
Liana baru bangun dari tidurnya, ia membuka matanya perlahan dan langsung nampak wajah sang suami yang tengah menatapnya dengan senyum manisnya.
Liana tersenyum lalu mendorong pelan pipi sang suami agar tak terlalu dekat dengannya!
"Ngeliatin_nya jangan dekat-dekat."
Liana membalikkan tubuhnya! kini ia membelakangi Rendy.
"Kalau dekat, emang kenapa?" Rendy memeluk Liana dari belakang.
"Kamu gak ke kantor?" Liana menggeliat merasa geli karena tangan Rendy mulai tak bisa diam.
"Hari ini masih libur. Udah lama kita gak ...."
"Aku kebelet." Liana segera bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi sebelum Rendy melanjutkan kata-katanya.
Rendy menatap Liana yang berjalan tergesa-gesa memasuki kamar mandi! Sebuah senyuman terukir dibibirnya.
"Kau mencoba menghindar," gumam Rendy.
Lima menit, Liana belum keluar dari kamar mandi. Rendy masih setia menunggu di tempat tidur sambil sesekali melirik jam didinding.
Setelah sepuluh menit, Rendy mulai bosan menunggu hingga akhirnya ia keluar dari kamar itu!
Di dalam kamar mandi.
Liana berdiri dibalik pintu sambil sesekali mengintip dari lubang kunci.
"Sepertinya, Mas Rendy udah keluar dari kamar," ucap Liana didalam hatinya.
__ADS_1
Cklek!
Liana membuka pintu kamar mandi dengan perlahan! Liana menyembulkan kepalanya sedikit, memastikan bahwa suaminya memang tidak ada didalam kamarnya.
"Syukurlah." Liana mengusap dadanya!
"Masa pagi-pagi mau ... ."
Liana memukul kepalanya sendiri. "Aduh Liana, bisa-bisanya lo berpikir kearah sana," gumamnya.
Liana melirik jam didinding menunjukkan masih pukul 05:35 wib.
Liana menguap lalu berbaring ditempat tidurnya!
"Masih pagi. Mending aku tidur lagi," ucap Liana.
Karena semalam, Liana kurang tidur. Ia merasa lemas dipagi harinya, kebetulan hari ini Rendy masih libur ke kantor jadi ia bisa bangun lebih siang karena tidak harus mengurus kebutuhan sang suami dipagi hari sebelum berangkat ke kantor.
"Kamu nginap di rumah aku aja," ucap Ken kepada Shila.
"Nginap? sekarang udah pagi Pak. Udah jam enam tiga puluh," sahut Shila.
"Eh iya, ya. Ah sama aja, intinya kamu tidur di rumah aku," ucap Ken.
"Saya pulang aja." Shila keluar dari mobil Ken.
"Pagi Den, Pagi Non," sapa Bik Onah kepada Ken dan Shila.
"Pagi," ucap Shila dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
Bik Onah segera melanjutkan menyapu halaman rumah milik Ken!
"Saya pinjam motor ya," ucap Shila setelah Bik Onah pergi.
"Kamu tidur di sini aja. Nanti sore kita ke rumah Mama bersama," ucap Ken sembari menarik tangan Shila membawanya ke dalam rumahnya!
"Tapi, saya ... ."
Ken berbalik badan, menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba hingga Shila menabrak dada bidang Kendra.
Shila terdiam tanpa kata debar jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Plis jantung, berdetak biasa saja ya." ucap Shila didalam hatinya.
Karena Shila masih terdiam pada posisinya tanpa kata dan pergerakan, Ken memeluk Shila dengan sebelah tangannya!
Ken meraih tangan Shila lalu menempelkan telapak tangan Shila di dadanya!
"Nyaman disini?" ucap Ken.
Shila gelagapan, bibirnya terasa kaku hingga ia kesulitan berucap.
"P_pak. L_lepasin saya," ucap Shila terbata-bata.
"Sebentar lagi kita akan menikah. Kenapa masih manggil 'Pak' hmm?" ucap Ken masih dengan posisi semula.
Ken menatap lekat wajah Shila. Melihat Shila gugup, Ken malah semakin mengeratkan pelukannya!
Dengan tatapan dan senyum nakalnya, Ken terus mengeratkan pelukannya, sebelah tangannya meremas jari tangan Shila hingga membuat Shila semakin gugup dibuatnya.
__ADS_1
Bersambung.