Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Tiba-tiba Menikah 2 Bab 102


__ADS_3

Saat Rio sedang memeluk Biani dengan disaksikan oleh Galang dan Rania dan tentunya beberapa karyawan di kafe itu tiba-tiba ponsel Biani berdering tanda adanya telpon masuk.


Biani langsung melepaskan dirinya dari pelukan Rio lalu melihat dari siapakah telpon yang masuk ke ponselnya!


"Mama," gumam Biani.


"Angkat saja," ucap Rio.


Biani tersenyum tipis lalu izin untuk menerima telpon dari Mamanya itu.


"Aku terima telpon dulu ya!"


Biani berjalan sedikit menjauh dari mereka karena takut suaranya mengganggu mereka!


📞 "Halo, Ma," ucap Biani setelah menerima telpon dari Mamanya.


📞 "Biani, Polisi menelpon Mama dan meminta agar kita datang ke kantor polisi," sahut Jenny dari sabang telpon.


📞 "Apa! Kenapa Ma, Apa terjadi sesuatu pada kakak?"


📞 "Tidak tahu, mereka tidak mengatakan apa-apa mereka hanya meminta kita untuk segera datang ke sana."


📞 "Baiklah, Ma aku akan minta izin untuk pulang. Mama tunggu di rumah, nanti kita ke sana bersama."


Tanpa menunggu jawaban dari Mamanya, Biani langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.


Biani langsung berjalan cepat menghampiri Rio dan yang lainnya!


"Rio, boleh aku izin untuk pulang?" tanya Biani.


"Pulang? Kenapa? Sekarang masih jam kerja," sahut Rio.


"Aku tahu tapi aku harus pulang karena aku harus ke kantor polisi."


"Ke kantor polisi? Mau apa, apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Tidak tahu, kata Mama, Polisi menelponnya dan meminta aku dan Mama untuk segera ke kantor polisi. Mereka tidak mengatakan apa-apa tapi aku yakin ini berhubungan dengan kakakku aku takut terjadi apa-apa terhadap kakakku."


"Ya sudah, ayo aku antar kamu ke sana ya."


"Tapi kerjaan mu?"


"Sudahlah, jangan pikirkan itu."


"Galang, Rania kami berdua pergi dulu ya," ucap Rio pada adiknya dan juga Rania.


"Iya Kak, hati-hati ya," sahut Galang.


Tanpa pamit kepada teman-temannya, Biani langsung pergi begitu saja meninggalkan area kafe itu!


"Masuklah!" ucap Rio setelah membukakan pintu mobilnya untuk Biani.


Biani masuk ke dalam mobil milik sang kekasih.


Galang dan Rania menatap kepergian Rio dan Biani.


"Mereka memang pasangan yang serasi," gumam Rania.


"Iya, ternyata mereka adalah pasangan yang serasi. Aku gak tahu kenapa aku bisa mencintai gadis yang usianya lebih tua dari aku," ucap Galang.


Rania menatap wajah Galang yang sedang menatap jalanan yang baru dilalui oleh kakaknya.


"Apa sekarang kamu masih mencintai dirinya?"


Galang menatap Rania yang sedang menatapnya, sebuah senyuman tipis terukir di bibir Galang.

__ADS_1


"Tidak, karena sekarang sudah ada kamu yang mengisi ruang hatiku."


"Kalau aku gak mau mengisi ruang hatimu?"


"Harus mau karena gara-gara kamu aku jadi gak bisa tidur dan sering gelisah tak menentu."


"Kenapa kamu jadi nyalahin aku? Aku kan gak tahu apa-apa."


...****************...


Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, mobil yang dikendarai oleh Rio itu tiba di depan rumah Biani.


"Kamu tunggu di sini saja, aku hanya ingin memanggil Mama saja. Aku yakin Mama sudah bersiap-siap," ucap Biani kepada Rio.


Tanpa menunggu Rio menjawab perkataannya, Biani segera turun dari mobil kekasihnya itu!


"Ma! Mana udah beres belum?" ucap Biani dengan menaikkan nada bicaranya.


Biani terus berjalan memasuki rumahnya untuk mencari keberadaan Mamanya!


"Biani, kamu sudah datang?" ucap Jenny.


Saat itu Jenny sudah siap untuk pergi, dia sudah berpakaian rapi dan sudah menyandang tas kecilnya.


"Mama sudah siap?" tanya Biani.


"Sudah. Ayo cepat kita berangkat!"


"Ayo, Ma. Kita akan diantar oleh Rio."


"Kamu ngajak Rio?"


"Tidak, dia yang menawarkan diri untuk mengantar kita ke kantor polisi."


"Ya sudah, ayo kita pergi!"


"Selamat siang tante," ucap Rio yang sedang duduk di bangku kemudi.


Jenny tersenyum ramah kepada Rio. "Siang juga, Nak. Maaf ya kami sudah merepotkan kamu."


"Tidak tante, tidak sama sekali," sahut Rio.


Setelah Jenny dan Biani masuk ke dalam mobilnya, perlahan Rio mulai melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan, raut wajah yang dipenuhi kekhawatiran terlihat dengan jelas di wajah Jenny.


"Ma, jangan tegang seperti itu. Mama harus tenang karena aku tidak ingin Mama kenapa-kenapa," ucap Biani.


"Mama gak bisa tenang Biani, sebelum tahu apa yang akan polisi itu sampaikan pada kita, Mama khawatir Leon dan Shania akan memberikan hukum berat untuk kakakmu."


"Ma, Shania tidak seperti itu. Aku yakin dia masih memiliki maaf untuk kak Jacky."


Jenny tak berucap lagi telapak tangannya ia satukan dan ia remas satu sama lain.


Betapa Jenny sedang dilanda kegelisahan saat itu.


Tak lama mereka sampai di depan kantor polisi, Rio segera memarkirkan mobilnya dan mereka semua langsung keluar dari mobil secara bersamaan!


Jenny berdiri sejenak sambil menatap kantor polisi dia menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Dia mengumpulkan kekuatan untuk menerima segala kemungkinan terburuk tentang putranya.


Biani meraih tangan Jenny lalu menggandengnya!


"Apapun yang terjadi, kita hadapi semua bersama-sama. Mama jangan sedih, aku akan selalu ada di samping Mama," ucap Biani.


Biani dan Jenny mulai berjalan memasuki kantor polisi itu! Sedangkan Rio masih berdiri di depan mobilnya sambil menatap Jenny dan Biani.

__ADS_1


"Apa pun yang terjadi, semoga ini yang terbaik untuk kalian. Aku yakin Leon tidak sekejam yang kalian pikirkan," gumam Rio.


Rio segera berjalan dengan langkah cepat untuk menyusul Biani dan Jenny!


Di dalam kantor polisi itu sudah ada Leon dan Shania di samping mereka ada seseorang polisi dan juga Kayla.


Dengan langkah tertatih Jenny terus menghampiri mereka!


"Akhirnya kalian tiba juga," ucap polisi itu.


"Pak, untuk apa kalian memanggil kami ke sini?" tanya Biani tampa basa-basi.


Jenny hanya diam tanpa kata, lidahnya terasa kaku sehingga dia sulit berucap.


Seorang polisi lain datang dengan membawa Jacky!


Jacky yang tangannya masih dipegangi oleh polisi itu terlihat menangis. Hal itu membuat Jenny semakin ketakutan.


'Apakah mereka akan memberikan hukum yang berat kepada Jacky' batin Jenny.


Biani mengusap punggung Jenny berharap Mamanya itu bisa sedikit lebih tenang!


"Kami meminta Anda datang ke sini untuk menjemput saudara Jacky," ucap salah satu polisi laki-laki.


"Apa!" Jenny terkejut mendengar perkataan polisi itu.


"Leon dan Shania mencabut laporan mereka tentang kasus yang dilakukan oleh Jacky jadi hari ini Jacky bisa pulang," jelas Kayla.


Jenny dan Biani menangis, mereka tak kuasa menahan air mata kebahagiaannya.


"Terimakasih, Leon, terimakasih Shania."


Jenny bertekuk lutut di hadapan Leon dan berniat mencium kaki Leon tapi sebelum itu terjadi Shania menghentikan perlakuan Jenny.


Shania menegang kedua lengan Jenny lalu mengajaknya untuk berdiri!


"Jangan lakukan itu, tante," ucap Shania.


"Terimakasih, kalian sudah sangat baik kepada kami. Saya janji saya akan selalu mengawasi Jacky agar tidak mengganggu kalian lagi," ucap Jenny.


"Kami sudah memaafkan Jacky dan kami harap dia tidak akan melakukan hal yang sama lagi. Bukan hanya kepada kami tapi kepada orang lain juga," ucap Leon.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Leon. Aku akan memperbaiki diriku," ucap Jacky.


Biani tersenyum bahagia, dengan air mata yang masih membasahi pipinya, dia memeluk Jacky dan Jenny secara bersamaan!


"Kalian tahu, hari ini Tuhan memberikan aku banyak kebahagiaan, aku tidak akan berbuat salah lagi aku akan terus memperbaiki diriku," ucap Biani.


Leon memeluk Shania dengan penuh kasih sayang! Melihat Keluarga Biani bahagia, Leon juga ikut Bahagia.


Tamat.


Akhirnya kisah mereka selesai dengan bahagia.


Seburuk apapun manusia pasti akan mendapatkan kesempatan ke dua untuk memperbaiki diri.


Dan sebenci apapun seseorang terhadap kaumnya, pasti suatu saat akan membuka maaf untuk orang yang berbuat salah padanya.


Teman-teman terimakasih sudah mendukung karya ini dari awal sampai akhir.


Tanpa kalian saya tidak mungkin bisa menyelesaikan cerita ini kalian adalah penyemangat saya untuk terus berkarya.


Jangan lupa dukung terus karya saya yang lainnya.


Jika ada salah dalam bahasa dan cara penulisan, mohon maafkan saya. Saya hanya manusia biasa yang pastinya bisa melakukan kesalahan.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua dan semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam kebahagiaan yang di ridhoi oleh Tuhan kita semua.


__ADS_2