Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah
Bab 75


__ADS_3

Siang hari saat Rendy sedang makan siang tiba-tiba Jenny datang ke ruangan tempat Rendy dirawat.


"Sayang, maaf aku baru jenguk kamu karena aku baru tahu kalau kamu sakit," ucap Jenny sembari berjalan menghampiri Rendy.


Tanpa rasa malu Jenny berjalan dengan santainya meski di ruangan itu ada Liana dan asisten rumah tangganya Liana.


"Owh ternyata wanita penggoda ini masih disini," ucap Jenny sembari menatap Liana seakan merendahkan Liana.


"Jenny, jaga bicara kamu," ucap Rendy yang tengah duduk dengan menyandarkan punggungnya disandaran tempat tidurnya.


Liana tak berkata apa-apa, ia meletakkan bubur yang dipegangnya di meja lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Rendy menarik pergelangan tangan Liana mengisyaratkan agar Liana tetap menemaninya.


Liana memutar tangannya hingga akhirnya terlepas dari pegangan Rendy lalu segera bergegas pergi meninggalkan Rendy dan Jenny di ruangan itu.


Liana berlari ke tempat yang sepi! air matanya sudah tak tertahankan lagi ia tak ingin menangis dihadapan suami dan selingkuhannya karena ia tak ingin terlihat lemah dimata Rendy dan Jenny.


Liana menangis sambil menundukkan kepalanya air matanya terus menetes meski ia sudah mencoba menahannya agar tidak keluar lagi.


Dari kejauhan Elma berjalan cepat, menghampiri Liana yang sedang duduk dilarang rumah sakit yang sepi!


Setelah jarak Elma lebih dekat dengan Liana, ia mendengar suara tangisan. Elma berjalan perlahan sambil memastikan apakah ia tidak salah dengar dan apakah wanita yang tengah menangis itu adalah Liana atau bukan.


Elma memegang pundak wanita itu dengan hati-hati.


"Liana," ucapnya dengan nada pelan.


Liana mendongakkan kepalanya lalu segera menghapus air matanya! "Mama," ucapnya.


"Kamu nangis. Kenapa? coba cerita sama Mama," ucap Elma sembari duduk disamping Liana.


"Nggak, Ma. Aku gak nangis tadi aku kelilipan terus mataku jadi perih," ucap Liana mencoba menyembunyikan kesedihannya.


"Mama tahu kamu menangis. Ada apa, Nak?" ucap Elma sembari mengusap-usap bahu Liana.


"Aku tidak apa-apa, Ma, Aku baik-baik saja," ucap Liana.


"Baiklah kalau tidak mau cerita. Mama mau nganterin ini dulu sama Rendy ya," ucap Elma sembari mengangkat paper bag yang berisi buah segar.


Elma mulai berjalan meninggalkan Liana di tempat itu!


"Mam, tunggu," ucap Liana mencoba mencegah mertuanya agar tidak ke ruangan Rendy dirawat.


"Tunggu sebentar ya, sayang." Elma terus melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat Rendy dirawat.

__ADS_1


"Shila, tolong temani Liana sebentar ya," ucap Elma kepada Shila tanpa menghentikan langkahnya.


Shila menganggukkan kepalanya lalu berjalan menghampiri Liana!


Elma berdiri sejenak memperhatikan siapa wanita yang tengah duduk dihadapan putranya dan alangkah terkejutnya ia saat tahu wanita itu adalah Jenny, wanita yang lari dari pernikahannya dengan Rendy dengan membawa sejumlah uang perusahaan Rendy.


Elma membuka pintu ruangan itu dengan kasar!


"Oh jadi ini yang membuat Liana menangis! dasar wanita tidak tahu malu, pergi kamu dari sini!" ucap Elma dengan nada suara yang tinggi.


"Tante, kami saling mencintai," ucap Jenny dengan tanpa rasa bersalah.


Elma menarik tangan Jenny kasar lalu menguatkan Jenny dari ruangan itu!


"Security! security!" teriak Elma dengan nada penuh emosi.


Dengan sigap seorang security berlari menhampiri Elma.


"Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" ucap security itu.


"Tolong bawa wanita ini keluar. Saya tidak ingin melihat wajahnya disini," ucap Elma.


"Tante, aku sama Rendy saling mencintai. Tante gak berhak memisahkan kami," ucap Jenny tanpa rasa malu sedikitpun.


"Pak, bawa dia," ucap Elma.


"Lepas! saya bisa jalan sendiri," ucap Jenny dengan nada tinggi.


"Silakan keluar dari rumah sakit ini jika tidak, kami akan mengeluarkan anda dengan cara paksa," ucap security itu dengan ramah.


Jenny menghentakkan kakinya kencang lalu pergi dari depan ruangan tempat Rendy dirawat!


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Bu. Kami pastikan wanita itu tidak akan menggangu anda lagi disini," ucap security itu setelah Jenny pergi dari tempat itu.


"Tidak apa-apa, Pak. Terimakasih," ucap Elma.


"Sama-sama, Bu. Kalau gitu saya permisi dulu," ucap security itu lalu pergi meninggalkan Elma didepan ruangan rawat inap itu.


Shila duduk disebelah Liana dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Anda baik-baik saja?" ucap Shila.


Liana tersenyum tipis, "ya," sahutnya singkat.


"Jika hatimu sedang terluka maka senyuman bisa menyembunyikan luka itu tapi jangan lupa air mata tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang anda rasakan," ucap Shila yang tahu kalau Liana sedang sedih karena tersakiti.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir," ucap Liana tanpa menatap Shila.


"Jika hati dan pikiran tidak dapat menampung semua yang dirasakan maka ada baiknya anda membaginya dengan orang yang dipercaya. Jika anda butuh sandaran saya siap menjadi tempat anda bersandar saya akan menjadi pendengar yang baik," ucap Shila menawarkan diri.


"Terimakasih. Tapi saat ini saya sedang baik-baik saja," ucap Liana terus menyembunyikan kepedihannya.


Diruang Rendy dirawat.


"Kamu masih berhubungan dengan wanita itu?" ucap Elma dengan emosi yang mulai memuncak.


Rendy tak menjawab ucapan Elma, ia terus menundukkan kepalanya karena tak berani menatap mamanya.


"Apa maksud kamu Rendy? kamu tahu gak Liana menangis," ucap Elma lagi.


"Aku tidak bermaksud menyakiti Liana, Ma. Tadi aku sudah meminta Liana agar tetap disini tapi dia memilih pergi meninggalkan aku berdua dengan Jenny," jelas Rendy.


"Sejak kapan wanita tidak tahu diri itu kembali ke kehidupan kamu?" ucap Elma masih dengan emosi yang menguasai dirinya.


"Ma, tolong jangan berkata buruk tentang Jenny biar bagaimanapun dia wanita yang pernah Mama sayangi," ucap Rendy.


"Mama tidak perduli, pokoknya Mama minta kamu untuk tidak berhubungan lagi dengan wanita itu," ucap Elma.


"Ada apa ini?" ucap Ken yang baru tiba diruangan itu.


Elma mengusap air matanya! "Tanya sama kakakmu," ucap Elma lalu pergi dari ruangan Rendy dirawat.


"Ada apa?" ucap Ken mengulang pertanyaannya.


"Mama ngeliat gue sama Jenny disini," ucap Rendy jujur.


"Astaga. Baru Liana kembali lo udah buat dia terluka lagi? Rendy otak lo ditaruh dimana? Liana bisa pergi lagi dan mungkin dia gak akan kembali lagi," ucap Ken yang mulai emosi juga.


"Gue gak tahu kalau Jenny datang kesini dia datang dengan tiba-tiba. Gue juga gak tahu Jenny tahu dari siapa kalau gue dirawat disini," ucap Rendy.


Rendy memang tidak tahu kalau Jenny akan datang menjenguknya, ia sendiri merasa bingung kenapa kekasih gelapnya itu bisa tahu kalau ia sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.


Elma berjalan menghampiri Liana!


Grep! Elma memeluk Liana dengan erat.


"Maafkan Mama, Nak," ucap Elma dengan air mata yang mulai mengalir.


"Maaf, untuk apa, Ma?" ucap Liana yang kebingungan kenapa tiba-tiba ibu mertuanya itu meminta maaf padanya.


"Kamu nangis karena tadi ada Jenny kan," ucap Elma.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2