
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, Elvan dan yang lainnya tiba di tempat mobil mereka terparkir.
Dengan sigap, Kayla turun dari motornya lalu membukakan pintu mobilnya agar Elvan lebih mudah memasukkan Shania ke dalam mobil.
"Van cepat!" ucap Shila.
Elvan tak berkata, ia segera membawa Shania masuk ke dalam mobilnya.
Setelah itu ia segera masuk ke bangku kemudi!
"Kay, Ma ayo cepat masuk!" ucap Elvan kepada dua wanita yang membersamainya itu.
Elvan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah sakit terdekat.
Shania sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya lemas dan wajahnya terlihat pucat.
"Tante," ucap Kayla sembari menatap Shila.
Shila menatap Kayla lalu menatap Shania yang sudah menutup matanya.
Tanpa kata Shila memeriksa denyut nadi Shania!
"Shania semakin melemah. Van bisa cepat sedikit?" ucap Shila.
"Ambil posisi sebaik mungkin, aku akan menambah kecepatan sampai batas maksimal. Tolong jaga Shania dengan baik."
Elvan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal! Sebisa mungkin ia harus tiba di rumah sakit secepatnya.
Setelah berkendara hampir sepuluh menit Elvan melihat ada sebuah klinik di daerah yang ia lewati.
"Klinik. Kita bawa Shania ke klinik saja dulu," ucap Elvan.
"Ya udah, cepat Van."
Kayla berucap dengan penuh kekhawatiran.
Elvan segera memarkirkan mobilnya di depan klinik itu lalu segera memangku tubuh Shania untuk segera di bawa ke dalam klinik itu!
"Dokter! Dokter!" teriak Elvan.
Seorang dokter keluar dari salah satu ruangan yang ada di tempat itu!
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" ucap Dokter itu.
"Dokter tolong, anak saya!" ucap Shila.
Dokter itu dengan sigap mengarahkan Elvan untuk membaringkan pasien di atas hospital bad lalu segera memeriksa kondisi Shania yang sudah tak berdaya.
Elvan, Shila dan Kayla membiarkan dokter itu melakukan pekerjaannya, mereka menunggu dokter itu di ruang tunggu.
__ADS_1
Setelah beberapa menit dokter itu keluar dari ruang tempat Shania diperiksa.
Elvan berjalan mendekati dokter itu!
"Dokter, bagaimana keadaannya?"
"Pasien sangat lemah. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk pasien. Setelah pasien mendapatkan sedikit tenaga ada baiknya kalian membawa pasien ke rumah sakit, agar bisa mendapatkan pertolongan yang lebih baik lagi," ucap Dokter itu.
"Apa kondisinya sangat mengkhawatirkan, dok?" tanya Kayla. "Dia sedang hamil," sambungnya lagi.
"Tidak terlalu mengkhawatirkan, kalian membawanya ke sini tepat waktu. Pasien selamat hanya saja peralatan kami tidak lengkap seperti rumah sakit besar di kota, jadi saya sarankan pasien dibawa ke rumah sakit besar untuk mendapatkan perawatan yang maksimal."
Setelah merasa selesai dengan pembicaraannya dokter itu segera pergi meninggalkan mereka dan membiarkan mereka menemui Shania di ruang pemeriksaan!
Shila masuk ke ruangan itu lebih dahulu, ia melihat Shania yang terbaring di atas hospital bad dengan selang infus di tangannya.
Perlahan Shila melangkahkan kakinya mendekat Shania!
"Semoga kamu baik-baik saja," ucap Shila.
"Aku akan mengabari, Papa Rendy," ucap Elvan.
"Jangan beritahu keadaan Shania yang sebenarnya," ucap Kayla.
"Kenapa?" tanya Elvan sembari menatap Kayla.
"Nanti mereka khawatir dan pastinya Leon akan kepikiran tentang Shania, kasihan Leon juga sedang sakit kan," jelas Kayla.
Elvan langsung menelpon Rendy untuk mengabarkan bahwa mereka sudah berhasil menyelamatkan Shania.
...****************...
Jacky berusaha menelpon preman yang ia bayar untuk menculik dan menyekap Shania namun sudah beberapa kali menelponnya, tidak ada respon juga dari preman itu.
"Kemana dia, kenapa tidak mengangkat teleponku?" gumam Jacky.
"Siapa? Siapa yang tidak mengangkat telepon dari Kakak?" tanya Biani yang mendengar Jacky berbicara sendiri.
Jacky melihat ke belakang, ia melihat Biani yang sedang berjalan menghampirinya.
"Bi, sejak kapan kamu di situ?" ucap Jacky.
"Baru saja. Kakak belum jawab pertanyaan aku."
"Teman. Teman Kakak tidak menerima telpon dari Kakak padahal sudah berkali-kali ditelpon."
"Laki-laki atau perempuan?"
"Kepo."
__ADS_1
"Kalau dia perempuan mungkin sudah di ambil laki-laki lain karena Kakak belum juga nembak dia, kalau dia laki-laki mungkin saja dia sedang jalan sama pacarnya."
"Sok tahu."
Kakak beradik itu memang sangat dekat, karena mereka menganggap hubungan mereka bukan hanya adik dan Kakak saja tapi mereka juga menganggap mereka sebagai sahabat.
...****************...
"Van, sambil nunggu Shania, anterin aku ke tempat tadi," ucap Kayla.
Elvan menatap Kayla dengan tatapan aneh.
"Ini udah mau malam, kamu yakin?"
"Yakin, kenapa tidak. Lagi pula, aku lebih senang bekerja dimalam hari."
"Kamu mau ngapain, Kay?"
"Mau ngurus mereka. Mereka akan jadi tawanan ku selama aku belum menemukan siapa yang berada dibalik semua ini dan sebelum aku tahu apa motif mereka melakukan ini pada Shania," jelas Kayla.
"Baiklah, tugas Tante selesai sampai di sini. Tante serahkan semuanya sama kamu lagi."
"Nanti kamu pulangnya gimana?" ucap Elvan.
"Pulang? Misi ku belum selesai, aku belum memikirkan bagaimana cara aku pulang."
Elvan masih duduk di tempat semula tanpa kata dan pergerakan.
"Van, ayo!"
"Ma?" Elvan menatap Mamanya.
Shila mengangguk pelan seolah tahu apa yang ada dalam pikiran putranya itu.
Elvan bangkit dari duduknya lalu menggenggam tangan Kayla dan mulai melangkah keluar dari tempat itu!
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca. Jangan lupa mampir ya, ceritanya pasti seru abis.
Judul: Tautan Takdir
Karya: Azellea Rensima
Sinopsis :
Namanya Sassya Bellvara. Di masa lalunya ia hidup layaknya seorang putri yang bisa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Namun karena penghinatannya dan ibunya pada keluarga William di masa lalunya membuat kehidupan serba mewah yang dulu mudah ia dapatkan,kini tidak lagi ia rasakan.
__ADS_1
Kondisi perekonomian mereka kian sulit,sampai dimana Sassya kembali terlibat masalah dengan seorang pengusaha bernama Sky Aska Ghatama. permasalahan mereka membuat Sassya terjebak dalam pernikahan kontrak.
Bagaimanakah kehidupan Sassya setelah dinikahi oleh Aska? Akankah pernikahan mereka yang di dasari kepentingan masing-masing membuahkan hasil? Ataukah mungkin pernikahan mereka akan berakhir dengan perceraian setelah kontrak mereka selesai?