Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 bab 97


__ADS_3

Keesokan harinya.


Semua orang sudah berkumpul di restoran yang terdapat di hotel itu, tinggal Leon dan Shania dan juga pasangan pengantin baru yang belum hadir di sana.


"Mereka pada ke mana? Jam segini belum siap sarapan," ucap Rania.


"Mungkin mereka kelelahan jadinya bangun kesiangan," ucap Shila.


"Kalau gitu kita sarapan duluan saja," ucap Rendy.


"Ya udah sarapan duluan saja. Lagi pula aku harus segera ke kampus," ucap Rania.


"Serius?" tanya Rendy.


"Iya lah, Pa masa bercanda sih."


"Gak mau libur dulu?"


"Gak, hari ini aku ada janji sama teman."


"Ya sudah, Papa tidak bisa memaksa."


Mereka semua sarapan bersama tanpa adanya Leon dan Shania dan tentunya pasangan pengantin baru itu.


Di kamar Elvan dan Kayla.


Kayla terbangun dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya dan langsung nampak wajah Elvan yang terlihat tampan meski sedang tidur.


Kayla menatap wajah Elvan dalam waktu beberapa menit hingga setelah puas memandang, Kayla melihat jam di dinding.


Betapa terkejutnya ia saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat dua puluh lima menit pagi dan sudah mulai memasuki siang hari.


"Astaga!"


Kayla segera bangkit lalu berjalan memasuki kamar mandi!


Elvan terbangun dia mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan untuk mencari Kayla namun dia tidak bisa menemukan sosok wanita yang baru menjadi istrinya sejak kemarin itu.


"Di mana dia?" gumam Elvan.


Elvan melihat pintu kamar mandi yang tertutup.


"Mungkin dia di kamar mandi," gumam Elvan lagi.


Elvan kembali berbaring di atas tempat tidurnya. Kepalanya masih terasa pusing karena baru saja terbangun dari tidurnya.


Setelah sepuluh menit Elvan menunggu, akhirnya Kayla keluar juga dari dalam kamar mandi.


Elvan melihat ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.


Kayla tersenyum manis saat melihat suaminya ternyata sudah bangun dari tidurnya. Dia berjalan menghampiri sang suami yang masih terbaring di atas tempat tidur itu!


"Kita kesiangan," ucap Kayla.


Elvan menatap jam di dinding lalu tersenyum lalu dia duduk di bibir ranjang.


"Kesiangan pas malam pertama, mungkin karena semalam kita terlalu lelah jadinya gak kerasa tidur sampai kebablasan," ucap Elvan.


"Iya, benar sekali. Aku sangat lelah," sahut Kayla.


"Tapi semalam kita belum ngapa-ngapain ya, berarti malam ke dua kita tempur."


Kayla tersenyum tipis. "Libur dulu selama satu minggu," sahut Kayla.


Elvan menatap Kayla dengan mata yang terbuka lebar.


"Kenapa melihatku seperti itu?"


"Aku mau maksa kalau kamu berontak aku akan mengikatmu dengan tali."


Kayla tertawa kecil. "Kamu pikir aku gak akan melawan?"


"Mmm tergantung."


"Kok gitu?"


"Wanita kalau udah merasakan kenikmatan, nanti juga pasrah gitu aja."


"Enak saja, itu gak berlaku untuk aku ya."


Elvan bangkit dari duduknya lalu memeluk Kayla! Elvan mencium aroma wangi tubuh istrinya itu, dia sedikit menggesekkan pipinya ke leher Kayla sedangkan Kayla hanya diam tanpa merespon perlakuan Elvan terhadapnya.


"Kamu mau melakukannya sekarang?" ucap Kayla.


Elvan menarik wajahnya lalu menatap Kayla.


"Memangnya boleh?" tanya Elvan.


"Kenapa tidak? Mumpung aku belum memakai pakaian kan."


Elvan meraih handuk kimono yang dikenakan oleh Kayla! Dia berusaha untuk membukanya.


Kayla tersenyum misterius hingga saat Elvan membuka sedikit dan menampakkan bagian dadanya, Kayla mendorong Elvan sampai Elvan terpental ke tempat tidur!


"Suamiku sayang, mandilah dulu habis itu kita sarapan dan kalau kamu mau, nanti malam akan aku berikan semuanya," ucap Kayla.


Elvan menarik tangan Kayla hingga Kayla ikut berbaring di tempat tidur itu!


"Aaa! Mas, kamu apa-apaan?" seru Kayla.


Elvan merangkul tubuh Kayla dengan sangat erat lalu menciumi Kayla yang berada dalam dekapannya.


"Mas!"


"Kamu harus dihukum karena sudah membuat sesuatu terbangun."


"Tadi aku hanya bercanda."


"Gak ada kata bercanda, sayang."


Tok!


Tok!


Tok!


Saat mereka sedang bercanda di atas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamar mereka.

__ADS_1


Elvan menghentikan aksinya. Dia bangkit lalu berjalan untuk membuka pintu!


Kayla segera merapikan handuknya yang sudah berantakan dan hampir terlepas itu!


"Leon, ngapain kamu ke sini? Ganggu saja," ucap Elvan setelah membuka pintu kamarnya.


Leon berusaha melihat ke dalam kamar Elvan, dia penasaran dengan keadaan kamar pengantin baru itu.


"Cari apa?" tanya Elvan lagi.


"Nggak. Aku ke sini mau bilang kalau semua orang sudah pulang tinggal kita saja yang masih di sini," jelas Leon.


"Mama sama Papanya Kayla juga?"


"Iya, termasuk orang tuanya Shania juga. Mereka sudah meninggalkan hotel ini sejak tadi."


"Kenapa kamu gak ikut pulang juga?"


"Aku dan Shania kesiangan."


Elvan tertawa kecil. "Aku pikir hanya aku dan Kayla yang kesiangan."


"Bicara, kok di depan pintu. Gak baik tahu," ucap Kayla yang sudah mengenakan pakaian.


"Gimana Kay?" tanya Leon.


"Gimana apanya?" sahut Kayla.


"Pasti mau nanya yang aneh-aneh?" ucap Elvan.


Leon berjalan memasuki kamar pengantin itu sembari terus memperhatikan sekeliling kamar itu!


"Ya, semalam."


"Gak jelas ni, anak. Udah Kay, jangan tanggapi dia," ucap Elvan.


"Kamar kalian terlihat rapi-rapi saja ya."


"Terus harusnya gimana?" tanya Kayla.


"Berantakan lah. Kalian kan pasti udah ...." Leon menggantung ucapannya.


"Udah apanya? Semalam aku ketiduran sampai kesiangan," ucap Elvan.


"Jadi kalian belum? ...."


"Ya belum lah. Kenapa, kamu mau bertanding sama kita?" ucap Elvan.


"Kalian apaan sih, gak jelas banget," ucap Kayla.


Kayla berjalan ke luar dari kamarnya!


"Kamu mau kemana istriku?" ucap Elvan.


"Pesan makanan. Kamu tunggu saja, nanti kita makan di sini saja," ucap Kayla lalu melanjutkan langkahnya.


"Gak harus bilang istriku juga kali. Gak manggil gitu juga, aku tahu kalau Kayla itu istrimu," ucap Leon.


"Kamu ganggu saja. Orang baru mau mulai," ucap Elvan.


Leon tertawa. "Pagi-pagi baru mau mulai, harusnya udah dapat tiga ronde tahu."


"Boleh, masuk saja," ucap Elvan.


Shania berjalan memasuki kamar Elvan dan Kayla! Dia nampak mencari-cari sesuatu.


"Cari siapa? Aku di sini," ucap Leon.


"Aku tahu, aku cari Kayla."


"Dia sedang ke luar," ucap Elvan.


"Oh."


Shania duduk di sofa karena Elvan dan Leon duduk di tepi ranjang.


"Kalian sedang apa? Di kamar, berduaan lagi," ucap Shania lagi.


"Yang kamu lihat, kita sedang apa?" ucap Leon.


"Sedang duduk bersebelahan tapi kan aku gak tahu apa yang sedang kalian bicarakan."


"Jangan dengarkan pembicaraan mereka, Shania. Mereka sedang gila," ucap Kayla yang baru tiba di kamarnya.


"Kay, kamu cantik sekali," ucap Shania.


"Cantik? Benarkah?" ucap Kayla.


"Dia jarang dandan, sekalinya dandan bikin daun yang sudah kering pun menjadi segar kembali," ucap Elvan.


"Gak sekalian saja bikin orang mati jadi hidup lagi," ucap Leon.


. "Kalau dibawa ke kuburan mungkin bisa tapi aku gak mau bawa Kayla ke kuburan, aku maunya bawa dia ke tempat yang romantis," sahut Elvan.


"Tuh kan, Shania mereka sedang gila. Mungkin karena mereka habis salah minum obat," ucap Kayla.


Shania tertawa kecil. "Kamu benar otak mereka sedang oleng."


...****************...


Saat itu Rania sedang berada di kampusnya, tepatnya dia sedang berada di taman kampus itu.


Rania duduk di kursi taman sembari membaca buku, tiba-tiba bayangan wajah Galang muncul begitu saja di pikirannya.


Rania memukul kepalanya perlahan! "Dari mana dia datang? Ganggu saja," gumam Rania.


Rania mencoba menghilangkan bayangan Galang dari pikirannya, namun usahanya gagal. Dia terus melihat bayangan wajah Galang yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


"Astaga, tuh orang ganggu saja deh," gumam Rania lagi.


Rania berjalan menuju suatu tempat! Dalam pikirannya mungkin dia akan melupakan Galang setelah berpindah tempat.


Saat Rania berjalan menuju kantin tiba-tiba dia menabrak seseorang!


Bruk!


Rania dan orang itu sama-sama terjatuh!

__ADS_1


"Aww!"


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja," ucap laki-laki itu.


Laki-laki itu segera berdiri lalu membantu Rania untuk terbangun!


"Nggak-nggak. Saya yang salah," ucap Rania sembari menatap wajah orang itu.


"Galang!" ucap Rania terkejut.


"Hey, Rania."


"Kenapa dia muncul saat aku sedang mengingatnya?" ucap Rania didalam hatinya.


"Kamu kok ada di sini?" tanya Rania.


"Aku, aku mau ikut tanding futsal antar kampus di sini," sahut Galang.


"Kebetulan banget, Rania kuliah di sini," ucap Galang didalam hatinya.


"Oh jadi kamu pesertanya, kamu bergabung dengan tim apa dan dari kampus mana?"


"Galang!"


Baru Galang akan berucap, seseorang memanggilnya.


"Rania, aku pergi dulu ya. Kamu nonton kan?"


Rania tersenyum manis, "iya."


Galang langsung pergi meninggalkan Rania!


Sebenarnya Rania tidak terlalu suka dengan olahraga futsal tapi karena Galang ikut main, hari ini dia akan nonton pertandingan itu.


...****************...


Shania dan Leon sudah siap untuk pulang ke rumahnya.


"Udah selesai?" tanya Leon.


"Udah. Ayo kita pergi," sahut Shania.


Mereka berdua berjalan ke luar dari kamarnya!


"Elvan sama Kayla mana? Kok gak ada," ucap Shania saat mereka sudah berada di parkiran.


"Biarkan saja mereka. Mungkin mereka akan menikmati waktu berdua dulu," ucap Leon.


"Mungkin begitu," sahut Shania.


Mereka berdua masuk ke dalam mobilnya lalu mulai meninggalkan area hotel itu.


Elvan dan Kayla sedang berjalan menuju parkiran, mereka juga akan pulang!


"Kita pulang ke mana?" tanya Elvan.


"Ke rumah lah, masa ke hutan," sahut Kayla.


"Maksud aku, ke rumah orang tua kamu atau ke rumah orang tua aku?"


"Terserah kamu saja, sebagai istri aku ikut saja apa kata kamu."


"Baguslah, kalau gitu kita gak usah pulang, kita langsung pergi bulan madu saja."


"Elvan, kamu gimana sih, masa langsung bulan madu?"


"Iya terus kamu maunya gimana? Aku udah gak sabar."


"Gak sabar, mau ngapain?"


"Mau menakan mu."


"Ternyata suamiku ini ganas juga."


Mereka terus mengobrol hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah orang tuanya Kayla.


"Sampai deh ke rumah," ucap Elvan.


"Rumah orang tuaku."


"Terserah, yang penting rumah kan."


Mereka turun dari mobilnya setelah Elvan menghentikan laju mobilnya!


"Selamat siang, Ma," ucap Elvan setelah masuk ke dalam rumah mertuanya.


"Siang juga. Kalian udah pulang?" tanya Arkhana.


"Udah, Ma. Anak Mama ini minta pulang terus, padahal gak pulang juga gak bakal aku apa-apain," ucap Elvan.


"Orang tadi kamu bilang kamu mau memakan aku," ucap Kayla.


"Kamu gitu saja takut. Giliran berantem sama preman aja gak pernah takut."


Arkhana tersenyum melihat tingkah Elvan dan Kayla.


"Udah-udah, baru kemarin menikah udah ribut saja. Ayo duduk, kalian pasti capek."


Arkhana menyuruh Elvan dan Kayla duduk setelah itu dia berjalan menuju dapur untuk mengambilkan minum untuk mereka berdua!


"Kay, kamarmu yang mana?" tanya Elvan.


"Masih siang, jangan nanyain kamar dulu."


"Hanya bertanya, nggak boleh?"


"Nggak."


Arkhana datang lagi dengan membawa dua gelas air minum di tangannya! Dia meletakkan air minum itu di atas meja.


"Silahkan minum dulu," ucap Arkhana.


"Terimakasih, Ma. Padahal, Mama gak usah repot-repot kalau haus kami bisa ambil sendiri," ucap Elvan.


"Tidak apa-apa lagian gak setiap hari ini kan."


Elvan dan Kayla meminum minuman yang Arkhana buatkan untuk mereka.

__ADS_1


Bersambung


Bersambung


__ADS_2