Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 56


__ADS_3

Pagi telah tiba matahari mulai menampakan sinarnya.


Rendy masih asyik tidur dalam pelukan istrinya.


"Mas," ucap Liana.


"Hmm," (Rendy)


"Lepasin aku. Aku mau mandi," ucap Liana.


"Nanti dulu aku masih ngantuk," sahut Rendy dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Ngantuk. Tidur aja sendiri, ngapain meluk-meluk aku." Liana menggerutu didalam hatinya.


"Jangan ngedumel. Tuh kan cantiknya ilang," ucap Rendy yang baru membuka matanya.


"Siapa yang ngedumel?" ucap Liana.


"Kamu lah, masa aku." Rendy mengeratkan pelukannya.


"Itu tahu kalau aku lagi kesel. Ngapain masih meluk aku juga?" ucap Liana didalam hatinya.


Rendy melepaskan pelukannya!


"Mandi gih! hari ini kita mau jalan-jalan," ucap Rendy.


"Dari tadi kek," ucap Liana sembari beranjak dari pelukan Rendy!


Rendy tersenyum melihat gaya berjalan sang istri yang terlihat aneh.


"Pasti sisa semalam," ucap Rendy lirih.


Setelah dua puluh menit akhirnya Liana selesai dengan urusan mandinya. Liana berjalan menuju lemari pakaiannya!


"Mas, mandi sana! katanya kita mau jalan-jalan," ucapan Liana saat melihat sang suami masih berbaring di tempat tidur.


"Siap tuan putri." Rendy segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Di kediaman Kendra.


Saat ini jam menunjukkan baru pukul dekapan pagi tapi Ken sudah rapi dan sudah siap untuk menjemput Shila ke rumah mamanya.


Ken berjalan menuju garasi mobilnya ia siap meluncur menjemput Shila.


"Den, gak sarapan dulu?" ucap Bik Markonah (asisten rumah tangga di rumah Ken)


"Nggak, Bik. Aku mau sarapan diluar," ucap Ken sembari terus melangkahkan kakinya.


"Tapi Bibik udah masak, Den." Bik Onah mengekor dibelakang Ken.


Ken tersenyum kepada Bik Onah, "Bibik makan saja bersama yang lain juga ya," ucap Ken.


"Walah. Baik kalau begitu, Den." Bik Onah membiarkan tuan mudanya pergi.


Ken melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Hanya butuh waktu lima belas menit Ken sudah tiba di rumah mamanya.


Tanpa menunggu lama Ken langsung masuk ke rumah mamanya, ia mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok mamanya.


"Assalamu'alaikum!" (Ken)


Ken terus berjalan memasuki rumah mamanya tanpa menunggu adanya yang menjawab salamnya.


"Gak ada yang jawab salamku nih?" ucap Ken setelah ia tiba di ruang makan.


"Sayang, kamu udah dateng?" ucap Elma.

__ADS_1


"Iya, Mam. Aku dateng lebih awal, karena aku mau numpang sarapan disini," ucap Ken.


"Yaudah, ayo makan bareng," ucap Elma yang memang sedang sarapan.


Di kamar Shila.


Shila sedang duduk didepan meja riasnya, memoles pipinya dengan sedikit bedak dan memberi sedikit warna pada bibirnya.


Shila memang tak terlalu suka berdandan menurutnya duduk didepan meja rias dengan waktu yang lama adalah hal yang membosankan.


Setelah merasa sudah terlihat oke Shila segera keluar kamar untuk mencari sarapan.


Shila berjalan menuju ruang makan dan ternyata sudah ada Ken disana. Shila berjalan menghampiri Ken dan Elma yang kelihatannya sudah selesai sarapan.


"Shil, sarapan," ucap Elma.


Ken menoleh kebelakang dan langsung melihat Shila yang tengah berjalan menghampirinya.


"Tuan muda sudah datang?" ucap Shila.


"Kamu udah siap?" bukan menjawab pertanyaan Shila, Ken malah bertanya balik kepadanya.


"Saya belum sarapan," sahut Shila.


"Sarapan dulu Shil," ucapan Elma dengan senyum manisnya.


Shila membalas senyuman Elma lalu ia duduk di kursi yang berada didepan Kendra! Shila langsung memakan makanan yang ada diatas meja.


Setelah selesai sarapan Ken dan Shila segera berpamitan kepada Elma.


"Mam, pinjam Shila nya ya," ucapan Ken.


"Iya, sayang. Ingat jangan nakal sama perempuan ya," ucap Elma kepada putra keduanya itu.


"Tenang aja, Mam. Shila adalah perempuan tangguh kalau aku macam-macam nanti yang ada aku babak belur dihajarnya," ucap Ken dengan tawa kecilnya.


"Bisa aja kamu." (Elma)


"Iya, hati-hati ya," sahut Elma.


Ken dan Shila bergegas pergi meninggalkan kediaman Elma.


"Aku pergi sebentar. Nitip Ibu ya, jaga dia baik-baik kalau ada apa-apa cepat hubungi saya," ucap Shila kepada salah satu bodyguard Elma.


"Baik, Nona," sahutnya singkat.


Ken melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang!


"Kita mau kemana?" ucap Shila.


"Nanti juga kamu tahu," sahut Ken sembari terus fokus berkendara.


Shila tak berbicara lagi, ia terdiam memperhatikan jalanan yang mereka lewati.


Setelah dua puluh lima menit Ken menghentikan laju mobilnya.


"Ayo turun," ucap Ken.


"Disini?" ucap Shila yang kebingungan karena Ken mengajaknya ke tempat yang menurutnya aneh.


"Iya." (Ken)


Shila menuruti permintaan Ken, ia turun dari mobil dan mulai melangkahkan kakinya.


"Anda sering ketempat ini?" ucap Shila sembari terus mengedarkan pandangannya kesemua arah.


"Tidak. Hanya saat ingin menenangkan hati saja," sahut Ken sembari duduk ditepi danau.

__ADS_1


Shila duduk di samping Ken! "mau membicarakan apa, apakah ada hal penting, sehingga anda mengajak saya pergi ketempat sepi seperti ini?" ucap Shila.


"Kamu bisa membantu saya?" ucap Ken.


"Membantu apa?" (Shila)


"Mengawasi kakak saya. Akhir-akhir ini dia terlihat aneh seperti ada sesuatu yang disembunyikan," jelas Ken.


"Maaf, saya tidak bisa," ucap Shila.


"Kenapa?" (Ken)


"Karena mencari tahu tentang seseorang memerlukan waktu full. Karena saya sudah terikat kontrak dengan mama anda, jadi saya gak bisa meninggalkan pekerjaan saya," jelas Shila.


"Kamu bisa minta cuti selama beberapa hari untuk membantu saya," ucap Ken.


"Maaf, Pak. Saya tidak bisa," ucap Shila.


Ken menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan.


"Yasudah, saya tidak bisa memaksamu," ucap Ken.


"Terimakasih, sudah menghargai keputusan saya," ucap Shila.


"Tidak masalah. O,ya Shil tentang ucapan Mama, jangan dianggap serius ya," ucap Ken kepada Shila.


Shila hanya menanggapi ucapan Ken dengan senyumannya.


Di rumah Rendy.


Rendy dan Liana sudah siap untuk pergi menghabiskan waktu bersama.


"Kita mau kemana?" tanya Liana karena sang suami tak memberitahunya kemana mereka akan pergi.


"Nanti juga tahu sendiri," sahut Rendy.


Liana hanya menganggukan kepalanya.


"Ayo kita berangkat, tuan putri," ucap Rendy setelah membukakan pintu mobilnya untuk sang istri.


Liana tersenyum, "Lebai."


Rendy hanya tertawa kecil mendengar ucapan sang istri.


Rendy melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Selama diperjalanan tak ada pembicaraan diantara Rendy dan Liana keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Saat Rendy sedang fokus berkendara tiba-tiba bayangan Jenny melintas dipikirkannya.


"Maafkan aku," ucap Rendy pada Liana.


"Maaf untuk apa?" tanya Liana karena menurutnya Rendy tidak melakukan kesalahan.


"Untuk semuanya," ucap Rendy sembari menatap sang istri sekilas.


Liana yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba suaminya meminta maaf, hanya tersenyum tipis.


"Maaf karena aku belum bisa melupakan Jenny," ucap Rendy didalam hatinya.


Tak lama Rendy menepikan mobilnya didepan sebuah mall.


"Mall?" (Liana)


"Ya, ada masalah?" ucap Rendy.


"Tidak. Hanya saja untuk apa kita kesini?" ucap Liana.

__ADS_1


"Shoping," ucap Rendy singkat.


Bersambung.


__ADS_2