Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
mati lampu


__ADS_3

Suasana begitu haru, saat Yudi mulai menjabat tangan pak penghulu. Dan dengan lantang Yudi berhasil mengucapkan nya, akhirnya Mita dan Yudi pun sah sebagai suami istri. Mita begitu sangat sederhana tanpa balutan kebaya mewah dan riasan di wajahnya. Karena Mita tidak menginginkan itu semua, walaupun sang Ayah mertua sudah menyiapkan nya. Mita dengan lembut menolak karena dia tidak terbiasa dengan riasan di wajahnya, Mita memilih untuk menyimpan kebaya yang sudah di siapkan oleh ayah mertuanya itu. Karena Mita tidak ingin repot-repot menggunakan kebaya seribet itu, padahal hanya ijab kabul katanya lagi.


Semua saksi serentak mengucapkan Aamiin dengan bahagia, Mita sudah berstatus istri sekarang. Dirinya langsung mencium tangan sang suami dengan tetesan air mata yang sudah mulai mengalir. Yudi dengan sangat lembut mencium kening Mita, setelah itu, acara sungkeman yang begitu sederhana. Mita menangis tersedu-sedu saat memeluk kedua orang tuanya. Sangat berat bagi Mita untuk meninggalkan kedua orang tua karena selama ini Mita tak pernah berpisah dengan ibu bapaknya.


"Kamu harus nurut sama suami ya nak" ucap Meli menangis sambil memeluk Mita.


"Yudi kamu harus jagain Mita yah, kalo dia salah kamu marahin. Tapi jangan pakai kekerasan ya, Mita paling gak bisa kalau di bentak" ucap Ridho memeluk Yudi.


"Iya pak, nanti Yudi jagain Putri kecilnya Bapak." ucap Yudi.


Mita masih tak ingin lepas dari pelukan sang Ibu, Hendra sangat memakluminya. Karena Mita memang masih muda, belum bisa jauh dari orang tua.


          


Malam hari nya menjadi malam yang paling canggung bagi Mita dan Yudi, mereka harus tidur bersama dalam satu kamar yaitu di kamar Mita yang sempit namun masih bisa untuk berdua. Dari tadi pagi setelah selesai Ijab kobul, Ridho dan Hendra sangat sibuk untuk mengurusi kepindahan Sekolah Mita. Hingga akhirnya urusan itu pun selesai, besok adalah hari terakhir bagi Mita untuk tinggal bersama keluarganya, karena dirinya akan pergi ke Jakarta ikut bersama suaminya. Sedangkan Yudi sedari tadi hanya memainkan ponselnya sembari tersenyum membuat Mita merasa heran dengan sikap suaminya itu. Padahal yang dilihat Yudi adalah Foto pernikahan mereka tadi pagi, Yudi melihat betapa polosnya tingkah laku Mita yang diajak foto namun dengan gaya yang sama, bayangkan dalam 50 foto Mita hanya memakai satu gaya.


"Kakak gak tidur?" Tanya Mita.


Mita sedikit ragu untuk mendekati Yudi yang tengah duduk di kursi meja belajar Mita, sedangkan sedari tadi hanya memandang Yudi sembari duduk di kasur nya. Yudi sibuk dengan membaca sebuah novel karya Mita istrinya, setelah sibuk main hp sekarang malah sibuk dengan cerita yang Mita buat di novel.


"Kamu kalau mau tidur, duluan aja" sahut Yudi tanpa melihat wajah Mita. Matanya terpaku pada setiap isi di novel itu.


"Mita kok jadi canggung ya kak" ucap Mita apa adanya dan polos.


"Iya aku tau kok, lagian aku gak bakal tidur di kasur" jelas Yudi yang masih menatap novelnya.


"Terus kakak, mau tidur di mana?" Ujar Mita heran.


"Di sini juga gak papa, aku bisa kok tidur di kursi meja belajar kamu" ucap Yudi memandang Mita sekilas.


"Kakak yakin?" ucap Mita.


"Emangnya kamu mau tidur sama aku?" Timpal Yudi memandang Mita.

__ADS_1


"Eeh bukan gitu kak, Mita cuman gak tega sama kakak kalau harus tidur di kursi" ucap Mita kikuk.


"Aku mah tidur di mana aja bisa" ucap Yudi kembali menatap novelnya lagi.


Tiba-tiba Mita yang ingin baring pun tak jadi karena sebuah suara yang bertanya padanya.


"Kecil, ini cerita novel kamu bikin sendiri beneran tanpa minta bantuan siapapun" Yudi yang bertanya pun memalingkan wajahnya pada Mita namun Mita hanya diam.


"Kakak nanya Mita" tanyanya balik.


"Siapa lagi orang selain kamu sama aku Cil" jawab Yudi.


"Habisnya kakak, orang Mita punya nama loh malahan dipanggil gitu" jawabnya cemberut.


"Habisnya kamu kecil dan pendek sih" jawabnya sambil tertawa.


"Ih kakak jahat walaupun tubuhku kecil dan tubuh kakak tinggi tapi aku ini masih hidup kak" sahut Mita dengan bibir manyunnya,


"Haduh bibir kamu kok monyong sih jadi mirip monyet tuh kan mirip banget" ucap Yudi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kakak jahat sama Mita, Mita bakal marah nih" ucap Mita singkat.


"Emang Kecil bisa marah apa" tanya Yudi pada Mita, namun sama sekali tak dijawab oleh Mita.


"Jadi beneran marah nih" sahutnya lagi namun masih tak dijawab oleh Mita.


Yudi pun mendekat pada Mita untuk minta maaf namun saat sampai di dekat Mita Tiba-tiba kamar Mita menjadi gelap, karena mati lampu. Mita langsung ketakutan, dan segera memeluk Yudi yang tepat di hadapan nya. Bahkan Mita lupa kalau ia sedang marah pada Yudi.


Yudi hanya bisa terdiam saat Mita memeluk tubuhnya.


"Kak, Mita takut" ucap Mita pelan dengan nada bergetar, pertanda bahwa ia memang takut.


" Disini sering Mati lampu ya!" tanya Yudi yang berada di pelukan Mita.

__ADS_1


"Namanya juga kampung kak, mati lampu sering mendadak" jawab Mita masih dengan nafas yang berat.


"Kak jangan tinggalin Mita ya plis, Mita takut banget kalau gelap kak! Mita seperti gak bisa melihat. Mita gak kuat gelap" ucap Mita mulai sesak nafas.


"Bisa gak kamu lepasin pelukan nya? Kakak ikutan gak bisa nafas" ucap Yudi membuat Mita sadar namun ia tetap gak mau melepaskan pelukannya.


"Gak kak, Mita gak mau, nanti kakak ninggalin Mita" sahut Mita.


"Gak akan Cil, kakak gak akan ninggalin kamu" ucapnya meyakinkan Mita.


"Ya udah kamu ikut kakak aja, kita cari hp kakak dulu buat senter" ujar Yudi sambil berjalan mencari hpnya dan tak lama kemudian ia pun menemukan apa yang ia cari. Yudi pun menyalakan sinar di hp nya, dia pun langsung terkejut mendapati wajah nya begitu dekat dengan wajah Mita.


Mita sedikit merasa silau, karena sinar hp Yudi mengarah di wajah nya. Sehingga dia memejamkan matanya untuk menghindari sinar itu, Yudi justru memandang Mita dengan pekat. Dia baru menyadari bahwa istrinya begitu manis dan cantik, ditambah sifat polosnya.


"Kak, sinar nya jangan di arahkan ke wajah Mita dong" ucap Mita membuat Yudi tersadar dan menyingkirkan sinar ponsel nya di wajah manisnya Mita.


"Ma...maaf gak sengaja" ujar Yudi, seketika rasa takut Mita berkurang.


"Ayo kak, kita cari Lilin di dapur" ucap Mita yang masih menggandeng tangan Yudi erat. 


Mereka pun akhirnya pergi ke dapur dengan tangan yang bergandengan.


Saat mereka sedang mencari Lilin, tiba-tiba terdengar suara dari arah luar. Membuat keduanya terkejut, Mita langsung lebih mendekat pada Yudi.


"Siapa itu kak? Mita takut" ucap Mita bergidik.


"Jangan-jangan itu hantu" ucap Yudi menakut-nakuti Mita. Mita yang ketakutan pun segera memeluk suaminya dengan erat, Yudi yang melihat itu hanya tertawa betapa polosnya istrinya ini.


"Hati-hati nanti di belakang kamu" ujarnya yang masih membuat Mita takut, sedangkan Yudi hanya terkekeh geli melihat tingkah Istrinya.


"Kakak jangan nakutin Mita" rengek Mita.


"Kecil, pokoknya tetap di belakang aku ya. Biar aku yang di depan, kamu yang megangin hp kakak, senterin dari belakang" ucap Yudi dengan berani nya.

__ADS_1


Karena ibu bapak Mita sudah terbiasa mati lampu, jadi salah satu dari mereka tidak terbangun. Terkadang hanya ibu yang bangun untuk menemani Mita saat mati lampu, dikarenakan Mita sangat penakut dengan gelap, tapi baru kali ini ada suara aneh dari rumah nya.


__ADS_2