
"Aku harus apa? Aku memang lelah, mau nolak tapi tubuhku menikmatinya. Lagian ngapain harus nanya segala, gak tahu apa kalau aku juga menunggu hal ini," gerutu Shila didalam hatinya.
Ken memainkan bibir Shila dengan ibu jarinya sembari menatap netra sang istri.
"Aku ngantuk," ucap Shila.
"Tidurlah, aku tahu kamu pasti lelah karena aku juga sangat lelah. Kita akan melakukannya besok, jangan harap aku akan mengampuni dirimu," ucap Ken dengan senyum yang sulit diartikan.
"Terserah, aku gak takut lagipula aku bisa melawan," sahut Shila sembari menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya terkecuali kepala.
Ken membiarkan Shila tertidur, sedangkan ia baru memejamkan matanya setelah memastikan bahwa Shila memang benar-benar tidur.
"Selamat malam, istriku!" Ken mencium kening Shila dengan lembut lalu ia segera menyusul Shila ke alam mimpi.
Di kamar Rendy dan Liana.
Liana belum bisa tidur, entah kenapa dirinya merasa gelisah.
"Kenapa?" ucap Rendy yang melihat sang istri kegelisahan.
"Aku gak bisa tidur, Mas," ucap Liana.
Rendy memeluk Liana dengan penuh cinta! "Tidurlah, sekarang sudah malam," ucap Rendy lalu mengecup pucuk kepala Liana.
"Pinggangku sakit," lirih Liana.
__ADS_1
Tanpa berkata, Rendy mengusap-usap pinggang Liana agar rasa sakitnya sedikit berkurang dan Liana bisa lebih nyaman dalam tidurnya.
Liana menyusupkan wajahnya ke dada bidang milik sang suami, ia menemukan kenyamanan di sana dan akhirnya ia tertidur.
Rendy terus mengusap-usap pinggang Liana hingga makin lama makin melambat dan akhirnya tanpa disadari Rendy ikut tertidur.
*** *** ***
"Ana, kenapa kamu marah?" ucap Sam yang merasa tidak bersalah.
"Aku kesal sama kamu, Bang. Kenapa tadi kamu bilang gitu didepan umum? aku jadi malu tahu," ucap Arkhana.
"Ngapain malu? mereka semua sudah seperti saudaraku. Mereka tidak pernah menganggap aku sebagai bodyguard mereka, mereka selalu menyamaratakan semua orang dalam pandangannya," jelas Sam.
"Itu harus. Kalau mereka gak tahu, bisa aja rekan seprofesi aku menyukai kamu kan," ucap Sam.
"Sudah malam, apa kalian mau terus pacaran?" ucap Arkhan yang tiba-tiba muncul di belakang Sam.
"Aku antar pulang ya," ucap Sam kepada Arkhana.
"Gak perlu, aku pulang sama Kak Arkhan aja," sahut Arkhana.
"Ana, ayo pulang!" Arkhan segera menyalakan mesin kendaraannya.
"Calon adik ipar, gue sita dulu ya cewek lo," ucap Arkhan kepada Sam.
__ADS_1
Sam tertawa kecil, ternyata calon kakak iparnya suka bercanda juga.
"Hati-hati ya. Tolong jaga bidadari cintaku," sahut Sam.
"Lebai lo, ah." Arkhan segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, meninggalkan Sam didepan gedung itu.
"Lo serius sama Sam?" tanya Arkhan kepada adiknya sambil terus mengemudikan motornya.
"Serius. Kenapa? Kakak gak setuju?" sahut Ana yang sedang duduk dibelakang Arkhan.
"Kakak setuju-setuju aja, selama kamu bahagia dan orang pilihanmu adalah orang baik-baik," ucap Arkhan lagi.
"Saat ini aku bahagia dan menurutku Sam adalah orang baik," sahut Arkhana.
"Semoga saja. Awas aja kalau Sam bikin kamu nangis," ucap Arkhan sembari mengusap punggung tangan adiknya yang berpegangan pada perutnya.
"Kapan, Kakak nikah? Cepat cari cewek biar bisa nikah barengan," ucap Arkhana.
Arkhan tak lantas menjawab pertanyaan dari adiknya itu.
Arkhan terus fokus berkendara seolah tak ada pertanyaan yang harus ia jawab.
"Kakak! Kakak dengar aku kan?" ucap Arkhana sembari menggoyangkan pundak Arkhan!
Bersambung
__ADS_1