
Sudah hampir setengah hari Liana berada di rumah orang tuanya.
Saat itu waktu menunjukkan pukul 15:22 wib.
"Bu, aku boleh pakai motorku gak?" ucap Liana pada ibunya.
Ratih yang sedang menonton televisi menatap Liana dengan tatapan aneh.
"Mau kemana?" tanyanya.
"Mau pulang. Udah sore nih Ayah belum pulang juga mungkin lain kali aku nginep disini biar bisa ketemu Ayah," jelas Liana.
"Pulang?" ucap Ratih mengulang ucapan Liana, "bawa motor sendiri? nggak boleh, bahaya, Nak," sambung Ratih lagi.
"Bu, aku kangen sama motorku. Boleh ya, sekali ini aja," ucap Liana memelas.
Karena Ratih tahu putrinya keras kepala, akhirnya ia mengizinkan putrinya pulang dengan mengendarai sepeda motornya.
Liana memeluk dan mencium sang ibu!
"Terimakasih, Ibu. Muach! muach!" ucap Liana sembari mencium sang ibu beberapa kali.
Liana berjalan menghampiri motornya yang lama tidak ia kendarai!
"Sayang, kita bertemu lagi," ucap Liana sembari mengelus bodi motornya.
Liana mulai memanaskan mesin motor yang sudah lama tidak digunakan itu.
"Ah, masih menyala ternyata," gumam Liana.
"Sudah lama Ibu tidak melihat kebahagiaan seperti ini di wajahmu, Nak," ucap Ratih dengan senyum bahagia.
__ADS_1
Liana menatap sang ibu lalu membalas senyuman sang ibu.
"Itu karena sekarang tidak tinggal bareng," ucap Liana.
"Semoga kebahagiaan itu terus menghiasi hidupmu, Nak," ucap Ratih penuh harap.
"Amin. Ibu do'a kan saja yang baik-baik untukku," ucap Liana dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.
"Bu, aku pamit ya," ucap Liana lalu mencium punggung tangan sang ibu.
"Hati-hati ya, sayang." ucap Ratih sembari menatap sang putri.
Liana mulai melajukan sepeda motornya meninggalkan kediaman orang tuanya!
Setelah seperempat jam Liana berkendara, ia melihat ada seseorang yang sedang dipukuli oleh tiga orang pria. Karena mobil mereka menghalangi terparkir ditengah jalan dan menghalangi jalan Liana akhirnya Liana menghentikan laju motornya.
"Hei hentikan!" ucap Liana dengan nada tinggi.
"Jangan ikut campur urusan kami," ucap salah satu laki-laki itu.
"Saya tidak ingin ikut campur urusan anda tapi lihatlah mobil kalian menghalangi jalanku," ucap Liana.
"Tolong," lirih laki-laki yang tengah tergeletak di aspal.
Liana menatap laki-laki yang kira-kira seusia Rendy itu.
"Beraninya kalian main keroyokan," ucap Liana dengan tatapan tajam.
"Dia bisa membahayakan kita," ucap salah satu dari laki-laki itu.
"Kita habisi saja dia juga," sahut orang yang satunya lagi.
__ADS_1
"Tolong! tolong!" teriak Liana sekeras suara yang ia milik.
"Jalan ini sepi. Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kamu dari kami," ucap salah satu dari tiga laki-laki itu.
Ke_tiga laki-laki itu tertawa terbahak-bahak sambil mengelilingi Liana.
Liana berputar menatap satu persatu orang-orang itu.
Saat dua orang itu mulai beraksi untuk menyakiti Liana, Liana tak tinggal diam ia langsungnya melakukan perlawanan terhadap tiga orang itu!
Akhirnya perkelahian sengit tak bisa terhindarkan. Terpaksa Liana harus melawan tiga orang yang sama sekali tidak ia kenal dan tidak ia ketahui kenapa mereka mengeroyok orang itu.
Setelah sepuluh menit Liana sudah mengalahkan tiga laki-laki itu dan ke_tuga laki-laki itu sudah kabur melarikan diri.
Liana berjalan menghampiri laki-laki yang kini tengah berdiri di tepi jalan!
"Anda baik-baik saja?" tanya Liana.
"Saya baik-baik saja, terimakasih," sahut laki-laki itu.
"Syukurlah," ucap Liana.
Liana langsung naik ke motornya lalu segera meninggalkan laki-laki yang tidak ia kenal itu!
"Hei! siapa namamu?" teriak laki-laki itu sembari melambaikan tangannya.
Karena tak mendengar suara laki-laki itu, Liana terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi!
"Gadis tangguh. Aku akan mencarimu," lirih laki-laki itu.
Bersambung.
__ADS_1