
Rendy terus berjalan menghampiri Liana dan Satya!
"Pak Rendy, anda disini juga?" ucap Satya.
"Iya, saya mau jemput ... ." (Rendy)
"Pak Rendy mau jemput saya," ucap Liana memotong perkataan Rendy.
"Kalian," Satya menatap Liana lalu menatap Rendy.
"Kami berteman," ucap Liana.
Liana menatap Rendy tajam melarang Rendy mengakui status hubungan mereka.
"Liana," lirih Rendy.
"Kalian saling kenal?" tanya Liana kepada Rendy dan Satya.
"Kami baru memulai kontrak kerja sama kemarin," jelas Rendy.
"Kalian hanya berteman? Pak Rendy anda tidak tertarik pada gadis cantik seperti Liana?" ucap Satya.
"Kamu berlebihan, aku biasa saja seperti gadis-gadis lain," ucap Liana dengan senyum terbaiknya.
Liana sengaja tidak mengakui statusnya sebagai istri dari Rendy karena ia ingin tahu bagaimana reaksi sang suami.
"Pak Satya, saya bicara sebentar sama Liana ya," ucap Rendy pada Satya lalu menarik tangan Liana menjauh dari Satya!
"Liana, kenapa kamu tidak mengakui pernikahan kita?" ucap Rendy setelah menjauh dari Satya.
__ADS_1
"Hubungan kita sudah rusak, mas. Bukan tidak mungkin sebentar lagi kita akan berpisah," ucap Liana.
"Aku gak akan menceraikan kamu," ucap Rendy.
"Kalau gitu jalani hidup kita masing-masing. Terserah kamu mau apa dan aku akan jalani hidupku sesuka hatiku, jangan coba melarang aku dekat dengan Satya," ucap Liana sembari berjalan meninggalkan Rendy ditempat itu.
Liana berjalan menghampiri Satya yang tengah duduk di kursi taman ditempat semula!
Liana terus menebar senyuman kepada Satya.
"Lama ya?" ucap Liana pada Satya.
"Tidak masalah," sahut Satya.
Rendy berjalan menghampiri Satya dan Liana dengan perasaan cemburu!
"Boleh aku gabung bersama kalian?" ucapan Rendy.
"Oh, tentu. Silahkan," ucap Satya dengan senang hati.
Liana hanya diam sebenarnya ia tak bermaksud membalas perbuatan Rendy padanya ucapannya pengakuannya terhadap Satya terucap begitu saja tanpa terpikirkan sebelumnya.
Di tempat lain.
Jenny sedang duduk didepan rumahnya sambil memikirkan bagaimana cara untuk menyingkirkan Liana dari kehidupan Rendy agar ia bisa lebih mudah masuk ke keluarga Rendy untuk menguasai harta keluarga itu.
"Pertama gue harus menyingkirkan si tua menyebalkan itu lalu menyingkirkan Liana setelah itu baru gue paksa Rendy untuk nikahin gue," gumam Jenny.
Jenny masuk kedalam rumahnya! Setelah sepuluh menit Jenny keluar rumah dengan penampilan sudah rapi dengan tas slempang kecil yang selalu ia pakai untuk pergi.
__ADS_1
Jenny menaiki mobil pemberian dari Rendy lalu mulai melajukan kendaraannya!
Jenny ingin pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang.
Setelah setengah jam berkendara Jenny tiba di tempat tujuannya, ia langsung menghentikan laju kendaraannya lalu segera bergegas turun dari mobilnya!
Jenny mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang ia percaya bisa menyingkirkan Elma. Ditempat kumuh itu Jenny sering bertemu dengan preman-preman jalanan yang bisa ia bayar untuk melancarkan kejahatannya.
"Sonny!" Jenny berteriak sambil melambaikan tangannya.
Jenny berjalan menghampiri perkumpulan para preman itu.
Tanpa rasa takut dan malu, Jenny ikut berkumpul dengan preman yang semuanya adalah laki-laki dan hanya dirinya sendiri yang berjenis kelamin perempuan.
"Ada kerjaan buat kalian," ucap Jenny.
"Kerjaan gampang. Duitnya gimana?" ucap Sonny.
"Kalian tenang aja, gue bayar sepuluh juta untuk pekerjaan ini," ucap Jenny.
"Kerjaannya apa? kalau kerjaannya sulit gue gak mau dibayar segitu," ucap Sonny.
"Singkirkan orang tuanya Rendy," ucap Jenny.
"Itu sulit, karena wanita itu selalu dijaga dan dilindungi oleh bodyguard," ucap Sonny lagi.
"Kalau kalian berhasilkah, gue kasih tambahan," ucap Jenny sembari menyodorkan uang sepuluh juta sebagai uang mukanya.
Bersambung.
__ADS_1