
"Kecil! Ambilkan Baju kakak di kamar!" Teriak Yudi dari dalam kamar mandi, membuat Ridho bingung.
"Yaudah pak, nanti Mita tanya lagi" ujar Mita segera menuruti perintah Yudi.
"KECIL? Siapa?" Gumam Ridho kebingungan dan berlalu pergi memasuki kamar nya.
Mita masih penasaran dengan jawaban sang Ayah yang belum sempat ia dengar karena Yudi langsung menyuruh mengambilkan Bajunya.
"Baju yang mana harus Mita ambil, baju kakak banyak banget" gumam Mita saat berada di kamar. Mita pun mengambil baju untuk Yudi dengan baju yang ia pilih berwarna putih tidak lupa dengan setelah celananya.
"Ini kak bajunya, yaudah Mita tinggal yah" ucap Mita setelah memberikan baju kepada yudi dengan menyodorkannya lewat atas lubang yang terbuka di kamar mandinya. Baru saja mau melangkah pergi namun Yudi kembali memerintahnya, Mita pun menunggu Yudi dari luar.
"Iya, kamu jangan kemana-mana habis ini harus nyiapin air untuk wudhu saya" ucap Yudi dari balik kamar mandi. Maklum lah tempat wudhunya berada di belakang dekat sumur, jadi kalau mau wudhu harus ke sumur belakang dulu.
Tak butuh menunggu lama Yudi pun segera keluar dari kamar mandi untuk wudhu, Mita yang melihat ke arah Yudi tiba-tiba ia tersenyum membuatnya aneh.
"Kamu kenapa Cil, senyum-senyum gitu" tanya Yudi pada Mita
"Lagian, kakak ganteng-ganteng tapi mandinya gak bersih" jawab Mita meledeknya. Yudi sedikit salah tingkah, dan merasa malu. Karena melihat masih ada busa shampo yang menyangkut di rambutnya.
"Justru orang ganteng jarang mandi, gak mandi pun masih tetap ganteng" gumam Yudi ngeles. Mereka pun pergi untuk mengantarkan Yudi wudhu di dekat sumur belakang.
Saat semua anggota keluarga sudah bersih dan rapi, mereka sama-sama pergi ke Mushola. Rasanya begitu indah mereka saling bercerita saat pulang dari mushola menuju Rumah. Mita sangat sedih, ketika besok dirinya sudah tidak bisa lagi tinggal bersama kedua orang tuanya.
"Tenang saja nak, nanti orang tuamu bisa ke Jakarta kapan-kapan" ucap Hendra saat melihat wajah Mita yang murung. Mita yang tadinya murung menjadi tersenyum.
"Pak, Mita mau nanya" ucap Mita saat sudah sampai Rumah.
"Tadi pagi kok Mita sudah di kamar?" Tanya Mita lagi langsung.
"Oalah itu toh yang kamu tanyakan" sahut Ridho terkekeh.
__ADS_1
"Iya Pak, Mita bingung memikirkan itu. Apa Mita jalan sambil tidur ya?" Tanya Mita dengan lugunya, membuat Hendra dan Ridho tertawa.
"Suami mu yang menggendong kamu, Mita" timpal Ridho membuat Mita tidak menyangka.
"Bapak serius?" ucap Mita kaget membuat Ridho dan ayah mertuanya tersenyum.
"Iya dong Mita, kamu kan sudah punya suami. Masa Bapakmu yang gendong mana kuat bapak gendong anak sebesar kamu" ucap Hendra membuat Meli bingung.
"Memang ada apa ini?" Tanya Meli ingin tahu.
Ridho pun langsung menceritakan tentang kejadian semalam saat dirinya dan Hendra sedang mengenang masa muda dengan memakan jagung bakar bersama. Saat itu juga Mita dan Yudi ikut bergabung, namun tak lama Mita langsung tertidur saat Hendra dengan senangnya bercerita mengenai masa lalu nya. Mita begitu sangat lucu saat matanya terpejam dia masih menginginkan Hendra terus bercerita, bahkan matanya ia tahan untuk tidak tertidur. Tapi akhirnya Mita tertidur di pundak Ayahnya tanpa ia sadari, dan kami suruh aja Yudi untuk Mita ke kamarnya. Atas perintah sang Ayah.
"Lagi Pah, lagi. padahal matanya udah merem" ucap Ridho mencoba meragakan saat Mita mengantuk berat, membuat Meli dan Hendra tertawa. Sedangkan Mita merasa malu.
"Kamu tau Mita, suamimu sangat jarang tersenyum manis. Tapi, tadi malem pas kamu ngigo, wajah mu itu begitu lucu dan menggemaskan. Membuat suami mu tak kuasa menahan senyum nya dan dia pun juga ikut tertawa bersama kami" ucap Hendra semakin membuat Mita tersipu malu.
"Mita emang dari kecil, sering mengigau Hen, apalagi kalau dia demam pasti mengigau panjang lebar" Ucap Ridho terkekeh, Mita hanya terdiam mendengar cerita bapak nya.
Saat Mita ingin masuk, ia ingin memasak untuk sarapan nanti.
"Kamu, jangan GR ya. Yang di bilang Papah tuh salah, bapak yang nyuruh aku gendong kamu semalam bukan keinginan ku" bisik Yudi di telinga Mita. Mita yang mendengar itu hanya terdiam tanpa kata, ia tak tau harus ngomong apa. Padahal Yudi sama sekali tidak keberatan jika harus menggendong Mita namun Ia mengelak karena gengsi untuk mengakuinya.
Hendra yang sedang duduk bersama Hardian langsung merasa heran dengan sikap Yudi.
"Kalian ngapain berdiri di depan pintu begitu?" Tanya Hendra curiga.
Yudi pun langsung sedikit menyingkir agar tidak menghalangi jalannya Mita lagi.
"Engga ko pah, Yudi cuman bilang sesuatu sama istri Yudi" ucap Yudi ikut bergabung dan memilih duduk di sebelah Hendra. Sedangkan Mita hanya tersenyum tanpa kesal sedikitpun dengan ucapan Yudi. Dirinya memilih untuk segera pergi ke dapur membantu sang Ibu menyiapkan sarapan.
"Sekarang aja udah bisa bisik-bisikan?" Timpal Hendra menggoda.
__ADS_1
"Bukan gitu pah, lagian juga gak penting amat kok" ujar Yudi tersenyum.
Tiba-tiba seorang pria datang dengan menggunakan motor nya seraya turun dan menghampiri sang pemilik Rumah yaitu Ridho. wajahnya tersenyum dan langsung bersalaman dengan semuanya, dia mengenakan seragam SMA nya. Dia adalah Aryo teman satu kelasnya Mita yang selalu memgajari mata pelajaran yang Mita tidak mengerti.
"Assalamualaikum" ucap Aryo sopan sembari menyalami.
"Waalaikumsalam" Jawab semuanya tersenyum.
"Eh nak Aryo. Pasti mau ketemu Mita yah" ucap Ridho
Sedangkan Yudi tidak peduli dengan Aryo, namun saat Ridho mengatakan ingin bertemu Mita. Yudi mulai penasaran dengan Aryo.
"Iya pak, boleh kan saya ketemu Mita" tanya Aryo malu.
"Mita! Ada nak Aryo" teriak Ridho mencoba memanggil Mita dari luar rumah. Dan Mita pun keluar untuk menemui Aryo.
"Silakan masuk yo tunggu aja di dalam" ujar Ridho
Aryo pun langsung memasuki rumah dengan mengucapkan salam, Mita yang mendengar salam pun menjawabnya dan langsung menghampirinya. Terkejutnya Mita saat melihat Aryo yang sedang duduk di tikar dan menatap nya.
"Ehh ada bang Aryo" ucap Langsung mendekati Aryo.
"Ada apa bang kesini, tumben" tanya Mita.
"Kamu kok gak bilang sama abang kalau mau pindah sekolah" ucap Aryo langsung pada intinya.
Yudi yang sedang menguping pembicaraan mereka dari luar rumah sehingga tak ketahuan.
"Apaan sih manggilnya pakai abang segala" ucap Yudi dalam benaknya.
"Iya bang maaf soalnya juga mendadak" timpal Mita tak enak.
__ADS_1
"Tunggu abang ya Mit, pasti Abang nyusul ke Jakarta. Abang bakal kuliah disana kalau perlu" ucap Aryo tersenyum.
"Gak perlu kok bang, Mita pasti bakal ke sini lagi kok" ujar Mita.