Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
kantor Yudi


__ADS_3

Hari ini Mita memang senang karena disekolah punya teman baru juga. Mita dan Zura sampai rumah tepat jam 2 siang gak lebih dan gak kurang, Mita segera menuju ke kamar setelah menyalami ibunya dan menyapanya, segera Mita berjalan dan setelah ganti baju ia pergi ke meja makan ya tentu untuk makan.


"Wah kamu gak nungguin kak Mita makan yah" ujar Mita yang berjalan di belakang Zura.


"Lapar soalnya kak" ucap Zura cengengesan


Mita pun segera duduk dan ikut makan bersama Zura. Tanpa sedikit pun pembicaraan di meja makan, mereka berdua fokus makan tanpa memperdulikan satu sama lain.


"Mita, habis kamu makan boleh gak mama minta tolong" tanya Elis pada menantunya.


"Emang mama mau minta tolong apa" ujar Mita yang sudah selesai makan.


"Hari ini Yudi sibuk banget di kantornya, biasanya kalau dia sibuk ia bakal lupa untuk makan. Jadi mau gak kalau mama suruh kamu antarkan makanan ke kantor suami kamu?" Pinta Elis 


"Sampai lupa makan kakak kalau lagi kerja! Nanti kalau sakit gimana" gumam Mita khawatir.


"Ya begitulah sifatnya yang susah untuk dirubah" sambung Elis lagi


"Ya udah nanti Mita ke kantor kakak deh, Mita siapkan nasi dulu ya mah" ucap Mita setelah membereskan sisa makanan di meja makan.


"Kalau sudah selesai nanti panggil saja pak Agus suruh dia anterin kamu" sahut Elis dengan senyum seraya melangkah pergi dengan jalan yang begitu hati-hati. Ya, maklum hamil tua harus ekstra hati-hati.


"Iya ma" ujar Mita mengangguk


Hari ini Yudi super duper sibuk kerja di kantornya. Tapi, Alhamdulillah, dia jadi seorang pengusaha sekaligus jadi pemimpin di perusahaannya. Seneng? Banget! Udah ganteng, baik, soleh dan mau ngejagain Mita. Bersyukurnya Mita dapat suami kayak Yudi.


Mita mulai memasukan nasi beserta lauknya ke dalam rantang. Rantang kaleng-kaleng yang kalau jatuh suaranya ‘komprang!’. Makanan ini buat kubawa untuk kak Yudi di kantor. Pasti dia lapar, kasihan. Apalagi kalau kerja lupa makan, nanti kalau sakit kan bahaya!


Setelah menyiapkan segala yang diperlukan, Mita segera memanggil pak Agus untuk mengantarkannya ke kantor Yudi. Ya, karena Mita gak tau kantornya dimana maka dari itu biar pak Agus mengantarkannya.


Setelah sampai di depan kantor Yudi, Mita pun segera turun dari mobil dengan membawa rantang. Orang-orang malah menatap Mita aneh saat melangkah masuk melewati pintu otomatis, yang kalau ada orang lewat bisa kebuka sendiri. Mita dengan hati hati melewatinya  takut kejepit kalau pintunya mendadak menutup. 


Suara klontang-klontang rantang yang kubawa terdengar rusuh saat berjalan. Tiba-tiba, ada mbak-mbak berpakaian rapi menghampiri Mita dengan muka judesnya. 


“Ibu siapa? Kok berani masuk ke sini?” tanyanya sewot. 


Mita ke kantor hanya menggunakan gamis lamanya yang ia beli di kampung dan tak lupa sepasang sandal jepit.

__ADS_1


Mita jalan mendekat padanya. “Saya mau ketemu suami.” ucap Mita memberitahu.


“Siapa? Emang ada pegawai di sini yang punya istri kayak Ibu?” Seru wanita itu


"Suami saya bernama Yudi. Bisakah saya bertemu dengannya" sahut Mita dengan sopannya


"ibu mimpi ya? Mana mungkin pak Yudi atasan kami mau sama ibu" tuturnya lagi merendahkan Mita


"Apa mukaku setua itu sampai di panggil ibu? Emang aku gak cocok apa sama kak Yudi" batin Mita berbicara dengan wajah sedihnya 


Mita mengabaikan pertanyaannya. Saat matanya tertuju pada pria yang ia kenal tengah berjalan dengan mata yang tertuju pada headphone, Mita pun ingin mengejarnya dan membuktikan pada wanita yang mengajaknya ngobrol bahwa ia memang istri Yudi. Sambil mengambil ancang-ancang, lalu berlari secepat kilat. Mbak-mbak yang tadi mengejarku sambil teriak-teriak. 


“Bu, Ibu! Mau ke mana? Berhenti, atau saya panggilkan security!” teriaknya di belakang Mita. 


Mita tetap berlari ke arah Yudi berjalan tadi. Walau pun tak tau dimana ruangan Yudi. Sementara itu, Mbak tadi masih mengejar dari belakang. Dia kalah cepat. Mita terus berlari hingga akhirnya ia malah menabrak seseorang.


Gubrak!


Mita terjatuh setelah menabrak seseorang, entah siapa itu. Untungnya rantang yang ia bawa tak jatuh dan masih baik baik saja. Sebelah sandal jepitnya melayang tak tahu entah ke mana. 


“Kecil, kamu ngapain disini?” panggil Yudi yang kaget saat melihat istrinya terjatuh ke lantai.


"Kak, ini lho, Mita mau nganterin makanan, terus dihadang sama mbak-mbak ya Mita lari lah ke sini,” adu Mita dengan tingkah polosnya pada Yudi. 


Si mbaknya hanya melongo tak percaya dengan yang ia lihat barusan.


“Kamu sama siapa ke kantor kakak” tanya Yudi


"Mita dianterin sama pak Agus" sahut Mita


"Kamu kembali kerja aja, Dia benar istri saya" ucap Yudi memerintah bawahannya


Mita mengerucutkan bibir. “aduh, tangan Mita sakit nih kak kegores lantai" tunjuk Mita pada Yudi bahwa tangan kirinya yang sedikit tergores


Yudi menghela nafas melihat tingkah Mita yang gemesin sekaligus manja.


“Huh, ya sudah. Sekarang, ayo masuk ke ruangan kakak dulu?” tutur Yudi yang kasihan melihat Mita keringatan habis berlari-lari. 

__ADS_1


“Obatin tangan Mita kak,” pinta Mita manja sambil mengangkat tangannya seperti anak kecil. 


"Iya-iya nanti kakak cari obat merahnya" ucap Yudi sambil membawa rantang yang tadi Mita pegang. 


Mita dan Yudi pun masuk ke ruangan kerja Yudi.


"Siapa yang suruh kamu ke kantor kakak"tanya Yudi saat menempelkan kapas yang terlebih dahulu diolesi obat merah pada tangan Mita


"Tadi mama bilang kalau kakak sibuk kerja hari ini, kalau kakak sibuk pasti kakak lupa waktu makan. Jadi Mita kesini bawain kakak makanan deh biar kakak gak sakit" jelas Mita penuh perhatian.


"Lain kali kalau kesini telpon dulu ya biar kamu gak kenapa-kenapa. Makasih juga makanannya nanti kakak makan kok" sahut Yudi luluh.


"Kok nanti! Harus dimakan sekarang" ujar Mita.


"Kakak masih banyak kerjaan, tuh liat aja di meja masih banyak berkas" seru Yudi lagi.


"Walau kakak sesibuk apapun tapi kakak harus tetap jaga kesehatan. Kalau nanti kakak sakit pasti lebih tertunda pekerjaan kakak nantinya" ucap Mita serius.


"Sifat kamu susah dijelasin dikit-dikit manja terus berubah jadi dewasa" ucap Yudi dalam hati dengan lengkungan senyum di bibirnya.


"Kakak tempat kerjanya besar banget ya! Terus disini dingin kayak di mobil papa waktu itu" tanya Mita kegirangan.


"Disini ada AC nya Cil" ujar Yudi yang ingin membuka rantang yang sedari tadi Mita bawa.


"Wah kelihatannya enak nih" seru Yudi melihat isi rantang.


"Enak dong kak, Mita yang masak itu" ujar Mita dengan bangganya.


"Terus sendoknya mana kok gak ada? Kakak makan pakai apa" ucap Yudi yang mencari keberadaan sendok namun tak ia temukan.


"Mita gak bawa sendok kak, pakai tangan aja" ucap Mita dengan santainya.


"Ih gak mau ah! Kotor tangan kakak" cetus Yudi


Mita pun berjalan ke arah toilet dan mencuci tangan kanannya dengan sabun. Untung tangan kanan Mita gak ikut kegores, jadi gak perih saat kena air. Selesai mencuci tangannya Mita pun keluar dan duduk di sebelah Yudi. 


"Ya udah sini Mita suapin, Mita udah cuci tangan kanan Mita jadi udah bersih nih" ujar Mita menunjukan tangannya.

__ADS_1


Yudi diam tanda ia tak menolak jikalau Mita yang menyuapinya. Mita Pun mengambil rantang yang Yudi pegang dan segera menyuapi Yudi dengan menggunakan tangan kanannya.


__ADS_2