sama sekali tak menyadarinya.
"Papah, gak akan minta cucu kok. Lagian kalian kan masih muda, dan Mita pun masih sekolah. Tapi ingat, sewaktu-waktu Papah juga akan memintanya" ucap Hendra terkekeh.
"Kalo bisa 11 biar rame kaya gen halilintar" timpalnya lagi bergurau membuat Ridho tertawa.
"Ada-ada aja kamu Hen, emang kamu kira ayam apa? " sahut Ridho yang akhirnya membuat Hendra tertawa hingga terpingkal-pingkal.
__ADS_1
"Ini kak jagungnya" ucap Mita tanpa memperdulikan guyonan sang mertua, karena Mita ini memang sangat lugu dan tak tahu arah pembicaraan.
"Udah buat kamu aja, nanti biar aku ngambil sendiri" ucap Yudi lembut namun sangat membuatnya Malu dengan guyonan papanya ini.
"Ya udah makan berdua aja sih wong kalian juga udah halal" sahut Ridho dari samping Mita.
Dengan rasa canggung Yudi dan Mita menuruti perintah Ridho, membuat malam semakin romantis. Walau sejujurnya di dalam hati mereka belum menyimpan rasa satu sama lain. Ataupun sudah, namun tak diketahui rasa apa itu.
Dengan penuh tawa dan canda malam ini sangat membuat Mita senyum bahagia, Mita tak pernah melihat bapaknya sebahagia ini. Mita mulai sedikit lelah dan ngantuk ia pun bersandar di bahu ayahnya yang kini duduk di sampingnya, semakin lama ia bersandar semakin berat rasa kantuknya sehingga membuatnya terlelap di bahu sang ayah. Ridho yang melihat wajah putrinya hanya tersenyum.
"Nak Yudi bisa tolong pindahkan Mita ke kamarnya, kayaknya dia kelelahan jadi tidur di sini" perintah Ridho kepada suami Mita.
"Iya pak" jawab Yudi
Yudi pun mengangkat Mita dan kini berada di pelukannya, Yudi memindahkan Mita ke kamarnya agar bisa tidur dengan leluasa.
"Ternyata kamu cantik juga dengan wajah terlelap ke alam mimpi" ujar Yudi dalam benaknya.
Keesokan harinya Mita begitu terkejut saat mendapati dirinya berada di kamar, seingat nya semalam dia sedang berada di luar ngobrol dan makan jagung bakar bersama bapak, Papah dan sang Suami. Tapi mengapa Mita berada di kasur kamarnya? Apakah dia yang berjalan ke sini dengan sendirinya.
Mita melihat jam kecil yang berada di kamarnya, terlihat jam 4:15 pada jam nya itu. Dia pun langsung mencari keberadaan Yudi yang tidak ada di kamarnya.
"Kak Yudi kemana ya?" Gumam Mita keluar kamarnya mencari keberadaan sang suami.
Ternyata Mita melihat Yudi sedang tertidur di luar bersama papah dan mertuanya.
Mita merasa bingung, mengapa dirinya bisa berada di kamarnya? Apakah sang Ayah yang menggendong nya? Atau Mita pergi ke kamar sendiri, namun tidak sadar? Dengan perasaan bingung, Mita mencoba untuk membangunkan mereka yang sedang pulas.
"Pak, bangun! Pak bangun!" ucap Mita pada sang Ayah terlebih dulu dengan menggoyangkan tubuh ayahnya.
Ridho langsung terbangun saat Mita membangun kan nya, Hendra pun ikut terbangun namun Tidak dengan Yudi, anak ini memang sangat susah untuk di bangunkan. Sama seperti kebo yang lagi tidur susah bangun.
__ADS_1
"Jam berapa neng?" Tanya Hendra sedikit masih mengantuk.
"Mau subuh Pah" jawab Mita tersenyum sopan.
"Mit, kamu mandi dulu gih. Abis itu, siapin air untuk suami dan mertuamu mandi" ucap Ridho
"Ini kak Yudi, belum bangun juga?" ucap Mita heran
"Nanti biar Papah bangunin, suami mu memang susah bangun pagi" jelas Hendra sembari menutup mulutnya karena menguap.
"Kamu siapin air buat suami mu aja, Mit, biar Papah ngambil air di sumur sendiri" timpal Hendra lagi.
Mita pun hanya mengangguk pertanda mengerti, dan segera melaksanakan kewajiban nya sebagai istri.
Hendra membangunkan anaknya dengan terus menggoyang-goyangkan tubuh Yudi namun agak sedikit lama untuk Yudi bisa bangun, namun akhirnya dia menyerah setelah hampir 5 menit Yudi pun sudah terbangun.
"Yudi mau ke toilet dulu ya pah" ucap Yudi langsung pergi karena sudah tak tahan dengan yang ingin dikeluarkan.
"Eh kakak udah bangun" tegur Mita tersenyum saat keluar dari kamar mandi melihat Yudi. Mita sudah mandi dengan berpakaian lengkap di kamar mandi, bahkan dirinya sudah wudhu dan mengenakan hijab.
"Kakak mau mandi kan? Mita udah siapin air hangat di dalem Toilet, kakak tinggal mandi aja" ucap Mita tersenyum pada Yudi.
"Ternyata walau badan kamu kecil tapi berat juga ya" gumam Yudi langsung memasuki kamar mandi tanpa memandang Mita.
Mendengar itu Mita nampak kebingungan dengan ucapan Yudi, dirinya langsung pergi untuk mengambil baju suaminya dengan perasaan bingung nya.
"Kamu kenapa Mit?" Tegur Ridho saat melihat Mita dengan wajah bingung dan polos nya.
"Semalem Bapak gendong Mita?" ucap Mita langsung bertanya
Bapak udah gak kuat gendong kamu Mit, kamu juga udah besar, waktu kamu kecil Bapak kuat gendong kamu, tapi sekarang udah asam urat" jawab Ridho terkekeh.
__ADS_1
"Terus, kenapa Mita bisa ada di kamar?" ucap Mita sangat penasaran.
Saat Ridho ingin menjawab, Yudi teriak untuk diambil kan baju nya. Membuat Mita segera berlari mengambil kan nya.